Senin, 05 Desember 2016

Acara Coastal Cleanup di Indramayu Menyambut HUT Pertamina ke-59

Dalam rangkat Pertamina HUT Pertamina ke-59 bakalan ada acara Coastal Cleanup yang ingin mengundang para komunitas-komunitas pecinta alam di sekitaran indramayu untuk dapat menghadiri acara ini yang nantinya akan membersihkan sampah di Pantai Karangsong, Balongan Indramayu. Satu komunitas bisa diikuti minimal 20 orang.

Sambil membersihkan sampah sambil melakukan yel2 yang menarik...dan yel2 yang menarik akan dilombakan dan dapat hadiah medali & barang senilai jutaan Rupiah. Peserta lomba (Lomba Melukis di kanvas & tong sampah) coastal clean up akan diberikan kaos gratis.

Oia, untuk mengikuti acara ini para peserta lomba tidak dipungut biaya, gratisssss :)

Acara bakal digelar pada hari Sabtu, tanggal 10 Desember 2016 mulai Pkl 07.30 WIB sampai selesai. Acara ini juga nantinya akan dihadiri Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan hiburan artis Ibukota: Setia Band.

Semua peserta berhak mendapatkan kupon undian doorprize

Yang mau nanya-nanya lebih lanjut bisa menghubungi Mey: 081314377713
Share:

Jumat, 11 November 2016

Masyarakat di Kabupaten Indramayu Miskin Karena Gaya Hidup Yang Konsumtif

Permasalahan kemiskinan penduduk Indramayu dipicu salah satunya oleh gaya hidup masyarakat yang konsumtif. Kepala Bidang Data Informasi Penelitian dan Analisa Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Indramayu Dadang Oce Iskandar menegaskan pihaknya telah berusaha mengurangi jumlah warga miskin itu.

Oce mengakui data tingkat kemiskinan yang dimiliki Bappeda Indramayu juga bersumber dari sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik Indramayu. Selama ini, ia mempercayai kebenaran data tersebut termasuk tingkat kemiskinan 2015 yang naik sebanyak empat persen dari tahun sebelumnya.

"Dari pengamatan saya, banyak masyarakat Indramayu yang langsung membelanjakan uangnya sekaligus saat mendapatkan uang. Padahal kebutuhan pendidikan anaknya belum terpenuhi, kesehatannya belum terjamin tapi tingkat konsumsi mereka tinggi," kata Oce di kantornya, Jumat 11 November 2016.

Tingkat pengeluaran setiap warga Indramayu dalam data BPS Provinsi Jawa Barat 2015 tercatat sebanyak Rp 8,769 juta per tahun. Sementara rata-rata lama sekolah setiap warga hanya 5,46 tahun atau setara dengan tingkat sekolah dasar. Padahal, harapan lama sekolahnya mencapai 12,09 tahun dan harapan hidup mereka mencapai usia 70,59 tahun.

"Artinya, masyarakat Indramayu cukup puas dengan kondisinya saat ini. Mereka measa tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Pendidikan mungkin masih dianggap sebagai beban karena harus mengeluarkan biaya yang banyak sedangkan mereka juga sangat membutuhkan uang untuk makan sehari-hari," kata Oce menjelaskan.

Oce mengatakan pemerintah daerahnya perlu memotivasi masyarakat untuk merubah pandangan hidupnya. Ia menilai salah satu caranya ialah dengan mendorong masyarakat membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang lain.

Menurut pengamatannya, selama ini masyarakat Indramayu banyak tergantung pada kondisi alam sehingga saat terjadi bencana penghasilannya pun berkurang. Ia mencontohkan petani yang bergantung pada hujan dan nelayan yang berhenti mencari ikan saat terjadi badai di laut.

“Program pengentasan kemiskinan ini ada di setiap SKPD yang terkait seperti di Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan lainnya. Bappeda menghimpun program-program tersebut melalui tim khusus pengendalian kemiskinan tingkat daerah,” kata Oce. Ia meyakinkan tim tersebut sudah bekerja optimal sesuai tugasnya.

Kepala Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Indramayu Atin Anifah mengakui pihaknya belum pernah melakukan pendataan khusus terkait kemiskinan warga Indramayu. Pihaknya menyadari tidak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan pendataan tersebut.

Pendataan serupa menurutnya hanya dilakukan apabila ada program dari pemerintah pusat untuk bantuan tertentu seperti Kartu Indonesia Sehat dan Program Keluuarga Harapan. “Untuk penerima KIS yang terdata dari pusat pada 2015 sebanyak 174.002 orang. Tapi sekarang ada penambahan dan sedang kami verifikasi datanya sebanyak 43.225 orang,” kata Atin di ruangan Kepala Bidang Sosial Zulkarnaen.

Sementara penerima bantuan PKH di Indramayu saat ini mencapai 25.504 keluarga dengan tambahan 37.658 keluarga yang sedang diverifikasi datanya. “Tapi angka tersebut tidak bisa dijadikan acuan jumlah warga miskin di Indramayu. Perlu ada pendataan secara khusus berdasarkan 11 kriteria warga miskin dari Permensos Nomor 146/HUK/2013,” kata Zulkarnaen.

Sumber: http://bit.ly/2eQn436
Share:

Kamis, 10 November 2016

Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Indramayu Naik

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2015 naik dibandingkan 2014. Pemerintah Pusat pun terus berupaya mengurangi jumlah penduduk miskin melalui berbagai program bantuan.

Berdasarkan hasil survei ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2015 sebanyak 253.120 jiwa. Mereka merupakan warga yang memiliki pengeluaran, baik pengeluaran untuk makanan maupun non konsumsi, kurang dari Rp 379.088 per kapita per bulan.

Sedangkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2014 mencapai 240.680 jiwa. Mereka memiliki pengeluaran kurang dari Rp 364.360 per kapita per bulan. "Jumlah penduduk miskin di Indramayu pada 2015 meningkat 4,04 persen dibandingkan jumlah penduduk miskin di 2014," terang Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Indramayu, Jejen Triyatna, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/11).

Jejen menjelaskan, dalam survei tersebut, yang dinilai adalah pengeluaran makanan dan non makanan. Untuk pengeluaran non makanan, diantaranya untuk kebutuhan tempat tinggal, fasilitas listrik, bahan bakar, transportasi, kesehatan dan pendidikan.

