Kamis, 19 Februari 2015

Lowongan Kerja di RS MM Indramayu

RS MM Indramayu mengajak putra dan putri daerah Indramayu dan sekitarnya untuk mengikuti recruitment program 2015 untuk menempati posisi sebagai:
  • Dokter Spesialis (DS)
  • Dokter Gigi (DG)
  • Bidan (B)
  • Perawat (P)
  • Apoteker (A)
  • Ass Apoteker (AA)
  • Analyst Laboratorium (AL)
  • Radiographer (R)
  • Penata Anestesi (PA)
  • Rekam Medis (RM)
  • HRD (H)
  • Akuntansi dan Keuangan (AK)
  • General Affair (GA)
  • Receptionist (R)
  • Public Relation dan Marketing (PR)
  • IT (IT)
  • Teknisi Gedung (TG)
  • Waiters (W)
  • Chef (C)
  • Laundry (L)
  • Security (S)
  • Driver (D)

Tulis kode lamaran, kirim lamaran, CV dan foto ke:
Recruitment Program 2015
RS MM Indramayu
Jl. Letjend Soeprapto No. 292 Kepandean, Indramayu

Lamaran dapat diserahkan langsung ke alamat diatas atau melalui pos. Lamaran paling lambat sampai 28 Februari 2015.

Harap diperhatikan: Info diatas kami copas dari koran lokal di Indramayu. Pada sumber info hanya tertulis seperti yang kami tulis diatas. Jika ada pertanyaan, kami sarankan untuk ditanyakan ke alamat diatas. Oia, pada sumber info juga tidak tercantum kontak person.
Share:

Senin, 16 Februari 2015

Daftar Tunggu Haji di Kab. Indramayu Hingga Tahun 2030

Daftar tunggu pemberangkatan calon haji asal Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ke Tanah Suci di Makkah sudah terisi hingga tahun 2030.

Berdasarkan data Sistem Kuota Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, pendaftaran calon haji Kabupaten Indramayu terus merangkak naik. Hal itu dipicu oleh adanya program talangan haji dari beberapa bank dan lembaga pendanaan untuk memudahkan masyarakat berangkat haji ketanah suci.

“Per hari ini, peluang berangkat calon haji Kabupaten Indramayu untuk tahun 2030,” ujar Kasi Penyelanggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Indramayu, Akhsan, kepada kepada ”ER.Net”, ahir pekan kemarin (13/2).

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Indramayu yang mendaftar pada 2014 ini, baru mendapatkan porsi kursi dan berangkat berhaji pada t 2030 mendatang.

Adapun mayoritas masyarakat yang mendaftar keberangkatan ibadah haji selama ini, masih didominasi oleh kalangan masyarakat petani, menyusul harga hasil panen terus mengalami peningkatan dan para guru seiring dengan keberlangsungan tunjangan sertifikasi yang diterima setiap bulan.

“Untuk kalangan pejabat dan birokrasi peningkatanya tidak signifikan, mayoritas tetap masyarakat petani yang sudah menitipkan dana pada Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji(BPS-BPIH) konvensional di Kabupaten Indramayu.

Ia menambahkan, untuk kuota haji Kabupaten Indramayu yang ditetapkan oleh Kementerian Agama pusat saat ini pada kisaran 1.480 jamaah. Adapun masyarakat yang resmi akan diberangkatkan pada tahun 2015 ini adalah mereka yang dulu mendaftar sebagai calon jemaah haji pada tahun 2010/2011.

“Kita tidak ada intervensi atau salip menyalip, karena data keberangkatan itu dikelola dengan cara online, harapan bagi calon haji yang belum bisa berangkat hanya menunggu mereka (Calhaj red) yang tidak bisa melunasi hingga batas ahir, itupun sisanya diberikan kuota bagi manula (Masyarakat Lanjut Usia) diatas usia 80 tahun yang juga ditetapkan oleh pusat,” imbuhnya.

Ia berharap, tingginya peminat masyarakat untuk berangkat ibadah haji ke baitullah, lebih didasari oleh panggilan sebagai tamu Allah secara tulus, sehingga mampu merubah amaliayah setelah pulang dari tanah suci dengan predikat baik(mabrur/mabruroh).

