Selasa, 08 September 2015

Menggali Kebudayaan Melalui Kuliner Tradisional bersama Lises Unpad

Sebagai wujud kepedulian pada kebudayaan Sunda, Lingkung Seni Sunda Universitas 

Padjadjaran menggelar acara Warisan Kuliner Jawa Barat 2015 (WKJB 2015). Sebuah acara yang 

berusaha menggali kebudayaan melalui kuliner tradisional dengan tiga rangkaian kegiatan yaitu 

Pasanggiri Dokumentasi Budaya antar SMA se-Jawa Barat, Seminar, dan Bazar Kuliner. Puncak dari 

rangkaian acara WKJB 2015 ini diselenggarakan pada Senin (7/9) di Auditorium Bale Santika dan 

Gerbang lama Unpad Jatinangor.



Acara telah dimulai sejak bulan Agustus lalu yaitu saat pembukaan Pasanggiri Dokumentasi 

Budaya, dimana seluruh peserta mengirimkan karya tulisnya dalam bentuk essay dan melalui tahap 

penjurian. Setelah perdana dilaksanakan pada tahun lalu, Pasanggiri Dokumentasi Budaya pada tahun ini 

mengambil tema “Makanan Tradisional Jawa Barat”. Sepuluh karya dipilih sebagai finalis dan harus 

melalui babak selanjutnya yaitu Final Pasanggiri Dokumentasi Budaya yang diadakan pada Senin, 7 

September 2015, untuk memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat, Piala Dinas Pariwisata dan 

Kebudayaan Jawa Barat, dan Piala Walikota Bandung.

Sepuluh finalis Pasanggiri Dokumentasi Budaya adalah perwakilan dari SMAN 12 Garut, tiga tim 

SMAN 1 Jatiwangi, dua tim SMAN 1 Majalengka, SMAN 2 Tasikmalaya, SMA PGRI Subang, SMA Al-

Ma'soem dan SMAN 1 Jatinangor. Karya Ilmiah peserta dipresentasikan di depan tiga juri yang menilai 

berdasarkan berbagai aspek penilaian. Babak Final Pasanggiri Dokumentasi Budaya ini dimeriahkan 

dengan penampilan Tari Topeng Cirebon Khas Slangit hasil dokumentasi budaya Lises Unpad.

Setelah presentasi finalis, selanjutnya diadakan Seminar “Menggali Kebudayaan Melalui Kuliner 

Tradisional” yang menghadirkan dua pembicara yaitu Santhi H. Serad, M.Sc. selaku pendiri dan ketua 

ACMI (Aku Cinta Masakan Indonesia) dan Rimbo Gunawan, M.A., Dosen Antropologi Unpad. Seminar ini 

dimeriahkan dengan penampilan dari Rampak Kendang Lises Unpad. Acara terbuka untuk mahasiswa 

dan masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Ketertarikan masyarakat terhadap makanan tradisional 

terlihat dari banyaknya peserta seminar serta antusiasme mereka yang tinggi di sesi tanya jawab.

“Ragam kuliner khas Jawa Barat dapat dilihat dari segi rasa, cara membuat, juga aspek sosialnya; 

bagaimana itu dimasak, disajikan, dan dikonsumsi. Itu yang membuat menarik dan semua hal itulah 

yang menjadi kekayaan kita. Sayangnya, semua hal tersebut selama ini kurang diangkat,” ujar Rimbo 

selaku pembicara seminar. Dengan Pasanggiri Dokumentasi Budaya yang diselenggarakan Lises Unpad, 

diharapkan dapat membantu mempopulerkan kebudayaan Jawa Barat yang dianggap Rimbo kurang 

“diangkat”.

“Untuk dapat lebih mengekspos hal tersebut, kita dapat memulainya dengan membiasakan 

makan makanan rumah yang resepnya diturunkan dari orangtua pada kita, karena tak kenal maka tak 

saying,” lanjutnya. 

Rangkaian acara WKJB 2015 juga menghadirkan Bazar Kuliner. Sebanyak 18 stan yang menjual 

berbagai kuliner berjajar menghiasi Gerbang Lama Unpad Kampus Jatinangor. Bazar kuliner dibuka sejak 

pukul 09.00 hingga 17.00. Bazar dimeriahkan dengan adanya mini stage yang menyediakan alat musik 

untuk menghibur dan meramaikan suasana bazar. 

Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang pasanggiri dokumentasi budaya. Pasanggiri ini 

dimenangkan oleh SMAN 12 Garut sebagai Juara I dengan tema “Humut Masakan Tradisional Sunda”, 

disusul oleh SMAN 1 Majalengka sebagai Juara II, dan Juara III oleh SMAN 2 Tasikmalaya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Definition List

Unordered List

Support