Susenas tersebut dilakukan pada September 2016 dan selesai pengolahan datanya pada Oktober 2016. Survei itu hanya menggambarkan tingkat kemiskinan secara makro dan tidak bisa menggambarkan kondisi di tingkat kelurahan ataupun kecamatan. "Penyebab kenaikan (jumlah penduduk miskin) belum tahu, kami belum melakukan analisis. Kami baru dua minggu terima data ini dari BPS (Pusat)," kata Jejen.

Terpisah, Kabid Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu, Zulkarnain, menjelaskan, pihaknya memiliki indikator penilaian angka kemiskinan yang berbeda dengan BPS. Indikator penilaian itu didasarkan pada Kepmensos Nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang tidak Mampu. "Ada 11 indikator berdasarkan kepmensos itu. Hingga saat ini kami memang belum pernah secara khusus mendata angka kemiskinan," tutur Zulkarnain, didampingi Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Atin Anifah.

Namun, untuk mengetahui jumlah warga miskin, salah satunya bisa dilihat dari jumlah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Untuk penerima PKH di Kabupaten Indramayu, selama ini jumlahnya mencapai 25.504 keluarga penerima manfaat dan penerima KIS sebanyak 174.002 jiwa. "Tapi data penerima PKH dan KIS ini tidak berarti menunjukkan data kemiskinan karena bisa saja ada penerima PKH yang juga menerima KIS," tegas Atin. 

Atin mengakui, jumlah penerima PKH maupun KIS pada tahun ini direncanakan akan bertambah. Untuk PKH, saat ini rencananya ada data tambahan sebanyak 37.658 keluarga penerima manfaat dan tambahan penerima KIS sebesar 43.225 jiwa. "Penambahan itu datanya dari Pusat. Saat ini sedang dilakukan verifikasi. PKH maupun KIs merupakan upaya dari Pemerintah Pusat untuk mengurnagi angka kemiskinan," tandas Atin.

Sumber: http://bit.ly/2fgNZWo
Share:

Desa Kalianyar di Kabupaten Indramayu Jadi Langganan Banjir

Warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng,Kabupaten Indramayu,Jawa Barat, mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera meninggikan ruas jalan Desa Kalianyar yang sering tergenang air saat turun hujan.

Edi,(42) warga Desa Kalianyar mengatakan, ruas Jalan Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu selalu dilanda kesulitan saat musim penghujan karena satu-satunya jalan yang ada di desa itu selalu tergenang air saat musim penghujan. “Hujan sebentar saja airnya sudah menggenangi jalan. Kami bosan melihat Jalan Kalianyar ini tiap hujan banjir melulu,” katanya.

Warga mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera memperbaiki ruas jalan Desa Kalianyar. “Kalau musim penghujan kasihan anak-anak yang akan berangkat sekolah karena sepatu terkadang pakaiannya basah kuyup karena berjalan kaki di atas genangan air hujan,” ujarnya.
Kepala Desa Kalianyar, Syahroni Agus yang sering mendengarkan keluhan masyarakat mencoba mencari jalan keluar dengan mengusulkan perbaikan kepada Pemkab Indramayu dalam hal hal ini Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu.

Ia sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu dan mendapatkan informasi rencana pembangunan jalan beton pada ruas jalan Kalianyar yang sering tergenang air hujan itu akan dilakukan Pemkab Indramayu pada Tahun Anggaran 2017.

Sebagaimana dimaklumi, hujan besar Selasa (8/11) yang sempat mengguyur Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya yang mengakibatkan beberapa ruas jalan diantaranya ruas jalan Desa Kalianyar tergenang air setinggi betis.

Banjir yang terjadi pada ruas jalan Desa Kalianyar dan sejumlah gang itu kata warga merupakan banjir langganan yang terjadi setiap musim hujan. Ini terjadi karena posisi permukaan kali lebih tinggi dibanding badan jalan. Sehingga ketika hujan lebat airnya meluber ke jalan desa. Terlalu dangkalnya kondisi gorong-gorong di Blok Tarsidi juga membuat air tergenang dan sulit mengalir.

Sumber: http://bit.ly/2elKGhf
Share:

Petani Indramayu Pengguna Pupuk Terbanyak di Jawa Barat

PT Pupuk Kujang mencatat pengguna pupuk terbanyak di Jawa Barat merupakan petani di Kabupaten Indramayu mengingat lahan persawahan di daerah itu yang terluas.

Manajer Humas PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan di Cirebon, Selasa, menuturkan daerah penyerap paling banyak pupuk di Jawa Barat, yaitu petani yang berada di Kabupaten Indramayu dan satu tahun pihaknya menyediakan 72 ribu ton.

"Kebutuhan pupuk terbanyak di Jawa Barat yang terbanyak adalah di Indramayu, kami pada tahun ini saja mengalokasikan 72 ribu ton pupuk," kata Ade.

Ade menuturkan meskipun kebutuhannya banyak, namun pihaknya memastikan tidak ada kekurangan untuk pendistribusian secara menyeluruh dan dipastikan semua terpenuhi.

Untuk masa tanam tahun ini saja di wilayah tanggung jawab PT Pupuk Kujang, yaitu Jawa Barat dan Banten dipastikan ketersediaannya tercukupi.

Baik dari gudang produsen hingga tingkat distributor dan pengecer dan mampu memenuhi kebutuhan petani lebih dari ketentuan dua minggu kedepan.

"Bisa dilihat dari stok pupuk urea bersubsidi pada akhir Oktober 2016 di gudang lini II dan gudang III distributor sebanyak 193.927,24 ton atau 792,26 persen," tuturnya.

"Dibandingkan dengan kebutuhan pupuk urea bersubsidi dua minggu kedepan sebesar 24.477,87 ton sedangkan penyaluran sampai Oktober 2016 sebesar 501.604,85 ton atau 102,66 persen," katanya.

Ia menambahkan, sementara dengan ketentuan pergub sebesar 7488,603 ton. Selain itu pihaknya juga menyiapkan stok pupuk NPK sebanyak 17.630,46 ton dan pupuk organik 8.350,69 ton.

