Selasa, 08 Desember 2015

Jadwal dan Tahapan Pilkada Indramayu 2015

Berikut adalah jadwal dan tahapan pilkada Kabupaten Indramayu tahun 2015:

9 Desember         : Pemungutan dan penghitungan suara di TPS
9 Desember         : Penyampaian hasil penghitungan suara dari KPPS kepada PPS
9-10 Desember    : Penyampaian hasil penghitungan suara kepada PPK
10-16 Desember  : Rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan & KPU
11-17 Desember  : Pengumuman hasil rekapitulasi tingkat kecamatan
16-18 Desember  : Rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten, penetapan hasil                                              rekapitulasi dan penyampaian ke KPU Provinsi
17-23 Desember  : Pengumuman hasil rekapitulasi tingkat kabupaten
21-22 Desember  : Penetapan con bupati dan wakil bupati terpilih
Sumber: koran radar 7 Desember 2015
Share:

Selasa, 29 September 2015

Kegiatan Menyambut Hari Jadi Kabupaten Indramayu ke 488 Tahun 2015

Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Kab. Indramayu ke-488 Tahun 2015

* Pertandingan sepak bola LPI. 17 September - 7 Oktober 2015 di stadion Tridaya (Pelajar)

* Pertandingan basket. 23 September - 1 Oktober 2015 di GOR Dharma Ayu (Pelajar)

* Pertandingan bulu tangkis. 30 September - 3 Oktober 2015 di GOR Singalodra (Pelajar)

* Lomba anak soleh. 30 September 2015 di panggung hiburan (TK dan SD)

* Festival kuliner. 25 September - 17 Oktober 2015 di Bantaran Kali Cimanuk (Kecamatan dan umum)

* Sunatan massal. 1 - 2 Oktober 2015 di Pendopo (anak kurang mampu)

* Isbat nikah massal. 1 - 2 Oktober 2015 di Pengadilan Agama (Pasutri tanpa akte nikah)

* Ziarah makam Wiralodra. 1 Oktober 2015

* Kirab pusaka lintas kecamatan. 1 - 7 Oktober 2015. Lintas desa selama 7 hari

* Donor darah. 1 - 2 Oktober 2015 di Bantaran Kali Cimanuk

* Pasar Seni. 1 - 7 Oktober 2015 di stand bantaran Cimanuk

* Lomba lari lintas alam. 1 - 7 Oktober 2015 (Pelajar)

* Lomba sepeda BMX. 4 Oktober 2015 di GOR Singalodra (pelajar)

* Upacara HUT TNI. 5 Oktober 2015 di Alun-alun

* Lari jarak jauh (5 KM). 5 Oktober 2015 (pelajar)

* Lomba nyanyi antar OPD. 5 Oktober 2015 di belakang Pendopo 

* Lomba tenis meja. 5 - 6 Oktober 2015 (Pelajar)

* Lomba volly. 5 - 7 Oktober 2015 di GOR Dharma Ayu (pelajar)

* Pembukaan pameran pembangunan. 7 Oktober 2015 di bantaran Kali Cimanuk

* Sidang paripurna. 7 Oktober 2015 di gedung DPRD

* Lomba desain batik. 7 Oktober 2015 di bantaran kali Cimanuk (pelajar)

* Karnaval. 7 Oktober 2015 dari waduk sampai alun-alun (OPD dan kecamatan)

* Pembukaan expo pendidikan. 7 Oktober 2015 di bantaran kali cimanuk

* Pameran benda pusaka. 7 - 17 Oktober 2015 di bantaran kali cimanuk

* Festival dalang se-Jawa Barat. 7 -17 Oktober 2015 di bantaran kali Cimanuk 

* Lomba marawis. 8 Oktober 2015 di panggung hiburan (Pelajar)

* Lomba marching band. 8 - 9 Oktober 2015 di depan gedung juang (Pelajar)

* Festival Aku Wiralodra dan Endang Dharma. 8 - 9 Oktober 2015 di bantaran kali Cimanuk (TK dan SD)

* Lomba mengaji antar OPD dan camat. 8 Oktober 2015 di Pendopo

* Pencak silat. 9 Oktober 2015 di bantaran kali cimanuk (pelajar)

* Lomba catur, 9 Oktober 2015 di SD Margadadi VI (pelajar)

* Lomba tembang tunggal dermayon. 9 Oktober 2015 di panggung hiburan (pelajar)

* Lomba tembang dermayon. 9 Oktober 2015 di pendopo (umum)

* Lomba band. 10 Oktober 2015 di panggung hiburan 

* Lomba mancing dan bakar ikan. 10 Oktober 2015 di waduk bojong sari (pelajar dan umum)

* Lomba gerak jalan. 11 - 12 Oktober 2015 di gedung juang (pelajar)

* Panjat pinang. 12 Oktober 2015 di bantaran cimanuk (kecamatan)

* Lomba gebuk bantal. 12 Oktober 2015 di bantaran cimanuk

* Lomba LKBB (bela negara). 13 - 17 Oktober 2015 di alun-alun (hansip)

* Sepeda santai lintas desa. 15 Oktober 2015. Mulai dari gedung juang (OPD, BUMD, Umum)

* Penutupan pameran. 17 Oktober 2015 di bantaran kali cimanuk

* Kejurnas bola volly. 18 - 25 Oktober 2015 di GOR Singalodra (nasional)

* Indramayu bersholawat. 24 Oktober 2015 di Sport Centre (umum)

Info diatas kami copas dari akun twitter @kertanegara_im. Berhubung kami bukan bagian dari panitia. Untu info waktu pelaksanaan dari setiap acara yang kami share diatas dan bagaimana cara jika mau ikutan bisa coba ditanyakan melalui twitter ke akun @cemerlang_event



Share:

Jumat, 25 September 2015

Kabupaten Indramayu Krisis Air Bersih

Krisis air bersih melanda sebagian besar warga dan pelanggan PDAM Tirta Darma Ayu di Kabupaten Indramayu sejak tiga hari terakhir. Hal itu menyusul kritisnya pasokan air baku dari sungai Cimanuk, pascapenggenangan Waduk Jatigede, Sumedang.

Berdasarkan pantauan, air ledeng di rumah-rumah warga mulai mati sejak Rabu (23/9) pagi. Kondisi itu bahkan terjadi di puluhan ribu rumah pelanggan PDAM di berbagai kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, air ledeng baru mulai kembali mengalir, Kamis (24/9) dini hari, dengan aliran air yang sangat minim. Air itu pun hanya bisa keluar dari kran air yang posisinya rendah. Warga pun harus begadang untuk menampung air tersebut, kemudian memasukkannya ke dalam bak mandi/tempat penampungan air lainnya.

Namun, saat air baru terkumpul sekitar lima ember, air ledeng kembali mati hingga sepanjang hari. Padahal, pada Kamis (24/9) itu, masyarakat sedang merayakan lebaran Idul Adha sehingga sangat membutuhkan pasokan air bersih. ''Baru kali ini lebaran gak mandi,'' keluh seorang warga, Wildan, Jumat (25/9).

Di daerah itu, air ledeng pun tak mengalir sama sekali hingga Jumat (25/9). Warga pun terpaksa berburu air bersih dengan meminta air kepada warga lain yang memiliki sumur.

Hal senada diungkapkan warga Desa Pondoh, Kecamatan Juntinyuat, Rian. Dia pun mengaku tak bisa mandi pada lebaran Idul Adha kemarin karena air ledeng di rumahnya mati.

Rian bahkan sengaja membawa perlengkapan mandi saat bersilaturahim ke rumah saudaranya di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, usai solat Idul Adha kemarin. Namun ternyata, air bak mandi di rumah saudaranya pun kosong.

Keluhan senada diungkapkan warga Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, Titin. Dia pun mengaku sulit untuk mandi dan mencuci pakaian karena air ledeng di rumahnya mati. ''Benar-benar merepotkan,'' keluh Titin.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu, Tatang Sutardi menjelaskan, air baku dari sungai Cimanuk memang sudah kritis. Dia pun sudah meminta tambahan pasokan air dari pengelola bendung Rentang di Kabupaten Majalengka. ''Mohon maaf pelayanan tidak bisa maksimal,'' tutur Tatang.

Direktur Umum PDAM Tirta Darma Ayu, Endang, menambahkan, minimnya air baku dari sungai Cimanuk membuat sepuluh dari 13 instalasi pengolahan air bersih milik PDAM tidak bisa beroperasi. Dia menyebutkan, tiga instalasi yang masih beroperasi adalah Unit Anjatan, Unit Gabuswetan dan Cabang Kandanghaur. 

Seperti diketahui, jumlah total pelanggan PDAM Tirta Darma Ayu mencapai  90.503 pelanggan. Dari jumlah tersebut, 76.746 pelanggan air bakunya berasal dari sungai Cimanuk yang kini sudah kritis.

Kritisnya air baku itu menyusul ditutupnya aliran sungai Cimanuk untuk penggenangan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang sejak 31 Agustus 2015.

Namun, untuk wilayah Indramayu barat, pasokan air dinilai lebih aman. Pasalnya, para pelanggan di wilayah barat yang mencapai 13.757 pelanggan itu mendapat pasokan air dari waduk Salamdarma.

Sumber: http://bit.ly/1WoawgQ
Share:

Kamis, 17 September 2015

Lomba Foto Festival Cimanuk

Berikut informasi yang terkait dengan kegiatan lomba foto Festival Cimanuk dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Indramayu ke-488.