“Kunci ibadah haji, pasca ibadah dari tanah suci, bagaimana sikap dan ibadah yang dilakukan setelah pulang dari tanah suci, itu yang menjadi cerminan kepribadian seseorang muttaqin,”pungkasnya.

Sumber: eksposrakyat.net
Share:

Lintasan Perahu Kerek di Kecamatan Bangodua Akan Dibuat Jembatan

Lintasan tambangan Pulo Cangak di Desa/Kecamatan Bangodua, akan dibuat jembatan. Detail perencanaan pembuatannya (detail engineering design) sudah masuk dalam APBD 2015 bersama-sama rencana pembuatan jembatan di Sindang dan Krasak.

Lintasan Pulo Cangak menjadi sorotan, karena perahu yang biasa mengantarkan warga untuk menyeberang, terguling, Jumat (13/2/2015). Meski tidak ada laporan korban jiwa sampai saat ini, namun sebanyak 23 penumpang termasuk 3 petugas perahu sempat terseret arus deras akibat kejadian tersebut.

Kepala Bidang Jembatan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu, Sutiyono mengatakan, perencanaan dilakukan untuk mengetahui biaya pembuatan jembatan di Pulo Cangak. Bila estimasi biaya sudah muncul dari hasil perencanaan, pembangunannya akan dimulai pada tahun 2016.

Menurutnya, anggaran untuk pelaksanaan perencanaan pada tahun ini dianggarkan sebesar Rp 300 juta. Biaya tersebut dikeluarkan untuk pelaksanaan survey, pemeriksaan tanah, serta teknis jarak bentangan.

"Untuk tahap perencanaan, akan ditentukan dulu konsultannya dari hasil lelang. April tahun ini proses lelangnya baru akan berjalan," kata dia, Senin (16/2/2015).

Sutiyono mengatakan, sebenarnya perencanaan pembuatan jembatan di Pulo Cangak akan dilakukan pada tahun 2014 melalui APBD-Perubahan. Akan tetapi dibatalkan, karena dirasa waktunya terlalu mepet. Terlebih, melihat lokasi perencanaannya yang melintasi Sungai Cimanuk, memerlukan banyak pekerjaan dan biaya yang tidak sedikit.

Sutiyono mengatakan, kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah yang terisolasi. Bila dari Kecamatan Bangodua ingin ke arah Pantura Kecamatan Kertasemaya, harus memutar dulu ke arah Kecamatan Widasari yang bisa memakan jarak 5 kilometer.

Sementara, lintasan tersebut menjadi salah satu alternatif warga dari 4 kecamatan yang ingin memperpendek jarak dan waktu tempuh. Akibatnya, lintasan Pulo Cangak menjadi salah satu lintasan yang teramai, meski aspek keselamatan penumpangnya diragukan.

"Pembuatan jembatan itu untuk membuka daerah yang terisolir. Selama ini, wilayah di Pulo Cangak termasuk tertutup, meski aktivitasnya saat ini sudah ramai," ujarnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Jumat, 13 Februari 2015

UPTD Pen­di­dikan Kecamatan Ter­isi Gandeng Kuwu Terapkan Jam Bebas Siaran Televisi

UPTD Pen­di­dikan Kecamatan Ter­isi bakal menerapkan aturan Jam Bebas Siaran Televisi (Jam Besi) bagi para pelajar. Dalam pelaksanaannya, para Kuwu ikut dilibatkan un­tuk memonitor ru­mah-rumah warga yang memiliki anak usia sekolah.

“Sekarang baru tahap sosialisasi dulu kepada para kuwu. Teknis pelaksanannya nanti terus dimatangkan,” kata Kepala UPTD Pen­­­didikan Kecamatan Te­risi, H Patoni SPd.

Keterlibatan para kuwu dinilai efektif dalam penerapan aturan Jam Besi. Mereka memiliki jaringan aparatur desa sampai tingkat RT yang dapat memantau secara langsung aktivitas para pelajar saat berada di rumah masing-masing.

Selain para kuwu, pem­berlakuan Jam Besi juga akan menggandeng anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), tokoh masyarakat, pemuda, ulama, para guru serta kepala sekolah.