Sumber: http://bit.ly/2fEx3aA
Share:

Polisi Tangkap Penganiaya Kasir Gerbang Tol Palimanan, Pelakunya PNS Warga Indramayu

Polisi telah menangkap pelaku penganiayaan terhadap NZ (22), kasir loket pembayaran Gerbang Tol Palimanan Kabupaten Cirebon.

Pelaku penamparan merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial BF (48). "Pelakunya sudah diketahui, inisialnya BF, seorang PNS warga Indramayu," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (9/11/2016).

Saat ini, lanjut Yusri, kasus tersebut ditangani oleh Polres Cirebon. Polisi masih memeriksa pelaku guna mengetahui motif aksi penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku. "Tersangka, korban, dan saksi sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Rekaman CCTV sudah kami simpan sebagai barang bukti," katanya.

Jumat (4/11/2016), seorang pria tertangkap kamera CCTV melakukan penganiayaan terhadap kasir pintu tol. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat emosi dan menampar perempuan yang merupakan kasir pintu tol. Selain menampar, pria itu pun masuk dan menendang kursi yang sedang digunakan oleh perempuan tersebut.

Sumber: http://bit.ly/2fDiiae
Share:

Selasa, 08 November 2016

70 Makam Pahlawan di Kabupaten Indramayu Tak Beridentitas

Sebanyak 70 makam di taman makam pahlawan (TMP) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat belum terungkap. Hal ini dikarenakan Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu tidak memiliki data pahlawan yang dimakamkan di TMP ini. 

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Zulkarnaen mengatakan, sebanyak 70 dari 201 makam di sana belum terungkap identitasnya. Sebanyak 201 makam itu terdiri atas makam TNI/Polri, pahlawan tak dikenal, dan sipil.

"Untuk makam yang berada di bagian taman makam pahlawan itu merupakan makam para pahlawan, sedangkan makam yang berada di taman bahagia itu makam seseorang yang biasanya mendapatkan penghargaan karena sesuatu dan layak dimakamkan di taman ini," paparnya, Rabu (9/11/2016). 

Zulkarnaen mengaku, pihaknya kesulitan mendapatkan identitas para pahlawan yang dimakamkan karena petugas yang bertanggung jawab dan menyimpan data sudah meninggal dunia. "Kami pun berupaya untuk mengungkap identitas para pahlawan itu dengan mencari tahu ke TNI/Polri dan juga kepada pengunjung yang merupakan keluarga dari para pahlawan itu yang datang ke makam untuk nyekar," terangnya. Para pahlawan yang ada di taman makam ini, lanjut Zulkarnaen, berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. 

Mereka berjuang dan tewas di Kabupaten Indramayu. Pihaknya pun sudah berinisiatif sejak dua tahun yang lalu untuk memberikan nama-nama pada nisan makam para pahlawan tersebut. "Kami masih sedang berusaha agar makam para pahlawan ini bisa memberikan edukasi bagi para pelajar di Indramayu," ungkapnya.

Sumber: http://bit.ly/2fARWFH
Share:

Gas Melon Dengan Harga Tinggi Masih Ditemukan di Indramayu

PT Pertamina memang melakukan operasi pasar dengan menjual gas melon sesuai harga eceran tertinggi (HET). Namun, hal itu tidak mampu menurunkan harga gas bersubsidi di pasaran.

HET yang yang ditentukan PT Pertamina Rp 16 ribu. Sementara harga gas melon di Kecamatan Sindang tembus Rp 35 ribu. Harga itu jelas sangat memberatkan warga, karena naik lebih dari dua kali lipat.

Namun, karena butuh, warga pun mau tidak mau membelinya. Padahal biasanya, kalaupun naik, harga gas melon dibanderol Rp 18-23 ribu per tabung.

“Memang iya di desa kami, gas elpiji ukuran 3 kilogram sampai Rp 35 ribu per tabung. Tingginya harga itu karena gas susah didapat. Warga tetap membelinya meskipun hatinya keberatan,” ujar Asna, warga Desa Panyindangan.

Menurutnya, kenaikan gas melon sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, warga membeli dengan Rp 25 ribu per tabung.

Warga, kata dia, berharap kepada pihak terkait untuk meninjau kondisi di lapangan dan segera mengambil tindakan untuk mengatasi kenaikan harga gas melon.

Saat ini, harga gas melon yang dijual di Kecamatan Sindang merupakan yang paling tinggi dibandingkan di wilayah lain. Di wilayah Indramayu bagian barat, gas melon paling tinggi dijual Rp 23 ribu per tabung.

Tingginya harga diduga akibat ulah para spekulan yang sengaja ingin meraup keuntungan yang tinggi.

Menanggapi tingginya harga gas melon di Kabupaten Indramayu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Indonesia Cabang Indramayu, Taufik Ambarih, mengatakan, kenaikan harga gas dikarenakan lemahnya pengawasan. Pihak terkait, kata dia, kesulitan memantau alur pendistribusian dari pangkalan ke pengecer.

“Kendati PT Pertamina sering melakukan Operasi Pasar, tetap tidak bisa memberikan solusi. Apalagi Operasi pasar tidak dilakukan secara merata. Memang bagus dan membantu warga, tapi hanya bersifat sementara. Harus ada pengawasan yang lebih ketat dan terstruktur untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan kenaikan gas melon,” ujarnya

Sumber: http://bit.ly/2eBzrMR
Share:

Pemdes Tenajar Lor Dukung Kabupaten Indramayu Swasembada Jagung

Pemdes Tenajar Lor tidak hanya berupaya berkontribusi pada ketahanan pangan di sektor tanaman padi. Namun Pemdes Tenajar Lor berupaya juga untuk mengamankan stok jagung. Menyambut musim gadu dua, Pemdes Tenajar Lor memprogramkan 100 hektare tanam jagung. Hal itu dilakukan bukan tanpa sebab. Ketimbang lahan menganggur karena pasokan air tidak memungkinkan untuk ditanami padi, pemdes pun mengajak petani untuk menanam jagung.

“Program ini bekerja sama dengan BPP Kecamatan Kertasemaya. Selama ini petani di Kecamatan Kertasemaya hanya dapat menanam padi dua kali, dan yang ketiganya adalah palawija. Untuk itu kami programkan 100 hektare tanam jagung,” tutur H Aep Saepudin, Kuwu Tenajar Lor.