1). Terbuka untuk umum. Peserta diharuskan menggunakan kamera digital (DSLR dan Digital Poket) dan tidak dipungut biaya (Gratis)

2). Obyek foto menampilkan ragam unik kekayaan Exotica Sewu Ngarot dan 31 jenis kesenian daerah Indramayu pada saat FESTIVAL CIMANUK tanggal 7 Oktober 2015 di Kabupaten Indramayu.

3). Kritria rekayasa digital: pencahayaan, saturasi, kontras, cropping dalam batas kewajaran dan tidak diperkenankan melakukan penambahan atau pengurangan elemen visual.


HADIAH
  • Juara I Uang Tunai Sebesar Rp 5.000.000,-
  • Juara II Uang Tunai Sebesar Rp 3.000.000,-
  • Juara III Uang Tunai Sebesar Rp 2.000.000,-
  • Hadiah hiburan masing-masig Rp 500.000,- untuk 5 foto pilihan Bupati, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua DPRD.
4). Karya tidak berkaitan dengan SARA, unsur sadisme dan unsur pornografi atau penggambaran yang bertentangan dengan kepatutan dan kesusilaan

5). Peserta haruslah satu-satunya pemilik sah dari seluruh hak atas kekayaan intelektual dari karya yang dikirimkan. Setiap pelanggaran atas hak kekayaan intelektual akan diproses secara hukum. Peserta membebasakan pihak penyelenggaraan dari setiap gugatan atau tuntutan ganti rugi yang diajukan pihak ketiga atas pelanggaran yang dilakukan oleh peserta dalam lomba/kompetisi ini.

6). Setiap foto yang dikirimkan merupakan hak milik penyelenggara akan tetapi hak atas kekayaan intelektual merupakan milik peserta. Dan penyelenggara berhak menggunakan karya peserta untuk kepentingan publikasi Kab. Indramayu.

7). Pelaksana dan penyelenggara berhak untuk mendiskualifikasi setiap materi lomba yang dikiutsertakan, sebelum, dan sesudah penjurian dilakukan, apabila materi yang diikutsertakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

8). Pelaksana dan penyelenggara tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan hak cipta oleh pihak ketiga, sehubungan dengan hal ini, peserta tidak dapat melakukan tuntutan apapun juga.

9). Setiap peserta diperbolehkan mengirim paling banyak 5 karya terbaik dalam bentuk file (JPG) dengan ukuran sisi terpanjang 3000px dan besar file 2 – 3 MB.

10). File diserahkan langsung ke panitia setelah selesai acara arak-arakan atau melalui email: festivalcimanuk@gmail.com Penamaan file: nama peserta_No HP. Foto harus masih mengandung data EXIF. Batas akhir pengumpulan tanggal 9 Oktober 2015 pukul 12.00WIB

11). Penjurian tertutup tanggal 9 Oktober 2015.

DEWAN JURI
  • Turidi (Fotografer Indramayu),
  • Ray Bahtiar (Fotografer Nasional),
  • Yulli Adam Panji Purnama (Dosen Fotografi STSI Bandung)
12). Pemenang akan dihubungi panitia setelah tanggal 9 oktober dan 30 karya terbaik akan dipamerkan tanggal 10 hingga 17 Oktober 2015, di event PAMERAN PEMBANGUNAN INDRAMAYU 2015 dan bisa dilihat di lombafotocimanukcarnival.wordpress.com

13). Dengan keikutsertaan dalam kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan menyetujui seluruh persyaratan.

14). Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Panitia tidak melayani segala bentuk surat menyurat dan berbagai korespodensi lainnya. Komunikasi elektronik (via email) dipergunakan setelah penjurian dinyatakan selesai.

CONTACT  PERSON
  • WH Gunawan 081809611188
  • Agus Purnomo 081222209979
Sekretariat Jl. RA Kartini No 1 Indramayu
Share:

Senin, 14 September 2015

Debat Publik Cabup Indramayu Digelar 18 September di Aula Wisma Haji

Debat publik antar calon bupati-wakil bupati Indramayu rencananya akan digelar Jum’at, 18 September 2015 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini tengah mengantisipasi kemungkinan antusiasme pendukung antar dua calon yang bersaing.

Senin siang hingga sore (14/9/2015), Ketua KPU, M Hadi Ramdhon menggelar rapat intensif untuk persiapan agenda debat publik. Hadir wakil dari masing-masing tim pemenangan, juga dari unsur kepolisian dan panwaslu. “Kita harus antisipasi semaksimal mungkin,” katanya.

Untuk debat publik itu, KPU menggandeng stasiun radio swasta setempat, Cindelaras. Rencananya bertempat di Aula Wisma Haji yang tempatnya lebih memungkinkan. “Dari sisi pengamanan lebih baik dan fasilitas parkir cukup luas,” tandasnya.

KPU selaku penyelenggara juga meminta yang mengelola debat publik harus memperhitungkan berbagai aspek. Terutama yang paling ditonjolkan ialah kualitas perdebatan sehingga bisa memberi gambaran utuh mengenai kemampuan masing-masing pasangan calon (paslon).

Di sisi lain, KPU juga akan mengantisipasi dari berbagai aspek, terutama untuk keamanan, kenyamanan dan ketertiban selama debat publik berlangsung. Aparat kepolisian dan Satpol PP akan diterjunkan di arean debat publik untuk antisipasi keamanan.

“Kita nanti juga akan batasi jumlah pendukung yang masuk di ruang debat publik. Ini semua ada aturannya. Lagipula, debat publik disiarkan oleh radio dan televisi lokal. Jadi masyarakat kalau ingin tahu bisa mendengarkan radio atau melihat televisi,” tuturnya.

Kepada tim pemenangan kedua paslon, Ramdhon meminta sudah harus mulai mempersiapkan diri. Selain itu, juga harus bisa memenej para pendukungnya untuk berlaku tertib dan sopan sesuai aturan.

Sumber: galamedianews.com
Share:

Jumat, 11 September 2015

Visi dan Misi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Indramayu 2015

Berikut adalah visi dan misi pasangan calon bupati dan wakil bupati di pilkada Indramayu tahun 2015.

Nomor Urut 1
  • Calon bupati: Hj Anna Sophanah
  • Calon wakil bupati: Drs H Supendi MSi
VISI

Terwujudnya masyarakat Indramayu yang religius, maju, mandiri, sejahtera, serta tercapainya keunggulan daerah (Indramayu Remaja)

MISI

1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, berbasis ajaran agama, ilmu pengetahuan, teknologi/iptek dan budaya lokal

2. Meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui penguatan lembaga ekonomi kerakyatan serta keserasian industri dan pertanian.

3. Mengembangkan infrastruktur wilayah dan pengelolaan lingkungan secara selaras, lestari dan optimal.

4. Meningkatkan peran masyarakat dalam mewujudkan keunggulan daerah yang berbasis kearifan lokal.

5. Mengembangkan reformasi birokerasi dengan mewujudkan pemerintah yang bersih, profesional dan mengayomi rakyat.

6. Menguatkan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat.

7. Meningkatkan pendapatan asli daerah.


Nomor Urut 2
  • Calon bupati: Toto Sucartono SE MBA
  • Calon wakil bupati:  H Rastawiguna
VISI

Mewujudkan sinergitas pembangunan guna tercapainya masyarakat Indramayu yang bermartabat, maju dan sejahtera yang bertumpu pada pengembangan potensi unggulan tenaga kerja, pertanian, kelautan dan perikanan, agro industri, industri kreatif, perdagangan dan jasa serta pariwisata.

MISI

1. Mewujudkan sinergitas sumber daya pembangunan.

2. Menjadikan desa sebagai ujung tombak pembangunan.

3. Percepatan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

4. Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor unggulan.

5. Peningkatan daya asing, perlindungan dan pendampingan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Indramayu.

6. Peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur.

7. Penataan ruang, pertahanan dan lingkungan hidup dalam menyongsong peluang kemajuan Indramayu Barat.

8. Reformasi birokrasi dan kualitas pelayanan publik
Share:

Kamis, 10 September 2015

Bantaran Sungai Cimanuk Sentra Keramaian HUT ke 488 Kabupaten Indramayu

Bantaran sungai Cimanuk yang membelah ibukota kabupaten Indramayu akan menjadi pusat keramaian dalam memeriahkan hari jadi ke 488 Indramayu tahun 2015.  Panitia hari jadi menetapkan lokasi yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari pendopo ini sebagai sentra kegiatan seni, hiburan, pameran dan berbagai lomba.

Sekitar 10 dari 55 rangkaian kegiatan diselenggarakan di sepanjang bantaran sungai Cimanuk, selebihnya digelar di Alun-alun, Stadion Tridaya, GOR Dharma Ayu, GOR Singalodra, Waduk Bojongsari, Pendopo, Masjid Agung, Gedung DPRD, gedung SKB, SD Margadadi VI dan tempat-tempat lain.

“Peringatan hari jadi Indramayu tahun ini bertema Majulah Indramayu, Ayo Perbanyak Inisiatif, Kembangkan Kreativitas dan Kerja Nyata, bertujuan menumbuh kembangkan rasa persatuan, motivasi pembangunan dan partisipasi masyarakat Kabupaten Indramayu,” kata Ketua Panitia Hari Jadi ke 488 Kabupaten Indramayu Drs. Yudi Rustomo, M.Si.