Dijelaskan mantan ke­pala UPTD Pendidikan Keca­matan Arahan ini, Jam Besi merupakan tindak lanjut dari pemberlakukan Jam Wajib Belajar yang digelontorkan Bupati, Hj Anna Sophanah beserta Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.

Kebijakan ini bertujuan meminimalisir kenakalan remaja dan meningkatkan efektivitas belajar siswa. Kebijakan ini berangkat dari rasa keprihatinan melihat anak usia sekolah yang berkeliaran hingga larut malam. Padahal semestinya, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk belajar di rumah, mengaji atau membantu orang tua.

Apalagi pada malam hari, kemungkinan tindakan negatif bisa dilakukan oleh siapapun termasuk anak-anak dibawah umur. “Maka dari itu, harus ada peraturan yang melarang anak-anak usia sekolah berkeliaran dan harus belajar pada malam hari. Sehingga, mereka bisa terhindar dari berbagai kegiatan negatif. Di Kecamatan Terisi namanya Jam Besi, istilah beda tapi tujuannya sama,” terang dia.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat anak malas belajar adalah menonton siaran televisi secara berlebihan. Selain positif sebagai sumber informasi, melatih kreatifitas dan perkembangan otak, siaran TV banyak pula perkembangan negatifnya. Terutama bila penggunaanya kurang tepat dan jika tidak didampingi oleh orang tua. (kho)

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Syarat Untuk Calon Bupati Indramayu Independen Tambah Berat

Selain calon dari partai politik atau gabungan partai politik, Pemilihan Bupati (Pilbup) Indramayu 2015-2020 juga memberikan kesempatan bagi calon perseorangan (independen) untuk maju dalam pencalonan. Hanya saja, mereka harus memenuhi persyaratan dukungan sesuai dengan aturan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indramayu Divisi Teknis, Drs H Madri mengatakan, sesuai dengan Draft Peraturan KPU Tentang Pencalonan Dalam Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, bagi calon perseorangan harus mendapatkan dukungan minimal lima persen dari tiga persen jumlah penduduk. “Itu baru pencalonan saja, nanti kalau sudah resmi menjadi calon syarat dukungan minimalnya tiga persen dari jumlah penduduk,” jelas Madri.

Untuk Kabupetan Indramayu dengan jumlah penduduk sekitar 2,2 juta jiwa, berarti syarat dukungan bagi calon independen adalah sekitar 66 ribu dukungan. Dukungan ini harus dibuktikan dengan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).

“Dukungan juga harus tersebar minimal di 50 persen jumlah kecamatan ditambah satu, atau untuk Indramayu dengan jumlah kecamatan 31 maka dukungan harus tersebar minimal di 17 kecamatan,” tandas Madri.

Ketua KPU Kabupaten Indramayu, M Hadi Ramdlan mengatakan, KPU Indramayu sampai saat ini masih menunggu aturan dari pusat. Sebab, masih ada dua kemungkinan apakah pelaksanaan pilkada akan dilaksanakan pada tahun 2015 atau 2016. Bila dilaksanakan tahun ini pun, sebenarnya KPU Indramayu siap untuk melaksanakannya. “Kapanpun pilkada akan dilaksanakan kami sudah siap, yang penting aturannya sudah jelas,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, dalam Pemilihan Bupati Indramayu 2010-2015 yang diikuti enam pasangan calon, ada tiga pasangan yang merupakan calon independen (non partai). Yaitu pasangan Api Karpi-Rawita Rameh, Mulyono Martono-Handaru Wijayakusumah, dan pasangan Toto Sucartono-Kasan Basari.

Sedangkan untuk Pilbup 2015-2010 sejauh ini belum ada nama-nama kandidat cabup independen. Meskipun demikian, sejumlah nama sudah mulai bermunculan, seperti Maman Suparman (pengusaha), H Juhadi Muhammad (pengusaha/ketua PCNU), Raden Inu Danubaya dan sejumlah nama lainnya.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Biang Banjir di Pantura Indramayu Akan Dibenahi

Jembatan di Desa Bugel, Kecamatan Patrol, rencananya dalam waktu dekat akan dibongkar dan dilebarkan. Jembatan yang di Jalur Pantura tersebut dianggap menjadi salah satu penyebab banjir.