Ditambahkan H Aep, dengan program 100 hektare tanam jagung, diharapkan dapat mendorong petani menanam jagung. Sehingga Desa Tenajar Lor tidak hanya sebagai penghasil gabah, tetapi juga penghasil jagung.

“Memang bisa saja gagal karena kondisi cuaca ekstrem. Tapi dengan pasokan air yang ada dan program percepatan tanam, mudah-mudahan semuanya bisa berjalan,” tuturnya. 

Sumber: http://bit.ly/2fAAlha
Share:

Puluhan Perwira Polres Indramayu Dimutasi

Puluhan perwira Polres Indramayu Selasa (8/11) kemarin mendapatkan tugas baru sebagai kapolsek, maupun posisi strategis lainnya di lingkungan polri. Acara sertijab itu berlangsung di Aula Atmani Wedhana Polres Indramayu.

Adapun puluhan perwira yang dimutasi tersebut antara lain Waka Polres Indramayu dari Kompol Edwin Affandi diserahterimakan kepada Kompol Asep Agustoni. Selanjutnya Komisaris Edwin Affandi menduduki jabatan baru Waka Polres Bandung.

Sedangkan Kompol Asep Agustoni sebelumnya Kasubbag Pangkat Ro SDM Polda Jabar.  Jabatan Kabag Ops dari Kompol Agus Dwiyanto kepada Kompol Edwin Parsaoran. Kompol Agus Dwiyanto, sebagai Anjak Bag Ops dan Kompol Edwin Parsaroan sebelumnya Pamen Ro SDM Polda Jabar.

Untuk jabatan Kabag Ren dari Kompol Bendi Ujianto, kepada Kompol Sarjono. Kompol Bendi Ujianto sebagai Anjak dan Kompol Sarjono sebelumnya Anjak Bag Ren Polres Indramayu. Jabatan Kabag Sumda dari Koisaris Oding Sopandi kepada Kompol Encu Junaedi.

Selanjutnya Kompol Oding Sopandi menduduki jabatan Kabag Ren di Polres Bogor Kota. Kompol Encu Junaedi sebelumnya Kapolsek Karangampel. Dan Kapolsek Karangampel dijabat oleh Ajun Komisaris Sunarto yang sebelumnya Kapolsek Juntinyuat.

Kapolsek Juntinyuat kini dijabat Ajun Komisaris Budiyanto yang sebelumnya Kapolsek Indramayu. Dari AKP Budiyanto kepada AKP Karyaman.  Kapolsek Sliyeg dari AKP Sunardi, kepada AKP Alka Nurani. AKP Sunardi selanjutnya menduduki Waka Polsek Patrol.

Sedangkan Kapolsek Tukdana dari AKP Alka Nurani kepada AKP Dewa Gede Suendra yang sebelumnya Kapolsek Arahan. Dan Kapolsek Arahan dijabat oleh AKP Rusdi Hayat sebelumnya Kapolsek Gabuswetan. Dan kini kapolseknya AKP  H. Mashudi yang sebelumnya Waka Polsek Patrol. Untuk Kapolsek Haurgeulis dari AKP Acep Hasbulah kepada AKP Rasja. AKP Acep Hasbulah selanjutnya Waka Polsek Kandanghaur dan AKP Rasja sebelumnya Pama Polres Majalengka.

Dalam kesempatan itu juga, AKP Heriyadi MD, dikukuhkan sebagai Kasubbag Humas. Sedangkan AKP Joni dikukuhkan sebagai Kasubbag Dalops Bag Ops Polres Indramayu. Sementara  Kapolsek Cikedung diserahterimakan dari Inspektur Satu H. Sayidin kepada Inspektur Satu Gusti Indrayana.

Kemudian Inspektur Satu H. Sayidin menduduki Kasubsektor Sukra menggantikan Inspektur Satu H. Agus Priyanto dan Inspektur Satu H. Agus Priyanto sebagai KBO Sat Sabhara Polres Indramayu. Kasat Tahti dari Inspektur Dua Supartono kepada Inspektur Dua Enjang sebelumnya Kanit Reskrim Polsek Balongan.

Sementara itu, acara sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistyo yang dihadiri oleh Waka Polres Komisaris Try Handoko dan para kapolsek  termasuk ketua ranting Bhayangkari serta jajarannya.

Dalam sambutanya, Kapolres Indramayu AKBP Eko mengatakan, mutasi jabatan seperti ini sudah merupakan  hal yang biasa di lingkungan Polri. Hal ini tentunya, dalam rangka meningkatkan kinerja polisi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban. Selain itu juga, kata Eko, proses pergantian ini semata-mata untuk dilakukan penyegaran organisasi sekaligus bagian strategi pengembangan karir personel Polri.

"Proses pergantian ini, semata-mata untuk meningkatkan kinerja Polri dalam melayani masyarakat, dalam menangani permasalahan permasalahan baik di ruang lingkup desa maupun kecamatan agar lebih waspada. Tidak asal asalan tanpa referensi yang akurat, agar tidak terjadi kesalahfahaman antara pejabat dan masyarakat," ungkapnya.

Dia berpesan agar seluruh jajaran Polri di Indramayu tetap selalu waspada dengan situasi dan kondisi yang sedang dialami saat ini. Untuk itu, lanjut Eko, agar terus waspada  fokus terhadap tugas tugas polri  sesuai dengan tugas serta fungsinya, terutama menciptakan  ketertiban di lingkungan masyarakat menjadi hal yang utama di antaranya dalam pilkada. Sehingga, harus tetap menjaga kondusitifitas daerah termasuk cepat bergerak ketika ditemukan hal-hal yang dianggap bisa menjadi pemicu keresahan masyarakat.

Sumber: http://bit.ly/2eK5Rbj
Share:

Tanam Padi tak Serentak Untungkan Petani Indramayu

Tanam rendeng 2016/2017 tak serentak yang dilakukan petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuat harga gabah milik mereka akan tetap tinggi. Kondisi itu pun menguntungkan petani. 