Rencana Pemkab menjadikan bantaran sungai Cimanuk sebagai area kegiatan terkait HUT ke 488 Indramayu disambut antusias warga sekitar. Terlebih pelaksanaan Pameran Pembangunan yang selalu menyedot perhatian masyarakat tahun ini bertempat di lapangan bekas Kodim lama. Yudi mengatakan, pameran pembangunan akan dibuka oleh Bupati Indramayu pada tanggal 7 Oktober 2015 pukul 19.30 malam.  “Jalan Siliwangi praktis ditutup selama pameran sampai 17 Oktober 2015,” ujar Yudi yang juga menjabat Staf Ahli Bidang Pembangunan ini. 

Alasan mengapa dipilih bantaran sungai Cimanuk kata Yudi, ia ingin mengenalkan wajah sungai Cimanuk dengan rona baru lengkap dengan warna-warni aneka khas kuliner Kota Mangga.  “Makanya peringatan ini bertajuk Festival Cimanuk karena banyak acara baru disuguhkan baik seni maupun budaya, sangat berbeda dengan tahun sebelumnya,” ungkap Yudi.

Acara yang termasuk baru digelar tahun ini adalah Festival Aku Wiralodra dan Aku Nyi Endang Darma, Lomba Desain Batik, Visiting Heritage, Lomba Gebuk Bantal, Pekan Busana Batik, Pasar Seni, Festival Kuliner dan Festival 1.000 Gadis Ngarot.  Kepanitiaan melibatkan jumlah cukup fantastis, yaitu 650 orang dari 11 unsur pelaksana seperti OPD, OKP dan lain-lain. 

Sumber: k2911fm.com
Share:

Selasa, 08 September 2015

Menggali Kebudayaan Melalui Kuliner Tradisional bersama Lises Unpad

Sebagai wujud kepedulian pada kebudayaan Sunda, Lingkung Seni Sunda Universitas 

Padjadjaran menggelar acara Warisan Kuliner Jawa Barat 2015 (WKJB 2015). Sebuah acara yang 

berusaha menggali kebudayaan melalui kuliner tradisional dengan tiga rangkaian kegiatan yaitu 

Pasanggiri Dokumentasi Budaya antar SMA se-Jawa Barat, Seminar, dan Bazar Kuliner. Puncak dari 

rangkaian acara WKJB 2015 ini diselenggarakan pada Senin (7/9) di Auditorium Bale Santika dan 

Gerbang lama Unpad Jatinangor.



Acara telah dimulai sejak bulan Agustus lalu yaitu saat pembukaan Pasanggiri Dokumentasi 

Budaya, dimana seluruh peserta mengirimkan karya tulisnya dalam bentuk essay dan melalui tahap 

penjurian. Setelah perdana dilaksanakan pada tahun lalu, Pasanggiri Dokumentasi Budaya pada tahun ini 

mengambil tema “Makanan Tradisional Jawa Barat”. Sepuluh karya dipilih sebagai finalis dan harus 

melalui babak selanjutnya yaitu Final Pasanggiri Dokumentasi Budaya yang diadakan pada Senin, 7 

September 2015, untuk memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat, Piala Dinas Pariwisata dan 

Kebudayaan Jawa Barat, dan Piala Walikota Bandung.

Sepuluh finalis Pasanggiri Dokumentasi Budaya adalah perwakilan dari SMAN 12 Garut, tiga tim 

SMAN 1 Jatiwangi, dua tim SMAN 1 Majalengka, SMAN 2 Tasikmalaya, SMA PGRI Subang, SMA Al-

Ma'soem dan SMAN 1 Jatinangor. Karya Ilmiah peserta dipresentasikan di depan tiga juri yang menilai 

berdasarkan berbagai aspek penilaian. Babak Final Pasanggiri Dokumentasi Budaya ini dimeriahkan 

dengan penampilan Tari Topeng Cirebon Khas Slangit hasil dokumentasi budaya Lises Unpad.

Setelah presentasi finalis, selanjutnya diadakan Seminar “Menggali Kebudayaan Melalui Kuliner 

Tradisional” yang menghadirkan dua pembicara yaitu Santhi H. Serad, M.Sc. selaku pendiri dan ketua 

ACMI (Aku Cinta Masakan Indonesia) dan Rimbo Gunawan, M.A., Dosen Antropologi Unpad. Seminar ini 

dimeriahkan dengan penampilan dari Rampak Kendang Lises Unpad. Acara terbuka untuk mahasiswa 

dan masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Ketertarikan masyarakat terhadap makanan tradisional 

terlihat dari banyaknya peserta seminar serta antusiasme mereka yang tinggi di sesi tanya jawab.

“Ragam kuliner khas Jawa Barat dapat dilihat dari segi rasa, cara membuat, juga aspek sosialnya; 

bagaimana itu dimasak, disajikan, dan dikonsumsi. Itu yang membuat menarik dan semua hal itulah 

yang menjadi kekayaan kita. Sayangnya, semua hal tersebut selama ini kurang diangkat,” ujar Rimbo 

selaku pembicara seminar. Dengan Pasanggiri Dokumentasi Budaya yang diselenggarakan Lises Unpad, 

diharapkan dapat membantu mempopulerkan kebudayaan Jawa Barat yang dianggap Rimbo kurang 

“diangkat”.

“Untuk dapat lebih mengekspos hal tersebut, kita dapat memulainya dengan membiasakan 

makan makanan rumah yang resepnya diturunkan dari orangtua pada kita, karena tak kenal maka tak 

saying,” lanjutnya. 

Rangkaian acara WKJB 2015 juga menghadirkan Bazar Kuliner. Sebanyak 18 stan yang menjual 

berbagai kuliner berjajar menghiasi Gerbang Lama Unpad Kampus Jatinangor. Bazar kuliner dibuka sejak 

pukul 09.00 hingga 17.00. Bazar dimeriahkan dengan adanya mini stage yang menyediakan alat musik 

untuk menghibur dan meramaikan suasana bazar. 

Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang pasanggiri dokumentasi budaya. Pasanggiri ini 

dimenangkan oleh SMAN 12 Garut sebagai Juara I dengan tema “Humut Masakan Tradisional Sunda”, 

disusul oleh SMAN 1 Majalengka sebagai Juara II, dan Juara III oleh SMAN 2 Tasikmalaya.
Share:

Selasa, 25 Agustus 2015

Jadwal Keberangkatan Calon Jemaah Haji Asal Indramayu Tahun 2015

Berikut Adalah Jadwal Pemberangkatan
Calon Jemaah Haji Kabupaten Indramayu
Tahun 1436 H/ 2015 M


Sumber: http://bit.ly/1KLuk5P

Share:

Jumat, 24 Juli 2015

Puluhan Perusahaan di Kabupaten Indramayu Diduga Nakal

Puluhan perusahaan swasta di Kabupaten Indramayu disebut Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu tidak kooperatif. Akibatnya, Dinsosnakertran menduga ada ratusan tenaga kerja yang dirugikan.

"Puluhan perusahaan nakal itu tidak pernah melaporkan peraturan perusahaan sehingga kami pun tidak tahu berapa jumlah karyawan, tidak tahu upah yang diberikan, dan lain-lain," ucap Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Suharjo, Jumat (24/7/2015).

Selama ini, pihaknya selalu melakukan pendekatan kepada perusahaan nakal tersebut, tetapi mereka tidak kooperatif.

"Kami datangi tidak ditanggapi, panggilan tidak direspons. Misalnya saja, PT Gajah Asri Pilangsari Jatibarang, PT Maman Mastika, Hotel Wiwi Perkasa, Hotel Garuda, diler motor Permata Jalan Jenderal Sudirman, Catur Karya Manunggal anak perusahaan PT Polytama, dan diler Tridyaja Motor," tuturnya.

Bahkan, menurut dia, diler motor Permata di Jalan Sudirman Kecamatan/Kabupaten Indramayu yang sudah sekitar 10 tahun berdiri tidak kooperatif terhadap dinas.

Dia khawatir hak-hak ratusan karyawan dari puluhan perusahaan nakal tersebut tidak dipenuhi. "Mengenai sanksi atas puluhan perusahaan yang tak kooperatif itu, itu bukan kewenangan saya, melainkan pengawas PNS," ujarnya.

Sementara itu, Pegawai Pengawasan Ketenagakerjaan Dinsosnakertran Febrianto mengungkapkan, sejauh ini perusahaan-perusahaan di Kabupaten Indramayu cukup kooperatif.

Dia menyebutkan, hanya diler motor Permata yang sudah mendapatkan teguran dua kali, sedangkan yang lainnya hanya sampai teguran pertama kemudian kooperatif.

Dalam penindakan, Febri mengatakan, pihaknya mengutamakan pendekatan pembinaan. Namun, jika selama pembinaan tidak patuh, baru kemudian dia mengeluarkan teguran.

"Jika melanggar, diberi nota 1, 2, dan 3. Ketika tiga kali tidak dilaksanakan, kami akan membuat laporan kejadian untuk ditindaklanjuti penyidik PNS," katanya.

Febri menjelaskan, adapun yang sering diadukan karyawan adalah mengenai jam kerja, lembur, upah, peraturan perusahaan. "Kebanyakan masalah jam kerja, lembur, dan Jamsostek," ucapnya.

Menurut dia, setiap perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku. Jika masalahnya berkaitan dengan upah, ungkapnya, itu termasuk pelanggaran pidana yang hukumannya maksimal 4 tahun penjara.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pengawasan Perusahaan, kata Febri, perusahaan yang memiliki minimal 10 karyawan wajib mempunyai peraturan perusahaan.

Oleh karena itu, dia mengimbau perusahaan-perusahaan dengan ketentuan itu agar mematuhinya dan melapor ke Dinsosnakertan.