Pengawas Perbaikan Ja­lan Nasional (PJN) untuk wi­layah Sewo-Lohbener Direk­torat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Ir Arya mengatakan, pelebaran rencananya akan dilakukan Maret mendatang. Untuk pekerjaannya ditargetkan selesai sebelum puasa.

“Rencananya memang Maret, bulan depan. Mudah-mudahan bisa direalisasikan, karena itu (pelebaran) dari usulan masyarakat setempat,” ujar Arya, kepada Radar, Selas (10/2).

Menurut Arya, melihat dari kontruksi bangunan, jembatan tersebut masih kuat. Bahkan, sepanjang Jalur Pantura antara Pamanukan hingga Lohbener, Jembatan Bugel, merupakan satu-satunya jembatan yang kontruksi bangunannya masih kuat.

Edi Suwiryo, tokoh masyarakat Bugel mengatakan, jembatan di desanya itu dibangun di tahun 1950-an. Hingga sekarang kondisi bangunannya masih kokoh dan belum pernah diperbaiki secara total. Namun, jembatan tersebut kondisinya kecil sehingga menghambat arus air yang melintasi Sungai Bugel.

“Ketika debit air mengalami kenaikan arusnya terhambat jembatan. Akibatnya air meluap dan menimbulkan banjir. Jembatan tersebut dianggap menjadi salah penyebabnya,” kata Edi.
Hampir setiap tahun, desa­nya dilanda banjir. Edi menam­bahkan, penyebab banjir juga diakibatkan pada sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan. Padahal, Sungai Bugel merupakan satu-satunya su­ngai pembuang di Kecamatan Patrol.

Sebagian wilayah Kecamatan Anjatan sungainya bermuara di  ke Sungai Bugel tersebut. Ketika musim hujan, curah hujan tinggi debit air akan naik. Di tambah penyempitan pada Jembatan Bugel tersebut, Desa Bugel menjadi langganan banjir. “Kami menyambut baik jembatan itu dilebarkan. Mudah-mudahan desa kami tidak kebanjiran lagi,” harapnya.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Polres Indramayu Diminta Untuk Bentuk Tim Pemburu Begal

Maraknya pencurian kendaraan motor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curat), sangat meresahkan masyarakat. Masyarakat menuntut polisi melakukan aksi nyata dalam pemberantasan tindakan kri­minal tersebut.

“Masyarakat sekarang ini sangat resah. Sangat menan­tikan tindakan nyata dari aparat ke­polisian,” ujar Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten In­dra­mayu, H Azun Mauzun, Kamis (12/2).

Diungkapkannya, masyarakat menunggu keseriusan dari apa­rat kepolisian dalam mela­kukan tindakan tegas. Polres In­dramayu sudah seharusnya bisa membentuk tim pemburu begal. Tim ini bisa melakukan tindakan secara sembunyi-sembunyi dalam dalam waktu tertentu. Pembentukan tim ini diyakini efektif menekan angka pembegalan.

“Saya pikir memang sudah saatnya ada tim pemburu begal, seperti yang dibentuk di Bogor dalam rangka memerangi aksi begal motor. Kalau tidak ada tindakan tegas maka aksi begal motor akan terus terjadi dan terjadi lagi,” tuturnya.

Warga Kecamatan Indramayu, Casudi mengungkapan, ma­syarakat memang semakin resah dengan maraknya aksi kejahatan seperti begal motor dan pencurian sepeda motor akhir-akhir ini. Bahkan untuk bepergian di malam hari se­lalu timbul rasa khawatir. “Dulu saya tidak merasa takut ketika pulang malam hari. Tapi dengan maraknya aksi kejahatan, sekarang saya tidak berani pulang malam-malam,” tuturnya.

Sebelumnya Kapolres Indra­mayu, AKBP Wijonarko, ju­ga mengaku kesal dengan ma­rak­nya aksi kejahatan di wila­yah hukum Polres Indra­ma­yu. Kapolres juga minta du­kungan masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Dikatakannya, pihak kepolisian juga akan terus melakukan operasi pengamanan di sejum­lah lokasi rawan kejahatan.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Definition List

Unordered List

Support