"Karena tanamnya tak serentak, jadi tidak ada panen raya. Harga gabah akan tetap tinggi," ujar Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, Selasa (8/11).

Sutatang menyebutkan, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani rata-rata di kisaran Rp 4.000 – Rp 4.200 per kilogram (kg). Harga itu telah berlangsung sejak masa panen gadu sekitar Agustus 2016 lalu. Sedangkan harga gabah kering simpan (GKS) berkisar antara Rp 5.000 – Rp 5.200 per kg dan gabah kering giling (GKG) di kisaran Rp 5.500 per kg.

Harga gabah di tingkat petani itu lebih mahal dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP). Untuk HPP GKP, hanya sebesar Rp 3.700 per kg di tingkat petani. Sedangkan HPP untuk GKG sebesar Rp 4.600 per kg di penggilingan dan Rp 4.650 per kg di gudang Bulog.

Sutatang menjelaskan, tanam tak serentak pada musim rendeng 2016/2017 di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu terjadi akibat mundurnya musim hujan pada akhir 2015 lalu. Saat akhir 2015 lalu, daerah yang lebih dulu mendapat pasokan air, tanamnya lebih awal. Sedangkan daerah yang ketika itu kesulitan air, tanamnya jadi mundur.

Sutatang menambahkan, petani di sejumlah daerah yang melakukan tanam gadu 2016 lebih awal, memilih melakukan tanam gadu II atau tanam ketiga. Hal itu dipicu banyaknya air sepanjang 2016 ini akibat pengaruh fenomena La Nina. "Mereka ini akan panen pada Desember 2016," terang Sutatang.

Namun, adapula petani yang baru melakukan tanam saat musim hujan sudah tiba pada Oktober ini. Tak hanya itu, ada juga sejumlah petani yang hingga kini belum tanam karena menunggu pelaksanaan tradisi adat musim tanam di desanya masing-masing

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, luas tanam gadu 2016 di Kabupaten Indramayu yang dilakukan sejak April 2016 mencapai 121.573 hektare. Dari jumlah itu, hingga Oktober 2016, luas areal yang sudah panen mencapai 100.283 hektare. Dengan demikian, masih ada tanaman gadu seluas 21.290 hektare yang masih belum panen. 

Sumber: http://bit.ly/2eimCfa
Share:

Kecamatan Patrol Jadi Primadona Bagi Investor

Wilayah Indramayu bagian barat diprediksi akan berkembang pesat dalam lima tahun mendatang. Kondisi itu sudah terlihat dari banyaknya investor yang mulai tertarik berinvestasi di wilayah Patrol. Sejumlah industri tumbuh di Kecamatan Patrol. Bahkan, dalam waktu dekat ini, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan dibangun di wilayah tersebut. Keberadaan PLTU itu dinilai akan menguntungkan warga karena memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat dan menumbuhkan geliat perekonomian.

Tidak hanya itu, investor di bidang properti pun mulai bvermunculan. Menangkap sinyal bila Kecamatan Patrol akan berkembang, tak sedikit developer perumahan dan ruko mengembangkan bisnisnya di Patrol.

Camat Patrol, Teguh Budiarso SSos MSi menjelaskan, di kecamatannya terdapat empat lokasi perumahan. Semuanya pun sukses dan diminati masyarakat. Melihat empat perumahan itu direspons antusias, investor lain pun kini menanamkan modalnya untuk membuka bisnis properti.

“Selain karena banyak industri, Kecamatan Patrol dan SUkra ini lokasinya strategis. Bisnis perumahan pun akhirnya laris manis,” tuturnya.

Apalagi, dalam waktu dekat akan dibangun PLTU 2. Secara otomatis, pembangunan PLTU 2 membuka peluang bisnis lainnya.

Lebih lanjut mantan Camat Sukra dan Karangampel ini mengatakan, selain bisnis perumahan yang laris manis, warga lokal pun membangun rumah kontrakan atau kos-kosan. Mereka melihat banyaknya pendatang yang bekerja di wilayah industri sehingga memunculkan peluang bisnis sewa perumahan.

Terpisah, pengamat sosial dan ekonomi, Tohirin Aji membenarkan bila Indramayu bagian barat sangat strategis untuk menjadi lokasi bisnis. Ia pun memprediksi, wilayah Indramayu bagian barat akan berkembang pesat dalam lima tahun mendatang.

“Khususnya di Kecamatan Patrol. Kini sudah banyak bank. Itu menunjukan di wilayah tersebut perekonomiannya maju pesat, karena ada industri dan sektor usaha lainnya. Jadi pantas saja, jika wilayah Kecamatan Patrol maupun Sukra dilirik banyak investor,” kata Tohirin.

Sumber: http://bit.ly/2eiqH2M
Share:

Pengolahan Ikan di Indramayu Barat Terancam Gulung Tikar

Sejumlah industri pengolahan ikan di wilayah pesisir pantura Kabupaten Indramayu Bagian Barat (Inbar) terancam gulung tikar. Harga garam melonjak ditambah cuaca tidak bersahabat menjadi biang penyebabnya.

“Harga garam naik, ikannya lama kering. Biaya produksi sama upah pekerja jadi membengkak. Lambat laun, kalau terus-terusan begini usaha kami bakalan terpuruk lalu gulung tikar,” ujar Mana, pengusaha pengolahan ikan di Kecamatan Kandanghaur.

Dia mengungkapkan, naiknya harga garam terjadi sejak dua bulan lalu bersamaan dengan semakin intensnya hujan turun. Mula-mula Rp400/kg, lalu naik Rp600 dan terakhir Rp1.000/kg.

Dengan kebutuhan garam mencapai 2 kuintal per hari, modal untuk membeli garam menjadi naik hampir 500 persen dari biasanya. “Dulu kan cuma dua ratus perak sekilo, sekarang seribu. Itupun kitanya ngambil sendiri di gudang. Kalau diantar sampai tempat, bisa dua kali lipatnya. Kena biaya transport,” ujar dia.

Biaya upah kerja saat musim penghujan juga menjadi berlipat-lipat. Sebab jika biasanya pengeringan ikan cukup dua hari, sekarang memakan waktu sampai 4-5 hari.