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Bursa Kerja (Job Fair) 2015 di Indramayu

Pada tanggal 28 sampai 30 Juli 2015 akan diselenggarakan bursa kerja (job fair) di alun-alun Kabupaten Indramayu. Info lain terkait job fair bisa lihat pada gambar dibawah ini.


Ketentuan :
  • Surat lamaran 
  • CV/ Riwayat hidup (ketik)
  • Foto copy ijasah & sertifikat 
  • KTP atau Kartu Keluarga.
  • Pas foto warna uk. 3 x 4 atau 4 x 6 (background bebas).
  • Semua dokumen tersebut diatas diklip & dibawa sebanyak-banyaknya
  • Pendidikan minimal SMA/SMK s/d S2 semua jurusan.
  • Pria/wanita usia maks 37 thn.
  • Pakaian bebas & rapih.


Bursa kerja (Job fair) akan di selenggarakan pada Pkl: 09:00 - 17:00 WIB

Share:

Minggu, 05 Juli 2015

Jalan By Pass Widasari Minim Penerangan

Jalan by pass Widasari minim dengan penerangan. Padahal, di sepanjang ruas jalan ini terdapat lampu penerangan jalan umum (PJU). Sayangnya kondisi semua PJU itu rusak. Kondisi ruas jalan tersebut pun rawan kecelakaan karena gelap gulita.

"Sudah tiga tahun lampu PJU-nya mati, tapi tidak ada perbaikan. Padahal sudah banyak yang celaka dan banyak juga yang meninggal dunia," ujar kuwu Widasari, H Saepudin.

Di malam hari kata Saepudin ruas jalan itu hanya diterangi lampu dari kediaman warga dan kendaraan yang melintas. Padahal ruas itu merupakan bagian dari jalur pantura yang akan digunakan akses arus mudik dan balik.

Saepudin mengaku, dirinya sudah berulang kali mengajukan perbaikan PJU ke dinas terkait. Sayangnya, hingga kini usulah yang disampaikan berulang kali itu tak mendapatkan tanggapan. Hal senada yang diungkapkan Tarjo yang merupakan warga setempat.

Menurut Tarjo, kecelakaan kerap terjadi di kawasan itu karena penglihatan pengendara terbatas. Kediamannya yang tak jauh dari tepi jalan membuat dirinya kerap menyaksikan kecelakaan lalu lintas. "Sudah banyak korban, kami berharap kepada pemkab terutama dinas terkait untuk secepatnya memperbaiki lampu yang mati. Apalagi sebentar lagi mudik," kata Tarjo

Sumber: koran radar 4 Juli 2015
Share:

Sabtu, 04 Juli 2015

Pelanggang PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu Diminta Berhemat

Dampak kekeringan di Kabupaten Indramayu tak hanya dirasakan petani. Pelanggan PDAM Tirta Darma Ayu (TDA) juga terancam tak mendapatkan aliran air. Penyebabnya, beberapa sungai yang selama ini menjadi sumber air baku PDAM seperti sungai Cimanuk dan sungai Cipanas di Kecamatan Losarang mengalami penurunan debit air.

Imbasnya, pasokan dan produksi air PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu yang selama ini mengandalkan air bakunya dari dua sungai tersebut ikut terpengaruh. "Untuk itu kami minta pelanggan PDAM berhemat air", kata direktur utama PDAM Tirta Darma Ayu, Tatang Sutardi SSos MSi. 

Saat ini beberapa instalasi pengolaan air (IPA) PDAM terpaksa mengurangi kapasitas produksi. Sejalan dengan itu, distribusi air ke konsumen di beberapa kecamatan seperti Indramayu, Pasekan, Losarang dan Kandanghaur mengalami hambatan. Air yang mengalir ke rumah-rumah konsumen menjadi kecil.

Untuk itu, menjaga supaya air bersih yang mengalir ke rumah tetap aman dan ada setiap hari, masyarakat harus menghemat penggunaan dan menggunakan hanya untuk keperluan rumah tangga saja. "Atas ketidaknyamanan ini PDAM Tirta Darma Ayu menyampaikan permohonan maaf jika pelayanan air bersih terganggu selama musim kemarau," ucap Tatang. 

Sumber: koran radar 4 Juli 2015
Share:

Kamis, 02 Juli 2015

Kabupaten Indramayu Diklaim Bebas Peredaran Daging Celeng

Maraknya peredaran daging celeng di sejumlah daerah, membuat instansi terkait di Kabupaten Indramayu terus meningkatkan pengawasannya. Masyarakat pun diminta untuk melapor jika menemukan adanya daging celeng di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Firman Muntako menjelaskan, ada tim khusus dari instansinya yang mengecek keberadaan daging yang dikhawatirkan terkontaminasi daging celeng.
Tujuannya, untuk memastikan agar daging yang beredar di pasaran benar-benar daging yang halal, aman, utuh dan sehat (HAUS). ''Sampai saat ini belum ada laporan adanya daging celeng,'' ujar Firman, Kamis (2/7).

Kasi Keswan Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, Dian Daju, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke kios-kios resmi yang ada di sejumlah pasar.
Di antaranya Pasar Baru Indramayu, Pasar Haurgeulis dan Pasar Karangampel. ''Dari pantauan kami, tidak ditemukan ada daging celeng yang dijual di pasaran,'' tegas Dian.

Namun Dian menyatakan, pihaknya berharap masyarakat turut berperan aktif dalam pengawasan peredaran daging celeng. Jika menemukan ada daging celeng, maka diminta untuk segera melaporkan kepada pihaknya. 

Sumber: republika.co.id
Share:

Toko Kaca di Kepandean Indramayu Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai 1 Miliar

Sebuah toko kaca di Jalan Letjend Suprapto No 237 Kelurahan Kepandean Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu milik Said (55) warga kelurahan Lemahmekar Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu, Kamis (2/7) pagi, ludes terbakar.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Peristiwa kebakaran yang sempat menggegerkan warga tersebut diduga akibat korsleting listrik yang ada di dalam sebuah toko ketika sang pemiliknya tidak ada di tempat.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran itu semula diketahui oleh warga setempat yakni Ali. Ketika itu, Ali yang hendak pergi salat Subuh saat di lokasi kejadian  tiba-tiba saja dikagetkan dengan kobaran api yang berasal di sebuah toko kaca milik Said.

Melihat itu, kemudian Ali menghubungi pemilik toko dan pemadam kebakaran serta pihak kepolisian. Ali sempat mencoba memadamkan api tersebut dengan dibantu warga setempat.

Namun usahanya gagal, kobaran api yang kian membesat itu dalam waktu yang singkat langsung menyambar seluruh barang barang yang ada di toko. Akibatnya, bangunan dan barang-barang korban pun ludes terbakar

Sementara itu, kobaran api yang besar tersebut baru bisa dipadamkan dua jam setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian.

Menurut Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, melaui Kapolsek Indramayu, AKB Budiyanto didampingi Kanit Reskrim, Aiptu A Heri mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa kebakaran tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian.

“Berdasarkan keteragan sementara, peristiwa kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik yang ada di dalam toko ketika sang pemiliknya tidak ada di tempat.”

“Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, namun akibat peristiwa kebakaran itu  korban ditaksir menderita kerugian sekitar Rp 1 miliar.

Sumber: fajarnews.com
Share:

Gaji ke-13 PNS Indramayu Cair

Para pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Indramayu akhirnya bisa bernafas lega. Gaji ke-13 yang telah mereka nantikan akhirnya cair, Kamis (2/7).

Pencairan gaji ke-13 itu berlaku untuk semua PNS. Berdasarkan data dari Bagian Keuangan Setda Indramayu, khusus untuk PNS di lingkungan Setda Indramayu gaji ke-13 mulai dari Sekda, staf ahli, asisten, Kabag, Kasubag, hingga staf itu totalnya mencapai Rp 872.262.000.

''Alhamdulillah, gaji 13 yang sangat dinantikan selama satu tahun ini akhirnya cair,'' kata seorang PNS, Eni Nuraeni.

Eni mengatakan, keberadaan gaji ke-13 itu sangat bermanfaat bagi para PNS. Apalagi, saat ini menjelang lebaran Idul Fitri.

Hal senada diungkapkan seorang PNS lainnya, Agus. Dia mengaku sangat menantikan cairnya gaji ke-13 untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya di tahun ajaran baru ini.

''Anak saya tahun ini masuk SMA, butuh biaya besar. Alhamdulillah dengan gaji ke-13 ini beban saya jadi berkurang,'' tandas Agus.

Sumber: republika.co.id
Share:

Rabu, 01 Juli 2015

Pemkab Indramayu Izinkan Mobil Dinas Buat Mudik

Di tengah pro kontra penggunaan kendaraan dinas buat mudik, pemkab Indramayu menegaskan bahwa kendaraan dinas boleh dipakai buat mudik lebaran tahun 1436 H ini. Hal tersebut dikatakan Sekda Indramayu, H Ahmad Bachtiar SH, Selasa (30/6), di ruang kerjanya.

Dikatakan Bachtiar, sesuai dengan pernyatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi, kendaraan dinas memang diperbolehkan buat mudik. Sekda mengaku sangat mendukung kebijakan ini. Pasalnya tidak semua pejabat memiliki mobil pribadi. Begitu juga bagi karyawan yang menggunakan motor dinas.

“Silakan saja kendaraan dinas dipakai buat mudik pada saat lebaran nanti. Yang penting bensin (bahan bakar), oli, dan pemeliharaan lainnya jangan menggunakan uang negara, tapi pakai duit pribadi,” tandas Sekda.

