Senin, 12 Maret 2018

Empat Kecamatan di Kabupaten Indramayu Belum Terlayani Air Bersih PDAM

Empat kecamatan di Kabupaten Indramayu ternyata hingga kini belum bisa terlayani air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu. Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Terisi, Cikedung, Kroya dan Gantar.

Selain akibat ketersediaan air baku yang minim, di empat wilayah ini ternyata warga juga masih bisa memanfaatkan air tanah.

Direktur Teknik PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu, Agus Suprihartono menjelaskan, selamaini air baku PDAM hanya diambil dari Sungai Cimanuk. Sementara disisi lain, banyak pula petani di Indramayu yang juga menyedot air dari sungai tersebut.

Akibatnya kerap terjadi “rebutan air” antara PDAM dengan petani. Hal ini terjadi karena banyak petani yang mengubah pola tanam padi-padi-palawija, seperti yang dianjurkan, menjadi padi-padi-padi.

Perubahan pola tanam padi hingga tiga kali dalam setahun itu otomatis membutuhkan pasokan air yang lebih banyak.

Agus menambahkan, tahun 2018 ini Bupati Indramayu, Anna Sophanah, menargetkan layanan PDAM bisa mencapai 60 persen dari jumlah penduduk Indramayu. Seperti diketahui, pelanggan PDAM Indramayu sudah mencapai 106 ribu pelanggan, atau setara dengan 50 persen penduduk Indramayu. Dengan demikian tahun ini mdiharapkan bisa memenuhi target tambahan 10 persen pelanggan.

Agus mengaku optimistis, kekurangan sepuluh persen dari target atau setara dengan sekitar 15 ribu pelanggan baru, bisa terlayani air bersih pada tahun ini.

Karena PDAM Indramayu mendapat bantuan hibah untuk 5.000 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari APBN.

Selain itu, pada tahun ini PDAM Indramayu juga mengupayakan ada pemasangan regular bagi 5.000 pelanggan baru. Sedangkan 5.000 pelanggan sisanya, akan dilayani instansi terkait lainnya.

“Untuk air baku PDAM tentunya kita sangat terbantu dengan adanya Bendungan Jatigede di Sumedang. Karena dari Jatigede siap untuk menyediakan air baku untuk PDAM Indramayu dengan kapasitas 2000 liter/detik. 

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Pemkab Indramayu Memprioritaskan Sembilan Rencana Pembangunan di Tahun 2019

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memprioritaskan sembilan rencana pembangunan pada 2019 mendatang.

Hal itu terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu (Musrenbang RKPD) 2019, di Aula Nyi Endang Dharma Ayu, Universitas Wiralodra Indramayu, Senin (12/3).

"Pembangunan infrastruktur masih menjadi isu utama di tingkat daerah, provinsi maupun nasional, tapi bidang-bidang lain tetap menjadi perhatian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Indramayu, Anna Sophanah, saat membuka musrenbang itu.

Anna mengatakan, isu pembangunan di Kabupaten Indramayu yang menjadi dasar penetapan prioritas pembangunan daerah tahun 2019 adalah masih rendahnya angka indeks pembangunan manusia (IPM). Selain itu, masih tingginya angka kemiskinan, laju pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah maupun ketersediaan barang publik yang masih di bawah SPM.

Isu lainnya adalah kurangnya sinergitas perencanaan pembangunan dari level desa sampai ke kabupaten. Ditambah lagi, masih rendahnya kemandirian daerah serta reformasi birokrasi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Indramayu, Wawang Irawan menyebutkan, berdasarkan isu tersebut, sembilan prioritas perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2019 adalah peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, kesehatan; peningkatan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan.

Serta penanganan dan pengurangan kemiskinan, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan pengangguran; peningkatan aksesibilitas dan poduktivitas pada sumber perekonomian untuk seluruh masyarakat; peningkatan kualitas, kuantitas, dan cakupan pelayanan infrastruktur dalam peningkatan pelayanan publik.

Selanjutnya adalah optimalisasi potensi daerah untuk meningkatkan daya saing; penataan dan penguatan sumber daya aparatur untuk membentuk birokrasi yang bersih, akuntabel, efektif, dan efisien dalam mewujudkan pelayanan prima dalam memenuhi pelayanan publik; penguatan pelayanan, administrasi, pembangunan dan keuangan desa; dan intensifikasi serta ekstensifikasi sumber dan nilai pendapatan asli daerah (PAD).

"Penetapan prioritas pembangunan tahun 2019 itu diharapkan mampu mencapai target yang telah ditetapkan oleh Provinsi Jawa Barat," kata Wawang.

Adapun target itu, yakni pertumbuhan ekonomi dua persen, tingkat pengangguran terbuka 7,57 persen, tingkat kemiskinan 11,77 persen dan nilai IPM 66,46.

Wawang menambahkan, untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019, sebelumnya telah dilaksanakan rangkaian kegiatan. Yaitu mulai dari Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, serta Forum Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat Daerah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat, menyatakan, masih banyak aspirasi dari masyarakat Indramayu  terutama untuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi Indramayu.

"Selain itu juga pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan masih harus terus diperhatikan oleh Pemkab Indramayu," tandas Taufik.

Sumber: republika.co.id

Share:

Islamic Centre Abdul Manan Indramayu Ditutup, Ini Alasannya

Kompleks Masjid Abdul Manan Islamic Centre baru saja dibuka untuk umum. Namun saat ini, DKM dan pemborong terpaksa menutup area masjid. Pasalnya tidak lama setelah dibuka untuk umum, sejumlah bagian kompleks yang baru dibangun mengalami kerusakan.

Kawasan Kompleks Masjid Abdul Manan Islamic Centre ditutup dan dijaga ketat petugas keamanan. Petugas melarang siapapun yang datang untuk masuk ke area masjid.


Seorang petugas keamanan, Masduki mengatakan beberapa tempat di kompleks masjid mengalami kerusakan karena banyak dikunjungi masyarakat. Peresmian masjid kemungkinan besar mundur menjadi Mei 2018. “Kerusakan yang disebabkan pengunjung kurang lebih Rp15 juta,” ujarnya.

Untuk itu, area masjid sengaja ditutup agar pembangunan tidak terganggu. Bagian yang rusak harus dikerjakan ulang, agar masjid bagsu seperti sedia kala. Kerusakan yang terjadi ada di bagian keramik dan rumput sintetis. Padahal pengunjung dilarang menginjak rumput sintetis itu. Namun oknum pengunjung mengabaikan larangan itu. “Termasuk juga area taman air mancur di depan masjid,” ujarnya.

Ia pun memohon kesabaran masyarakat. “Pengunjung dilarang masuk sampai peresmian. Semoga masyarakat bisa mengerti dan sabar, karena ini untuk kebaikan bersama,” lanjutnya.

Sementara, seorang pengunjung yang ingin masuk ke kawasan kompleks Islamic Centre harus balik kanan karena tidak diizinkan masuk. “Kecewa sih karena saya baru pertama kali ke sini. Tapi sudah ditutup lagi. Semoga pas peresmian, kondisinya lebih bagus dari sekarang,” tandasnya.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Definition List

Unordered List

Support