Bahkan dia mengaku sering mengalami kerugian akibat cuaca mendung dan hujan. Ikan menjadi tak layak konsumsi untuk manusia karena munculnya belatung.  Tak mau merugi besar, dia memilih menjual ikan-ikan tersebut sebagai bahan pembuat pakan ternak dengan harga setengah harga dari biasanya.

Sementara di sisi lain, meskipun  harganya melonjak, sebagian besar petani garam rakyat di wilayah pesisir pantura Kabupaten Indramayu justru gigit jari. Mereka tak bisa menikmati lonjakan harga garam lantaran stok yang dimiliki menipis. “Hampir habis semua. Paling tersisa sekitar 15 persen,” ungkap Darmin, petani garam rakyat asal Kecamatan Kandanghaur.

Kenaikan harga garam, lanjut dia, mulai terjadi secara bertahap sekitar dua bulan lalu. Saat harga Rp600/kg, petani garam mulai ramai-ramai menjual garam simpanannya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, hasil penjualan garam juga dipergunakan untuk membayar utang sampai menyumbang sanak saudara yang menggelar pesta hajatan. Belakangan, ketika stok mulai menipis harganya terus melonjak. Diperkirakan sampai awal tahun depan, harganya bisa menembus Rp2.000/kg. “Untuk kembali produksi gak bisa, hujannya masih intens. Kalau sudah begini kami cuma bisa gigit jari aja,” ucap Darmin.

Bapak tiga orang anak ini mengaku tidak menyangka harga garam bakal naik gila-gilaan. Pasalnya, sampai memasuki pertengahan tahun 2016, harganya relatif stabil dikisaran Rp400/kg. Padahal waktu itu musim penghujan sudah berjalan hampir satu tahun akibat anomali cuaca.

Petani garam asal Kecamatan Losarang, Wandi membenarkan kondisi itu. Sepanjang perubahan cuaca ekstrem, petani petani tak bisa memproduksi garam. Sebab, proses pembuatan garam menggunakan sinar matahari. Jadi, saat musim penghujan petak-petak garam dibiarkan kosong.

Meningkatnya harga ini karena permintaan naik sedangkan produksi garam rakyat sudah tidak ada lagi. Umumnya, petani garam maupun pemilik gudang menjual stok produksi sisa produksi saat musim kemarau tahun 2015 lalu.

“Saat ini, harga garam di pasaran sangat tinggi. Tetapi kami tidak bisa menikmatinya. Lah apa yang mau di jual, produksi saja tidak,” keluhnya.

Menurut Wandi, untung besar justru didapat oleh para bandar garam yang memiliki modal besar. Saat panen garam, mereka membeli dengan harga murah ke petani. Jika panen raya, paling tinggi harga garam hanya Rp200 per kilogram.

Setelah dibeli dengan harga murah, bandar lalu menyimpan garam tersebut di gudang. Ketika harganya mahal seperti saat ini bandar langsung melepasnya ke pasaran. 

Sumber: http://bit.ly/2eRAzgd
Share:

Korban Kasus Pencabulan Pada Anak Meningkat di Kabupaten Indramayu

Korban kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak di Kabupaten Indramayu pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Dibutuhkan pembangunan rumah aman yang bisa menjadi tempat rehabilitasi bagi para korban.

Berdasarkan data dari Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu, pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Indramayu yang terjadi sejak awal tahun hingga saat ini dilpaorkan sudah dialami 20 anak. Sedangkan sepanjang tahun lalu, anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual ada 15 anak.

"Kasus pelecehan seksual pada anak di Indramayu ini memang cukup tinggi," ujar Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Zulkarnain, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/11).

Zulkarnain mengungkapkan, meningkatnya jumlah korban pelecehan seksual pada anak itu dikarenakan meningkatnya pelaporan yang dilakukan keluarga korban. Selain kasus yang telah dilaporkan, dia meyakini masih banyak korban lainnya yang enggan melaporkannya. "Kasus pelecehan seksual pada anak ini ibarat fenomena gunung es," tutur Zulkarnain.

Pekerja Sosial Perlindungan Anak, Mustofa menyebutkan, kasus pelecehan seksual atau pencabulan anak yang dilaporkan beberapa waktu terakhir ini ada empat kasus. Di antaranya, kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang ustaz berumur 75 tahun di Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Dalam kasus itu, yang menjadi korbannya adalah tiga orang anak yang menjadi muridnya. 

"Kejadiannya sebenarnya saat bulan puasa lalu, tapi anaknya tidak mau cerita. Baru dilaporkan ke Polres Indramayu pada Oktober lalu," kata Mustofa.

Pekerja Sosial Perlindungan Anak lainnya, Hendrik Indra menambahkan, kasus yang lain  dialami seorang balita berumur 4,5 tahun di Desa Cantigi Kulon, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. Pelaku pelecehan seksual pada balita tersebut merupakan kerabat dekatnya.

Hubungan kekerabatan itu menyebabkan orang tua dari balita tersebut tidak curiga saat anaknya sering diajak main oleh pelaku. Kasus itu akhirnya terungkap saat sang balita selalu ketakutan setiap kali melewati rumah pelaku, yang memang tak jauh dari rumahnya. "Kasus ini dilaporkan pada Agustus lalu. Pelakunya kini sudah diamankan polisi," kata Hendrik.

Sementara itu, Zulkarnain menambahkan, selama ini banyak kasus pelecehan seksual pada anak yang tidak dilaporkan. Pasalnya, pihak keluarga korban merasa takut jika harus berurusan dengan hukum. Selain itu, keluarga korban juga akan ditekan dan dicemooh jika pelakunya merupakan orang yang kaya ataupun berpengaruh di lingkungan tempat tinggalnya. 

Zulkarnain mengatakan, meski kasus pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Indramayu tinggi, namun di daerah ini belum ada satupun panti rehabilitasi ataupun rumah aman/rumah perlindungan untuk menampung para korban kasus tersebut. Karenanya, untuk merehabilitasi anak yang menjadi korban pelecehan seksual harus dibawa ke panti yang lokasinya ada di kota lain, seperti Bogor, Bandung dan Jakarta. "Ini ironis," kata Zulkarnain.