Sekda berharap melalui kebijakan ini maka akan membantu para pejabat maupun PNS yang akan mudik, sehingga mereka juga diharapkan cepat kembali ketika sudah memasuki hari kerja pasca lebaran nanti.

Kebijakan tentang dibolehkannya penggunaan kendaraan dinas buat mudik ternyata juga disambut positif kalangan PNS di lingkungan pemkab Indramayu. Menurut Deni Sanjaya, salah seorang PNS, penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran wajar saja dilakukan. Apalagi di lingkungan pemkab Indramayu mungkin tidak banyak pejabat yang mudik jauh, karena sebagian besar orang lokal.

Disamping itu, ketika mobil dinas dibawa mudik maka akan lebih aman. Karena kalau ditinggal mudik justru sangat rawan untuk terjadinya pencurian. “Daripada kendaraan dinas ditinggal tidak ada manfaatnya, ya saya setuju kalau dipakai mudik. Karena kalau ditinggal mudik justru sangat rawan untuk terjadinya pencurian,” katanya. 

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Pengiriman Uang TKI di Indramayu Naik 60 Persen Saat Bulan Ramadhan

Nilai pengiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Indramayu melalui Kantor Pos mengalami kenaikan sekitar 60% selama Ramadan dari rata-rata pengiriman uang TKI hari biasa yang mencapai Rp1,5-Rp2 miliar per hari.

Besarnya nilai kiriman uang dari TKI di Kabupaten Indramayu diperkirakan karena mendekati Idulfitri dan akan datangnya tahun ajaran baru di sekolah sehingga membuat peningkatan nilai pengiriman uang naik signifikan.

Humas Kantor Pos Cabang Indramayu Tiarsa Wahyudin mengatakan jika dilihat berdasarkan jumlah transaksi, pengiriman uang dari TKI asal Indramayu juga mengalami peningkatan sekitar 30%-40% dibanding hari biasa.

Dia menuturkan momentum Ramadan yang berdekatan dengan tahun ajaran baru membuat para TKI mengirimkan uang lebih besar untuk keluarganya di Indramayu sehingga peningkatan pengiriman uang Ramadan kali ini lebih besar dari Ramadan tahun lalu.

“Pengiriman uang didominasi oleh TKI Indramayu yang bekerja di Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab,” katanya kemarin.

Aris mengungkapkan sejumlah TKI yang bekerja di negara asia lainnya seperti Taiwan, Hongkong dan Jepang juga cukup banyak yang mengirimkan uang dan juga barang selama Ramadan.

“Pengiriman barang dari Indramayu ke sejumlah negara juga mengalami kenaikan seiring naiknya jumlah pengiriman uang dan barang ke Indramayu,” ujarnya. 

Sumber: bisnis.com
Share:

Selasa, 30 Juni 2015

Warga di Desa Kalianyar Gunakan Air Kubangan

Musim kemarau tahun ini mulai dirasakan dampaknya oleh warga di Blok Oyoran, Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Akibat krisis air bersih, mereka terpaksa menggunakan air kubangan yang kotor dan berlumut untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) sehari-hari.

Berdasarkan pantauan, Selasa (30/6), air kubangan tersebut sangat kotor dan berwarna hijau keruh akibat lumut. Dalam kondisi normal, air kubangan tersebut kerap digunakan ternak bebek milik warga untuk berenang.

Setiap pagi dan sore hari, warga di blok tersebut akan beraktifitas di kubangan itu. Di salah satu sisi kubangan, terdapat warga yang mencuci pakaian. Di sisi kubangan yang lain, terdapat warga yang mandi dan menggosok gigi. Di dalam kubangan tersebut, juga terdapat ternak bebek yang sedang berenang. 

Padahal, di sisi kubangan yang lain  adapula warga yang sedang mencuci beras. Akibatnya, air bekas sabun dan deterjen maupun kotoran dari bebek akan tercampur ke dalam beras yang sedang dicuci warga.

"Setiap musim kemarau ya seperti ini," keluh seorang warga di Blok Oyoran, Dawuri (45).

Dawuri mengatakan, warga terpaksa menggunakan air kubangan karena tidak ada lagi air bersih yang bisa mereka gunakan. Pasalnya, air sumur milik warga mulai mengering akibat ketiadaan hujan yang turun dalam sebulan terakhir.

Jikapun ada sumur yang masih menyisakan air, maka air tersebut tetap tak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, air dari sumur itu berasa asin akibat pengaruh interusi air laut. 

Selain menggunakan air di kubangan secara langsung, warga juga akan membawa pulang air kubangan itu dengan menggunakan sejumlah jerigen. Mereka akan membiarkan air tersebut semalaman supaya kotoran yang ada di air akan mengendap di dasar jerigen.

Sumber: republika.co.id
Share:

PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu Siapkan Tanki Keliling Atasi Krisis Air

PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu telah menyiapkan sekitar lima mobil tangki keliling. Direktur Umum (Dirum) PDAM Tirta Darma Ayu, Endang Effendi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar lima mobil tangki keliling untuk daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.

Endang meminta masyarakat di suatu daerah yang mengalami krisis air bersih tak ragu untuk meminta bantuan pasokan air bersih dari PDAM. Namun, permintaan itu harus dilakukan secara tertulis dan resmi oleh kuwu (kepala desa) masing-masing.

''Pengajuan secara tertulis itu dimaksudkan untuk tertib administrasi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,'' tandas Endang. 

Sebelumnya, warga mengeluhkan kekeringan melanda desa Kalianyar, Indramayu. Darinih (46 tahun), warga desa tersebut mengaku terpaksa menggunakan air kubangan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Darinih menambahkan, setiap pagi dan sore, dia dan keluarganya akan mandi dan mencuci pakaian di kubangan tersebut. Setelah itu, dia membawa air kubangan itu untuk dibawa pulang ke rumah dengan menggunakan sejumlah jerigen.

Sedangkan untuk minum dan memasak, Darinih mengaku harus membelinya dari warga lain yang sudah memasang ledeng. Untuk setiap satu jeriken kecil, dia harus merogoh uang Rp 500. Namun, air ledeng di rumah warga pun tidak mengalir dengan lancar.

Sumber: republika.co.id
Share:

Dua TKI Asal Kabupaten Indramayu Tewas di Luar Negeri

Dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Indramayu tewas saat bekerja di luar negeri. Kematian kedua korban itu diduga akibat kecelakaan kerja di tempat kerjanya masing-masing.

Kedua TKI itu adalah Sopan Sopiyan (34 tahun), warga Desa Telukagung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu dan Solihin (34 tahun), warga Kelurahan Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Sopan tewas saat bekerja di Korsel, sedangkan Solihin tewas di Malaysia.

Pihak otoritas di Korsel dalam surat pengantarnya menyatakan bahwa korban merupakan seorang tenaga buruh konstruksi yang tewas saat bekerja. Pihak BNP2TKI yang mendampingi keluarga korban kemudian langsung memberikan hak-hak korban seperti asuransi, gaji dan uang pemakaman kepada ahli warisnya.

Sementara itu, untuk korban Solihin, meski sudah bisa menerima nasib yang dialami korban, namun pihak keluarga masih mempertanyakan penyebab pasti kematian korban.

Salah seorang keluarga korban Solihin, H Helmi, mengatakan, pihak keluarga memperoleh informasi kematian korban akibat terjatuh dari sebuah gedung lantai 12 di Malaysia.

Sumber: republika.co.id
Share:

Senin, 29 Juni 2015

Perusahaan di Kabupaten Indramayu Wajib Bayar THR H-7

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaker) telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang mewajibkan seluruh perusahaan membayar tunjangan hari raya (THR) bagi para karyawannya. Instansi itu juga membuat Posko Pengaduan terkait masalah tersebut.

''THR harus dibayarkan paling lambat  H-7 Idul Fitri,'' ujar Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Daddy Haryadi.

Daddy mengatakan, dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa karyawan yang telah bekerja minimal 12 bulan, berhak menerima THR sebesar 100 persen (1 kali gaji). Sedangkan untuk karyawan yang baru bekerja kurang dari 12 bulan, maka berhak menerima THR sebesar 50 persen dari gaji.

Saat ini SE tersebut telah disebar ke seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Indramayu. Diharapkan, perusahaan menyiapkan pembayaran THR itu sejak sekarang.

Daddy menambahkan, pihaknya juga membuat Posko Pengaduan THR, yang dijaga oleh petugas setiap hari. Pekerja yang merasa tidak menerima THR sesuai ketentuan dari perusahaannya masing-masing bisa mengadukannya ke posko tersebut.

''Di posko itu ada petugas yang berjaga 1X24 jam,'' terang Daddy.
  
Sumber: republika.co.id
Share:

Ini Kawasan Rawan Kejahatan di Wilayah Indramayu

Polres Indramayu bakal menebar personil di sejumlah titik rawan aksi kejahatan di jalur utama Pantura maupun alternatif menjelang arus Mudik Idulfitri 2015.

Pemudik yang akan melintas jalur Pantura maupun jalur alternatif di Kabupaten Indramayu Jawa Barat juga diimbau berhati-hati dan tidak beristirahat di sembarang tempat.

Kapolres Indramayu AKBP Wijonarko mengatakan patroli kepolisian akan ditingkatkan selama musim Mudik 2015 dan pengamanan bakal diberlakukan secara terbuka sampai pengamanan tertutup.

