Jumat, 06 Maret 2015

Polres Indramayu Nyatakan Perang Terhadap Begal

Perang lawan begal juga dilancarkan Polres Indramayu. Kapolres Indramayu AKBP Wijarnako bersama jajarannya sejak beberapa hari terakhir ini gencar memberantas aksi kejahatan jalanan yang cenderung marak terjadi di Indramayu, Jawa Barat.

Karena aksi begal sering terjadi,  pengguna jalan nampaknya sudah memahami titik-titik rawan begal yang cenderung dilakukan saat magrib hingga dinihari.

Daerah rawan begal ada di Jalur Utama Pantura maupun di Jalur Alternatif Kabupaten Indramayu. Masyarakat mewaspadai modus operansi begal yakni mencegat atau memepet sepeda motor serta harta benda pengendara di jalan setelah sebelumnya melukai atau mengancam melukai korban dengan senjata tajam.

Titik rawan begal di Jalur Pantura Indramayu  yakni di jalan baru Lohbener-Widasari, jalan lama Lohbener-Leuwigede-Widasari. Jalan Jatibarang-Cadangpinggan Kecamatan Sukagumiwang. Jalan alternative Balongan-Juntinyuat-Karangampel-Krangkeng. Jalan alternative Karangampel-Segeran Kidul kecamatan Juntinyuat-Sudikampiran- Tambi Kecamatan Sliyeg-Jatibarang.

Upaya yang dilakukan Kapolres Indramayu AKBP Wijarnako dengan meningkatkan frekwensi patroli mobil keamanan, memasang spanduk waspada aksi begal serta yang terakhir merazia sepeda motor bodong di rumah-rumah warga. Aksi razia motor bodong ini cukup efektif mengamankan sejumlah barang bukti sepeda motor tanpa surat-surat kendaraan STNK/BPKB. Hasil razia motor bodong diamankan di Mapolres Indramayu.

Hanya saja saat razia motor bodong di Kecamatan Krangkeng,  sempat ricuh bahkan terjadi insiden penganiayaan dua anggota Babinsa  Koramil Krangkeng luka parah dan sepeda motor dinasnya hangus dibakar massa karena sebelumnya massa memprotes razia motor bodong di rumah-rumah warga di Kecamatan Krangkeng.

Dua anggota Babanisa Koramil Krangkeng itu Serda Agus Budi Siswanto dan Serma Kamiludin yang sebetulanya tidak ada kaitannya dengan razia motor bodong yang dilancarkan jajaran Polres Indramayu. Kedua anggota bintara itu sedang bertugas mendata ketahanan pangan di Desa Srengseng. Saat akan kembali ke Makoramil Krangkeng mengendarai motor dinas, kebetulan berpapasan dengan massa yang sebelumnya marah karena memprotes razia motor bodong.

Massa tiba-tiba melampiaskan amarahnya dengan menganiaya dua anggota Babinsa Krangkeng itu. Melihat massa mengamuk, Serda Agus Budi Siswanto yang dibonceng berupaya menyelamatkan diri dengan berlari kembali  ke Balai Desa Srengseng.

Namun Serma Kamiludin yang saat itu mengendarai sepeda motor dinas, posisianya terkepung massa. Massa mengeroyok  korban hingga luka parah. Beberapa warga dan aparat desa menolong korban. Serma Kamiludin yang terluka parah dilarikan ke Rumah Sakit.

Namun sepeda motor dinas yang biasa dipakai korban tidak dapat digunakan lagi karena hangus dibakar massa. Pihak keluarga Serma Kamiludin mengharapkan aksi penganiyaan itu diusut tuntas untuk menghindari terulang kembalinya kejadian pahit itu.

Sumber: poskotanews.com
Share:

Senin, 02 Maret 2015

Grage Group Masih Tahan Diri Untuk Investasi di Kabupaten Indramayu

Grage Group masih memiliki obsesi untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Indramayu Jawa Barat akan tetapi hingga saat ini masih menahan diri sambil mengamati perkembangan di daerah tersebut.

Setelah suskses mendirikan Grage Mall dan Grage Hotel Cirebon pada 2006 silam, kemudian mendirikan kawasan terpadu Grage City, Grage Sangkan Hotel, Grage Estate, dan sedang dalam proses mendirikan Grage Majalengka, Grage Group punya keinginan membangun unit usaha di Kabupaten Indramayu.

Komisaris Grage Group Dekon Gunawan Boediman mengatakan untuk mengambangkan usaha pihaknya memiliki beberapa pertimbangan baik skala makro maupun mikro terkait peluang dan tantangan yang bakal dihadapi Grage Group.

Dia menuturkan pertimbangan makro ekonomi a.l tingkat petumbuhan ekonomi nasional, suku bunga dan inflasi yang secara tidak langsung bakal memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha secara umum.

“Pertimbangan mikronya adalah tingkat pertumbuhan dan investasi daerah yang akan dijadikan tujuan usaha dalam hal ini Kabupaten Indramayu,” katanya, Senin (2/3/2015).

Dekon mengakui sejak akhir tahun 2014 lalu pihaknya mulai intens berkunjung ke Kabupaten Indramayu untuk melakukan dialog dengan pemerintah setempat dan melihat kawasan yang sekiranya bisa dikembangkan.

“Sementara ini kami masih menahan diri, yang jelas keinginan membangun usaha di sana tetap ada,” ujarnya.

Ketika ditanya usaha apa yang memungkinkan dikembangkan Grage Group di Indramayu, Dekon menambahkan bisnis di bidang properti atau mall paling memungkinkan digarap Grage Group mengingat tingkat daya beli masyarakatnya cukup bagus.

Sumber: bandung.bisnis.com
Share:

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Indramayu Akan Merehab Taman dan Monumen Perjuangan

Dalam waktu dekat ini, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kab. Indramayu akan mendesign ulang monumen perjuangan yang letaknya berdekatan dengan bunderan mangga Indramayu.

Namun sebelum mendesign ulang monumen perjuangan tersebut, saat ini DKP fokus pada fasilitas umum dan kebersihan pertamanan yang menjadi titik-titik penilaian Adipura.

Trisna, Kepala Dinas DKP Kab.Indramayu diruangannya, Senin (2/3/2015) mengatakan, DKP saat ini sedang merehab fasum yang ada di sekitar taman monumen perjuangan, terutama membangun WC umum dan lampu taman, jika taman tersebut tidak memiliki WC umum dan lampu penerangan maka tidak akan dinilai oleh tim penilai adipura. Kami akan melanjutkan dengan merehab ulang monumen perjuangan yang sampai sekarang belum berfungsi optimal.

"Patung monumen perjuangan itu kurang proporsional oleh karenanya perlu di design ulang, namun untuk mendesign ulang monumen perlu waktu yang panjang dan perencanaan yang handal, Saya akan mendiskusikan hal tersebut dan mengadakan seminar dengan pihak-pihak terkait yang dulu telah ikut serta dalam pembangunan monumen perjuangan," tutur Trisna.   

Sumber: liputanindonesia.co.id
Share:

Definition List

Unordered List

Support