Jauhnya jarak panti rehabilitasi itu membuat pihak keluarga memilih proses rehabilitas anak mereka yang menjadi korban pelecehan seksual hanya dilakukan di rumah. Namun, petugas dari Dinsosnakertrans secara rutin mendatangi rumah mereka untuk memberikan upaya konseling bagi korban.

"Kami berharap pada 2017 mendatang minimal kita sudah mempunyai rumah aman/rumah perlindungan bagi para korban," tandas Zulkarnain.

Sumber: http://bit.ly/2fAUMqv
Share:

Senin, 12 September 2016

Lomba Menulis Puisi Dalam Rangka Hari Jadi Indramayu ke 489

Info lomba menulis puisi tingkat nasional terbaru dan diselenggarakan secara online ini akan berahir pada tanggal 07 Oktober 2016. Adapun penyelenggaraan lomba puisi dalam rangka Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Indramayu ke-489.

Tema dingkat dalam kegiatannya "Sungai Cimanuk Sebagai Sumber Kehidupan". Untuk pemenang dalam lomba secara keseluruhan akan mendapatkan uang sebesar. 12.000.000.



Syarat dan Ketentuan Lomba
  1. Peserta dalam lomba puisi terbuka untuk seluruh penyair atau penulis puisi se-Indonesia
  2. Kategori peserta untuk umum, artinya tidak ada batasan usia, kelamin, dan lain sebagainya
  3. Pendaftaran lomba puisi gratis, alias free 
  4. Peserta mengirimkan puisi yang sesuai dengan tema
  5. Setiap peserta diharuskan untuk bisa mengirimkan 3 (tiga) puisi sebagai pendamping, bertema bebas dan tidak harus baru.
  6. No Plagiat
  7. No Pornografi
  8. No Sara
  9. Setiap peserta lomba wajib menuliskan biodata singkat (disertai alamat rumah, nomor kontak telepon yang bisa dihubungi dan email)
  10. Setelah naskah puisi dan biodata sudah lengkap silahkan bisa dikirim e mail : sailpuisi.cimanuk@gmail.com selain itu puisi juga dikirimkan melalui POS / langsung ke Panitia Lomba Menulis Puisi 2016 Tingkat Nasional, Gedung Dewan Kesenian (D.K.I), Jalan R.A Kartini No. 1 Indramayu, Jawa Barat Pkl. 09.00 - 17.00 WIB
  11. Deadline lomba sampai dengan tanggal 07 Oktober 2016
  12. Keputusan dewan juri tidak bisa dinggugu gugat, adapun untuk dewan juri dalam Lomba Menulis Puisi Nasional 2016 dalam HUT Kabupaten Indramayu adalah Hamdi Salad, Kijoen, dan Raudal Tanjung Banua

Pertanyaan lebih lanjut tentang lomba menulis puisi ini bisa menghubungi sailpuisi.cimanuk@gmail.com sebuah peringatan keras, apabila diminatai dana dalam lomba ini jangan pernah dihiraukan dan awas dengan model penipuan.

Sumber: lomba.or.id
Share:

Rabu, 06 April 2016

Kabupaten Indramayu Punya TV Desa (TVD)

Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Kodim 0616 Indramayu menyosialisasikan program televisi desa (TVD). Recananya, program ini akan di-launching pada tahun ini. 

“Ini (TVD, red) dilakukan untuk mempromosikan potensi desa supaya bisa terekspose ke dunia luar,” kata Bupati Indramayu Anna Sophanah usai sosialisasi di Pendopo Raden Bagus Aria Wiralodra Indramayu, Rabu (6/4)

Anna mengatakan, saat ini, potensi sumber daya di pedesaan sangat banyak. Namun, kata dia, minimnya informasi dan promosi membuat potensi tersebut tidak terlihat, bahkan sulit berkembang.

“Potensinya banyak, mulai dari pertanian, perkebunan, kerajinan, bahkan di antaranya ada yang dapat dijadikan desa wisata,” kata Anna.

Menurutnya, program TVD sudah ada sejak beberapa tahun lalu dan dijalankan langsung oleh Mabes TNI dan bekerja sama dengan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) dengan sasaran aktivitas pedesaan. Hal itu dilakukan supaya pemerintah RI bisa langsung menyaksikan perkembangan pemerintah desa.

Anna mengungkapkan, minimnya informasi potensi di setiap desa lantaran kurangnya informasi desa yang terpublikasi ke dunia luar. Maka, kata dia, dengan adanya TVD ini diharapkan semua potensi desa itu bisa terangkat keluar dan masyarakat dari luar daerah dapat mengetahuinya.

Dandim 0616 Indramayu, Letkol Arh Benny Febrianto SSos mengatakan, dengan adanya TVD ini maka para kuwu bisa bermitra dengan babinsa untuk terus menggali potensi desanya. Sehingga, kata dia, potensi dan keunggulan yang masih terpendam di masing-masing desa itu bisa terangkat ke publik.

“Lebih dari itu, dengan terangkatnya potensi sumber daya desa, maka tingkat kesejahteraan masyarakat desa pun semakin terangkat. Dan ini akan mengurangi angka pengangguran,” katanya

Sumber: republika.co.id
Share:

Jumat, 18 Maret 2016

Pemilik Bangunan Liar di Sukagumiwang Indramayu Memilih Bongkar Sendiri

Peremajaan bendung rentang yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)  Cimanuk Cisanggarung, nyaris terhabat keberadaan bangunan liar di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Keberadaan bangunan liar ini mengganggu manuver alat berat untuk mengakses DAS. Dari ribuan bangunan liar tersebut sebagian mulai dibongkar pemiliknya. Sedikitnya di sepanjang DAS tersebut terdapat 375 bangunan permanen ilegal dan 1.925 semi permanen.

“Bagaimanapun kita harus sadar, tanah yang kami tempatpi milik pemerintah. Ya sewaktu-waktu ada program seperti ini harus rela membongkar sendiri,” ujar pemilik kios di DAS Sidupraja, Desa Tulungagung, Kecamatan Kertasmaya, Tamina (50), kepada Radar, Kamis (17/3).

Diungkapkan dia, sebelum dilakukan pembongkaran sudah ada surat edaran yang dikeluarkan. Diakui, respons pemilik bangunan liar bermacam-macam. Ada yang mendukung, tapi ada juga yang menolak membongkar sendiri.