“Target dari pengetatan pengamanan jalur agar pemudik yang melintas di Kabupaten Indramayu bisa nyaman dan aman,” katanya, Senin (29/6/2015).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jalur rawan di Kabupaten Indramayu yang kerap terjadi pencurian, pembegalan dan penjambretan berada di Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng, jalur Pantura Widasari-Lohbener, Jalan Soekarno Hatta-Indramayu, Jalan Raya Tambi Sliyeg, jalur Cikamurang, jembatan sewo Kecamatan Sukra hingga Jalan Raya Cadangpinggan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu. 

Sumber: bandung.bisnis.com
Share:

Jumat, 26 Juni 2015

Kabupaten Indramayu Kekurangan Tempat Pembuangan Akhir Sampah

Kabupaten Indramayu dengan kondisi geografis yang cukup luas, ternyata saat ini hanya memiliki dua buah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, yaitu TPA Pecuk di Kecamatan Sindang dan TPA Kertawinangun yang merupakan pindahan dari Haurgeulis.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indramayu, Drs Trisna Hendarin MSi mengatakan, kondisi ini jauh dari ideal. Meskipun demikian pihaknya terus berupaya untuk memaksimalkan kondisi yang ada saat ini.

Dikatakan Trisna, idealnya Kabupaten Indramayu yang terdiri dari 31 kecematan dengan geografis yang cukup luas harus memiliki lima buah TPA. Akibat keterbatasan ini, sampah dari wilayah yang cukup jauh seperti Jatibarang dan Karangampel terpaksa harus dibuang ke TPA Pecuk di Kecamatan Sindang.

Trisna mengakui kalau untuk membuat kawasan TPA memang dibutuhkan lahan yang luas dan biaya yang sangat besar. “Untuk sementara kita memang terus memaksimalkan dua TPA yang kita miliki. Meskipun demikian, kedepan kita akan berupaya untuk melakukan perluasan, mengingat volume sampah yang terus meningkat,” ujar Trisna, Kamis (25/6).

Trisna mengatakan, masalah pengelolaan sampah memang merupakan hal penting yang harus diperhatikan, untuk menunjang penilaian Adipura. Untuk itulah ia juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, masyarakat juga akan terus dibina, agar mulai melakukan pemilahan sampah antara sampah organik dan non organik.

Untuk masalah pemilahan sampah, Trisna mengaku bangga karena saat ini sudah ada kelompok masyarakat yang mendirikan Bank Sampah. Diantaranya kelompok masyarakat peduli lingkungan yang ada di Brondong dan Cangkring. “Melalui Bank Sampah inilah, masyarakat bisa menghasilkan uang dari sampah yang mereka setorkan ke bank sampah,” tandasnya.

Di samping itu, tambahnya, saat ini juga mulai dilakukan pemanfaatan sampah organik menjadi biogas. Dari biogas tersebut ternyata bisa dimanfaatkan untuk energy listrik.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Rabu, 24 Juni 2015

Jadi Bandar Judi Kuclak, Lurah Desa di Indramayu Dibekuk

Seorang lurah desa merangkap sebagai bandar judi kuclak (dadu) bersama dua pemainnya ditangkap anggota Unit 1 Satreskrim Polres Indramayu, Rabu (24/6/2015). Dari tangan ketiganya, petugas menyita barang bukti satu set alat permainan judi kuclak, termasuk lima batang lilin serta uang pasangan sebesar Rp 305.000.

Ketiga pejudi itu adalah bandar judi kuclak yang juga sebagai lurah desa berinisial Ras alias Komleng (45), warga Desa Lanjan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, dan dua pemainnya, yakni Ron alias Pitak (31 tahun), asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, serta Di alias Cileng (32), penduduk Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Untuk proses selanjutnya, ketiga orang ini masih menjalani pemeriksaan polisi.

Sebelumnya, tiga orang, yaitu Har alias Ato (35) dan MH alias Kamad (17), warga Desa Sliyeglor, Kecamatan Sliyeg dan Sam (31), asal Desa Lemahayu, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu pun diciduk polisi karena tepergok menggelar pemainan judi tersebut dengan menggunakan pasangan uang hingga ratusan ribu rupiah.

Perihal itu dibenarkan oleh Kapolres Indramayu Wijonarko melalui Kasatreskrim Niko N Adi Putra. Menurut Niko, mereka bermain judi jenis kuclak sengaja dilakukan atas kesepakatan bersama dengan menggunakan taruhan uang. Dari pasangan uang itu, mereka berharap akan mendapatkan kemenangan yang pada umumnya bergantung pada untung-untungan dari permainan itu.

Namun, saat mereka menggelar permainan judi kuclak di sebuah pekarangan kosong milik warga, bandar dan dua pemainnya tertangkap tangan oleh jajarannya. Kendati beberapa pemasang lainnya kabur dari sergapan polisi yang datang ke tempat tersebut.

Hanya, seorang bandar yang notabene sebagai lurah desa serta dua pemain lainnya dapat diamankan. Dari tangan mereka pun, disita 1 buah blong warna hitam, 1 buah piringan warna putih, 3 buah dadu yang masing-masing bergambar enam macam binatang, 1 lembar lapak bergambar enam macam binatang yang sama dengan gambar dadu, 7 batang lilin serta uang pasangan judi sebesar Rp 305.000.

Penangkapan itu berawal saat jajarannya melakukan kegiatan rutin berupa operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukum Indramayu pada bulan Ramadan ini. Saat dalam perjalanannya, mendapatkan laporan jika di salah satu pekarangan kosong milik warga di Blok Jemeti Lojok, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea ada sekelompok orang yang sedang menggelar permainan judi kuclak secara sembunyi-sembunyi.

Seusai mendapat informasi berharga itu, kemudian petugas meluncur mendatangi lokasi yang disebutkan untuk mengecek kebenarannya. Tiba di lokasi, petugas melihat ada sekelompok orang tengah asyik bermain judi kuclak dengan taruhan uang dengan diterangi beberapa buah lilin. Polisi pun langsung melakukan penggerebekan hingga akhirnya mengamankan ketiganya, termasuk menyita barang bukti.

Di hadapan polisi, para pemain mengakui perbuatannya. Akibat perbuatannya, mereka terancam Pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun. 

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Lima Belas Desa di Kabupaten Indramayu Tergolong Desa Rawan Pangan

Lima belas desa di Kabupaten Indramayu tergolong desa rawan pangan yang mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, Pemerintah Kabupaten Indramayu diminta lebih peduli dengan rawan pangan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Koordinator Kelompok Program Lingkungan Bebas Rawan Pangan Tingkat Kabupaten Indramayu, Heri Hasan, Rabu (24/6/2015), mengatakan, sebanyak 15 desa di Kabupaten Indramayu yang mendapat bantuan provinsi dari Pemprov Jabar. Sementara jumlah desa yang tergolong rawan pangan diperkirakan lebih dari itu.

Dia menyebutkan, kelima belas desa itu adalah Desa Tegal Girang Kecamatan Bangodua, Desa Nunuk Kecamatan Lelea, Desa Jatisawit Kecamatan Jatibarang, Desa Arahan Kidul Kecamatan Arahan, dan Desa Dermayu Kecamatan Sindang.

Kemudian, Desa Cantigi dan Desa Cantigi Kulon Kecamatan Cantigi, Desa Cangkok dan Desa Lajer Kecamatan Tukdana, serta Desa Tenajar Lor, Desa Lemah Ayu, dan Tenajar Kecamatan Kertasemaya.

Di samping itu, Desa Dukuh Jati Kecamatan Krangkeng, Desa Dukuh Tengah Kecamatan Karangampel, dan Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener. "Ada 15 desa di 11 kecamatan," ucapnya.

Heri menjelaskan, setiap desa itu terdiri satu kelompok. Dengan demikian, terdapat 15 kelompok masyarakat di Kabupaten Indramayu yang menerima program yang beranggotakan 40-45 balita.

Sasaran program ini, menurut dia, adalah balita dan ibu hamil. Namun, untuk tahun 2015, fokus bantuan untuk penanganan balita yang kurang gizi.

Mengenai besaran bantuan, Heri menyebutkan, anggarannya sebesar Rp 25 juta per desa per kelompok masyarakat. Sementara bentuk bantuannya berupa pemberian makanan tambahan dan pemberian bantuan bibit untuk optimalisasi pemanfaatan lahan.

Menurut Heri, keberadaan balita kurang gizi di berbagai seluruh Jabar menjadi perhatian Pemprov Jabar. Oleh karena itu, Pemprov menyasar ratusan desa di Jabar yang tergolong desa rawan pangan, di antaranya 15 desa di Kabupaten Indramayu.

"Pengategorian desa rawan itu sendiri dilihat dari faktor ekonomi masyarakatnya serta melihat kondisi bayi dan ibu hamil atau menyusui," katanya. Dengan harapan Pemprov Jabar, kata Heri, agar tak ada bayi dan balita yang menderita gizi buruk di Kabupaten Indramayu.

Untuk itu, lanjut Heri, Pemprov Jabar membuat program Lingkungan Bebas Rawan Pangan (Limbas Serangan). Pada tahun ini ada 15 desa yang masuk program tersebut di Kabupaten Indramayu. Jumlahnya meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 12 desa.

Di samping balita kurang gizi, ungkapnya, program Limbas Serangan juga menyasar ibu hamil, terutama yang perekonomiannya lemah. "Program ini diharapkan dapat menyelamatkan balita dan ibu hamil yang kurang gizi," ucapnya.

Namun, yang tak kalah pentingnya dari tujuan program Limbas Serangan adalah mengubah pola pikir masyarakat Jabar agar gemar mengonsumsi makanan lokal yang beragam dan bergizi seimbang. "Bukan hanya mengatasi kurang gizi. Juga pemanfaatan pekarangan rumah masing-masing untuk tanaman produktif," katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu, Warjo, mengaku tidak dilibatkan dalam program luncuran Pemprov Jabar tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya tidak mengetahui pasti jumlah desa dan kelompok penerimanya. "Limbas Serangan merupakan program Pemprov Jabar. Tidak pernah ada koordinasi dari pemprov kepada kami," ucapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak bisa memonitor secara akurat kegiatan di lapangan. "Apakah pengalokasiannya tepat sasaran atau tidak,'' kata Warjo.

Sepengetahuan dirinya, program ini berjalan sejak 2010, tetapi baru masuk Kabupaten Indramayu sejak 2013. Sejak mulai berjalan hingga saat ini, pihaknya tidak mengetahui perkembangan dari program tersebut.

"Nama-nama penerima belum menerima data dari provinsi. Karena bantuan langsung dr provinsi. Tidak pernah ada koordinasi dari pemprov dengan pemkab. Tidak seperti program lainnya," katanya.

Dia meminta Pemprov Jabar agar memberikan informasi dan berkoordinasi apabila ada kegiatan-kegiatan untuk masyarakat Kabupaten Indramayu. Dengan demikian, pihaknya bisa ikut memonitor, mengevaluasi, dan melaporkan perkembangannya.

"Kami juga akan ada pendekatan kepada koordinator agar apabila ada program pemerintah provinsi atau pusat agar memberi tahu kami," tuturnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Perlindungan Terhadap Anak di Kab. Indramayu Masih Rendah

Perlindungan anak di Kabupaten Indramayu dinilai masih rendah. Hal itu terlihat dari minimnya anggaran yang dialokasikan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Indramayu.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Indramayu, Azun Mauzun, mengaku kedatangan jajaran BPPKB Kabupaten Indramayu yang meminta tambahan anggaran di APBD Perubahan sebesar Rp 8.752.900.825. Hal ini meningkat dari anggaran sebelumnya sekitar Rp 5.612.381.000.

Menurut Azun, yang menjadi perhatian dirinya dan anggota Komisi B lainnya adalah dari sekitar Rp 5 miliar, anggaran untuk perlindungan anak hanya sekitar Rp 60 juta. Sementara anggaran yang akan dialokasikan dari APBD Perubahan sebesar Rp 200 juta.

"Kalau dengan dana sekian, bagaimana bisa menangani kasus perlindungan anak, seperti seks di bawah umur dan kekerasan di bawah umur. Berarti selama ini perlindungan terhadap anak sangat kurang," ujarnya seusai pertemuan dengan pihak BPPKB.

Ruswa, anggota Komisi B lainnya, memandang alokasi anggaran untuk advokasi perlindungan anak yang sebesar Rp 64 juta dari sekitar Rp 5,6 miliar tidak wajar.

Kemudian, dari APBD Perubahan untuk advokasi perlindungan anak sekitar Rp 200 juta dari pengajuan sekitar Rp 8,7 miliar. "Tidak wajar, mungkin di bawah 1 persen. Anggaran hanya dialokasikan untuk kasus per kasus. Tidak menyentuh akar masalah," ujarnya

Dia pun menyinggung perihal sosialisasi trafficking, KDRT, dan pornografi dengan sasaran menurunkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak hanya melibatkan 55 orang dalam 1 tahun. Sementara anggaran untuk pengadaan fasilitas mencapai miliaran rupiah.

"Ketika menyentuh sesuatu yang substantif, anggarannya terlalu kecil. Mereka (BPPKB) belum menemukan masalah dan fokus masalah. Kalau sudah menyentuh akar masalah, kami akan perjuangkan minta uang berapa pun," ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Indramayu Muhammad Ali Akbar juga menilai kinerja BPPKB belum berhasil. Kendati jumlah personel BPPKB hanya sekitar 90 orang mencakup 31 kecamatan, kata Ali, mereka harus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. "Udah tenaga sedikit, enggak ada koordinasi," ucapnya.

Sementara mengenai permintaan penambahan anggaran, pernyataan Ali senada dengan Ruswa bahwa hal itu akan dibahas terlebih dahulu. Sementara anggota Komisi B lainnya, yaitu Azun Mauzun dan Mujani menolak dengan tegas.

"Kalau di APBD 2016 akan saya pertimbangkan. Tapi, kalau di APBD Perubahan, tidak. Karena rentan dalam kondisi jelang pilkada," ujar Mujani.

Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia Kabupaten Indramayu Darwini menambahkan, akar masalahnya adalah pernikahan dini sehingga berdampak terhadap kekerasan seksual, prostisusi, trafficking, juga AKI-AKB. Menurut dia, banyak anak yang belum siap menikah berakhir dengan perceraian.

"Tingginya angka perceraian di Indramayu kan faktor utamanya karena pernikahan di bawah umur. Makanya, angka kematian ibu (AKI) di peringkat ketiga setelah Karawang dan Bogor. Sementara angka kematian bayi (AKB) di peringkat kedua," katanya.

Sementara itu, Kepala BPPKB Wahidin mengaku belum berbicara masalah anggaran, tetapi hanya bertukar pemikiran terkait masalah-masalah yang harus segera dipecahkan melalui program. "Kami kerja dengan Komisi B. Bagaimana Komisi B berpikir untuk Indramayu agar usia perkawinan lebih dewasa," ucapnya.

Menurut Wahidin, salah satu aspek penunjang program masalah tentunya anggaran, tetapi yang terpenting adalah komitmen Komisi B untuk mendukung program penanganan masalah-masalah sosial.

"Terutama menekan laju pertumbuhan penduduk yang saat ini masih tinggi. Saat ini TFR (total fertility rate) sebesar 2,56 atau rata-rata ibu melahirkan 2-3 anak. Kami berharap TFR nya bisa 2,0 atau rata-rata ibu melahirkan 2 anak," tuturnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah kasus kekerasan terhadap anak, Wahidin mengaku tidak ingat. Begitu pula dengan realisasi persentase dari anggaran advokasi perlindungan anak yang sekitar Rp 60 juta pada APBD 2015, dia tidak bisa menyebutkannya. "Ada datanya, lupa. Baru sebagian, saya lupa sampai berapa," ucapnya. 

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Polres Indramayu Imbau Warga Tingkatkan Siskamling Saat Ramadan

Polres Indramayu mengingatkan warga agar meningkatkan siskamling saat Ramadan. Ini lantaran angka kriminalitas selama Ramadan cenderung mengalami peningkata dibanding hari biasa.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijanarko mengatakan, selama Ramadan ini aksi kriminalitas kerap mengalami peningkatan. "Kami mengingatkan warga untuk meningkatkan siskamling. Kami juga di kepolisian terus operasi secara rutin guna mengantisipasi kriminalitas," ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (24/6/2015) siang.

Menurutnya, percobaan penjambretan di Jalan Raya Krangkeng, Indramayu, Rabu (24/6/2015) sekitar pukul 10.15 harus menjadi pelajaran. Kasus itu pun, kata dia, menunjukkan jika kejahatan terus mengintai, utamanya di daerah-daerah rawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasnudi (35) dan Saekatun (22) terjatuh dari sepeda motor saat mempertahankan tas yang hendak dijambret orang tak dikenal di Jalan Raya Krangkeng, Indramayu, Rabu (24/6/2015) pukul 10.15.

Akibatnya, Kasnudi mengalami luka serius dan kritis di RSUD Indramayu. Sementara Saekatun meninggal dunia di Puskesmas Krangkeng akibat luka serius di kepalanya.

Saat kejadian, keduanya mengendarai Honda Beat dari arah Cirebon menuju Indramayu. Namun saat di Jalan Raya Krangkeng, sepeda motor mereka dipepet dua lelaki tak dikenal yang mengendarai Suzuki Satria FU.

Tas yang dipegang Saekatun diambil paksa pelaku. Namun Saekatun memperahankannya hingga terjatuh mengenai aspal.

Sumber: jabar.tribunnews.com
Share:

Selasa, 23 Juni 2015

Lowongan Kerja di XL Centre Indramayu

XL Center Indramayu saat ini sedang membuka lowongan kerja untuk posisi: Customer service.

Persyaratan:

– Wanita
– Single (belum menikah)
– Usia Maksimal 24 tahun
– Pendidikan D3 semua jurusan
– Penampilan menarik

Penghasilan yg di dapat :

1. Gaji pokok sesuai Umk
2. Insentif/lembur
3. Bonus apresiasi
4. Bonus tahunan

Sistem jam kerja :
Senin-jumat pkl : 08.00-17.30 ,
Sabtu, pkl : 08-15.00

Kirim surat lamaran langsung ke:
XL Center Indramayu
Jl. Di Panjaitan No 44 B Indramayu
(Samping Navagreen facial)

Lamaran paling lambat tgl 13 juli 2015

Sumber: www.lokercirebon.co.id
Share:

Senin, 22 Juni 2015

Kantin SMPN 1 Gabuswetan Ludes Terbakar

Kantin SMPN 1 Gabuswetan Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu, Senin (22/6), ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun ditaksirkan kerugian mencapai Rp 25 juta.

Peristiwa kebakaran kantin yang sempat menggemparkan pihak sekolah diduga akibat percikan api yang berasal dari bakaran sampah yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui penjaga sekolah. Dia melihat gumpalan asap di dalam sekolah yang disertai dengan percikan api. Melihat itu, ia kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat itu dia melihat ada jilatan api yang merembet di antara kayu-katu bangunan kantin.

Seketika itu dirinya langsung berteriak memanggil para guru. Teriakan itu membuat para guru berdatangan, mereka berusaha langsung untuk mematikan jilatan api yang semakin membesar karena angin besar. Hanya saja usahanya tidak membuahkan hasil, kobaran api itu merambat dan membakar barang-barang yang mudah terbakar di kantin.

Kobaran api bisa dipadamkan setelah petugas polisi dari Polsek Gabuswetan dan tiga unit mobil pemadam kebakaran datang ke TKP setelah mendapatkan laporan dari pihak sekolah.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, melalui Kapolsek Gabuswetan, AKP Rusdi Hayat, membenarkan bahwa telah terjadi kebakaran di wilayah hukum Gabuswetan tepatnya di SMPN 1 Gabuswetan.

"Kobaran api berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian. Beruntung kebakaran ini tidak merembet ke gedung sekolah yang persis berada di sampingnya. Karena api dapat dikuasasi," paparnya.

Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan  dan memeinta keteran dari sejumlah saksi saksi di tempat lokasi kejadian guna untuk mengetahui penyebab pastinya. 

Sumber: fajarnews.com
Share:

Lowongan Kerja di LP3I Indramayu

LP3I Indramayu sedang membutuhkan TENAGA MARKETING. Detail info persyaratan bisa lihat pada gambar dibawah ini.


Jika berminat, batas pengiriman lamaran sampe tanggal 26 Juni 2015. Selamat mencoba

Share:

Senin, 08 Juni 2015

Belasan PJU di Kecamatan Anjatan Tidak Berfungsi

Belasan unit penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Jendral Achmad Yani Kecamatan Anjatan tidak berfungsi. Warga pun resah dibuatnya. Pasalnya, minimnya PJU di sepanjang jalan protokol itu bisa membahayakan warga maupun pengguna jalan di malam hari.

Topik, seorang warga disana mengungkapkan matinya belasan unit PJU yang berada di pinggir jalan maupun mulut gang Desa Anjatan Utara, Anjatan dan Anjatan Baru sepanjang sekitar dua kilometer sudah terjadi secara bertahap sejak setahun lalu. Terakhir, PJU di salah satu gang di Desa Anjatan Utara mati belum lama ini. Akibatnya, lokasi setempat menjadi remang-remang karena hanya mengandalkan beberapa lampu yang berada di teras rumah warga. Kondisi ini dinilai cukup rawan dan berbahaya untuk lalu lintas serta dikhawatirkan muncul kriminalitas seperti begal motor yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Topik mendesak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamana Kab Indramayu secepatnya melakukan perbaikan. Terlebih saat ini menjelang bulan Ramadhan.

Warga lainnya yang bernama Azis mengatakan, matinya PJU sangat membahayakan para pengendara maupun warga yang sedang beraktifitas di jalan raya. Sebab, jalan raya protokol Anjatan termasuk jalur provinsi yang ramai sepeda motor, mobil, bus maupun truk-truk pengangkut material.

Sementara, jalan yang menuju Kecamatan Haurgeulis serta Kecamatan Patrol tersebut hanya tersedia satu jalur dan beberapa titik ruas jalan dalam kondisi rusak berat.

Sumber: koran radar 8 Juni 2015
Share:

Senin, 01 Juni 2015

Ulama di Kecamatan Losarang Desak Razia Pekat Ditingkatkan

Tokoh ulama Kecamatan Losarang, Drs KH Amin Bay MAg mendesak Satpol PP tegas memberantas penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten Indramayu.

Desakan ini lantaran dia melihat belum ada upaya konkrit dari para aparatur penegak peraturan daerah (perda) itu, untuk menjamin rasa aman dan nyaman kepada umat Islam yang dalam waktu dekat akan menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

"Biasanya, momen menjelang bulan puasa seperti sekarang ini Satpol PP gencar razia pekat. Tapi kok sekarang ngga kelihatan. Mudah-mudahan saya salah duga," kata Amin Bay.

Menurut ketua MUI Kecamatan Losarang ini, razia pekat seperti minuman keras maupun prostitusi perlu terus digencarkan. Selain untuk memberikan rasa nyaman umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa, tindakan refrensif dari Satpol PP diharapkan dapat menghapus niatan ormas maupun sekelompok massa untuk bertindak sembarangan memberantas pekat.

Dosen di STIT Al Amin ini khawatir, alih-alih menjaga kenyamanan umat, tindakan massa itu justru malah akan mengganggu kondusivitas daerah yang saat ini sudah terjaga dengan baik. "Maka kita percayakan aparat untuk melakukan tindakan. Kami sangat mendukung dan siap ikut dilibatkan jika memang dibutuhkan," tegas Amin Bay.

Sumber: koran radar 30 Mei 2015
Share:

Sabtu, 30 Mei 2015

Ada Perbaikan Jembatan, Jalur Pantura Kabupaten Indramayu Macet Panjang

Macet terjadi di dua arah karena kontraktor menutup badan jalan arah Jakarta karena Jembatan Bugel di bongkar. Titik macetnya di Desa Bugel, Patrol ekornya sampai Desa Kebomdanas, Kec.Pusakaratu, Kab.Subang sepanjang belasan kilometer.

Petugas Polantas kewalahan mengatur lalu-lintas karena umumnya pengendara tidak sabar.  H.Soma dari Cirebon menuju Pasar Kamis Tangerang nyeletuk, seharusnya Bina Marga memperbaiki jembatan itu jauh hari sebelumnya. “Sebentar lagi kan mau puasa, lalu lintas tambah padat,” katanya.

Pembangunan Jembatan Bugel memakan waktu sekitar sebulan. Selama sebulan itulah Jalur Pantura berpotensi  macet. Karena kontraktor menutup  salah satu ras jalan. Kemacetan bertambah karena kembali ada libur panjang lantaran Selasa 2 Juni libur nasional Hari Raya Waisak.

Sumber: poskotanews.com
Share:

Tujuh Partai Berkoalisi Hadapi Pilkada Indramayu 2015

Tujuh partai politik di kabupaten Indramayu, berkomitmen untuk berkoalisi bersama dalam bingkai semangat perubahan, untuk menghadapi pemilihan umum kepala daerah 9 Desember 2015 mendatang.

Meski kesepakatan secara formal belum diteken, namun proses koalisi bersama ketujuh parpol yang ada di DPRD Indramayu itu, sepakat untuk dikonsolidasikan atau disampaikan kepada kepengurusan parpol-nya masing-masing, hingga ke pimpinan parpol tingkat pusat.

Deklarasi dan kesepakatan koalisi bersama tersebut, digelar di Hotel Handayani, Indramayu, Sabtu (30/5/2015). Dihadiri oleh perwakilan pengurus parpol masing-masing dari tujuh partai yang berkoalisi, yakni, Partai Nasdem, PKB, PDI-P, Hanura, PKS, Partai Demokrat dan Gerindra.

Ketua Tim Parpol Koalisi, Solihin, mengatakan, bahwa koalisi bersama parpol ini, optimistis akan memenangi pilkada Indramayu 9 Desember 2015 mendatang. Dikatakan Ketua Fraksi PKB DPRD Indramayu itu, kalau koalisi bersama itu terwujud hingga pendaftaran ke KPUD pada Juli 2015 nanti.
“Semangat kami adalah semangat masyarakat kabupaten Indramayu, yang ingin terjadinya perubahan kepemimpinan daerah di Indramayu. Kita optimis, dengan koalisi bersama ini, maka perubahan itu akan pasti terwujud,” tegas Solihin.

Sedangkan terkait siapa saja calon yang akan diusung, Hatta, dari Partai Nasdem menambahkan, bahwa koalisi bersama itu belum memutuskan mengenai calon yang diusung. “Nantinya, masing-masing parpol anggota koalisi, akan mengajukan calon untuk diuji bersama dalam mekanisme koalisi ini. Yang pasti kita pilih yang terbaik,” tegas Hatta.

Sementara, perwakilan pengurus DPD PKS Indramayu, Agung Mardianto, mengatakan, diakui meski proses di koalisi bersama ini masih belum ditandatangani secara formal, namun PKS sepakat dengan semangat perubahan Indramayu bersama koalisi bersama tujuh parpol tersebut.

Disinggung soal  apakah PKS nantinya akan mendapatkan restu dari pengurus pusat atau tidak terkait koalisi ini, Agung, menjelaskan, hal itu urusan lain diluar kewenangannya sebagai pengurus di daerah. “Yang pasti semangat perubahan bersama tujuh parpol ini kita bawa ke pusat. Adapun pengurus pusat itu memberi rekomendasi atau tidak, bukan urusan kami, itu urusannya pusat,” jelas Agung.

Sementara itu, pertemuan koalisi bersama ketujuh parpol itu yang didukung juga oleh Partai Nasdem, H. Eryani Sulam, Sekretaris DPD Nasdem Indramayu,  menambahkan, bahwa ternyata dengan koalisi bersama, semangat kader parpol-parpol cukup menggebu dan antusias. Karena parpol juga sepakat dengan rakyat yang menginginkan perubahan.

“Pasalnya, selama ini yang lama  hasilnya begitu-begitu saja, dan rakyat sudah tidak percaya. Sehingga pertemuan koalisi bersama tujuh parpol di Indramayu ini, telah membuktikan, bahwa tidak hanya Nasdem, tapi partai-partai di Indramayu ini juga memberikan jaminan kepada rakyat, untuk sebuah perubahan yang lebih baik,” imbuh Eryani Sulam, yang juga anggota DPRD Provinsi Jabar ini

Sumber: ciumanuk.com
Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support