Camat Sukaguming, Suwenda SE mengapresiasi pemilik bangunan yang berinisiatif melakukan pembongkaran secara sukarela. Adanya kesadaran pemilik bangunan merupakan kontribusi positif dalam menyukseskan peremajaan saluran irigasi.

“Mudah-mudahan para pemilik bangunan liar yang lain juga menyadari hal ini. Normalisasi diperlukan untuk memperlancar air dari bendung rentang dan peningkatan produktivitas lahan pertanian,” kata dia.

Selain memberikan edaran, kata Suwenda, pihaknya juga berkordinasi dengan pemerintah desa agar memberikan pengertian pada pemilik bangunan. Pendekatan door to door ini cukup efektif karena banyak yang mulai membongkar sendir bangunan miliknya.

“Program ini sangat besar manfaatnya untuk Kabupaten Indramayu, sehingga harus didukung semua pihak termasuk para pemilik bangunan liar,” tandasnya. 

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Kualitas Air Yang Dihasilkan PDAM Cabang Kandanghaur Menurun

Kualitas air bersih yang dihasilkan Perusahan Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu (PDAM TDA) Cabang Kandanghaur, menurun drastis. Kondisi tersebut dikarenakan kekeruhan pada air baku untuk produksi PDAM masih mengalami fluktuasi. Bahkan saat ini kekeruhan mencapai 2.000 Nephelometric Turbidity Units (NTU).

Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu H Tatang Sutardi S Sos MSi, melalui Kepala Cabang PDAM Kandanghaur Agus Suprihartono SSos mengatakan, tingkat kekeruhan air baku sebelumnya masih di level 1.000 NTU. Bahkan pekan kemarin mengalami penurunan hingga 500 NTU.

Beberapa hari terakhir ini terus naik dan sekarang mencapai 2.000 NTU. Karena tingkat kekeruhannya tinggi, PDAM menggunakan alumunium sulfat (A1). Senyawa ini digunakan untuk menjernihkan air dan biasa dilakukan apabila tingkat kekeruhan air baku diatas 1.500 NTU. “Pengunaannya untuk satu hari satu malam atau 24 jam menghabiskan sebanyak 1 tons. Biasanya atau dibawa level itu yang digunakan bahan poly aluminum chloride (PAC), ” ujar Agus, kepada Radar.

Agus mengatakan, tingginya kekeruhan pada air baku, dikarenakan debit air pada saluran sekunder BK kandanghaur naik, sehingga endapan lumpur saluran tersebut terangkat lalu bercampur dengan air. Air baku untuk produksi air bersih PDAM Kandanghaur, di ambil dari pintu induk Bendungan Salamdarma, melalui saluran sekunder BK Kandanghaur.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PDAM. Karena, kualitas air bersih yang diproduksinya itu tidak maksimal. Meski demikian, air bersih yang dihasilkan itu masih standar kesehatan nasional dan WHO.

“Bisa saja air yang kita produksi itu lebih jernih, tapi air yang dihasilkan tersebut tidak bisa menjangkau ke semua pelanggan. Namun tidak perlu khawatir, meski tingkat kejernihannya tidak maksimal, air bersih tersebut aman dan layak digunakan,” kata Agus.

Air bersih untuk kebutuhan pelanggan di wilayah Kandanghaur dan Gabuswetan, diproduksi melalui Instalasi Pengeolahan Air (IPA) yang berlokasi di Desa Babakan Jaya, Kecamatan Gabus Wetan. Instalasi tersebut mampu memproduksi air bersih sebanyak 60 liter/detik.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Wereng Mulai Menyerang Pemukiman di Anjatan Indramayu

Sepekan terakhir, warga di Kecamatan Anjatan diganggu serangan wereng ke kawasan permukiman. Organisme pengganggu tanaman yang menjadi musuh petani ini masuk ke dalam rumah dan mengerumuni lampu penerangan serta makanan dan minuman.

“Selain wereng, hama kodok juga ikutan menyerang pemukiman warga,” ujar warga Desa/Kecamatan Anjatan, Andi (30), kepada Radar, Kamis (17/2).

Wereng dan kodok ini umumnya menyerbu rumah- rumah warga yang berdekatan dengan areal persawahan. Belakangan, serangan kodok dan hama semakin meluas. Awalnya, keberadaan werang maupun kodok ini tidak meresahkan lantaran jumlahnya tidak seberapa. Tetapi setelah beberapa malam berlalu, kehadiran dua hama itu semakin mengganggu karena jumlahnya terus bertambah. “Kalau pagi, kodok menyisakan kotoran yang mirip kotoran kucing,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi supaya hama wereng berkurang, sebagian warga meletakkan ember besar yang berisi air. Dengan cara seperti ini, ketika wereng jatuh kebawah langsung masuk ke dalam air dan mati.

Asim (45) warga lainnya mengatakan, serangan hama werang dan kodok sangat mengganggu aktivitas warga. Keberadaan werang dan kodok di kawasan permukiman tersebut ditenggarai imbas dari penggunaan pestisida di lahan pertanian. “Sawah lagi disemprot obat. Pada akhirnya kodok dan wereng pindah ke permukiman warga,” terangnya.

Hewan amfibi sangat ringkih terhadap bahan-bahan kimia. Dosis racun yang terdapat pada obat-obat pertanian dalam skala besar akan berdampak negatif terhadap populasi amfibi di sawah. Sementara Cali (50) tokoh petani setempat meminta ada sosialisasi dari instansi terkait, untuk penanggulangan hama yang menyerang permukiman. Sebab, kehadiran hama sudah mengganggu ketenangan warga.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Kamis, 17 Maret 2016

UPTD Puskesmas Sukra Indramayu Gelar Operasi Katarak

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesehatan Kecamatan Sukra bekerja sama dengan Rumah Sakit Cicendo Bandung menggelar operasi katarak bagi masyarakat wilayah kabupaten Indramayu dan Subang, Selasa, (15/3) kemarin.

Kegiatan kemanusiaan itu mendapat antusias dari masyarakat, bahkan aktivitas pelayanan terlihat lebih ramai dari hari-hari sebelumnya, di hari ini bukan hanya pelayanan kesehatan umum saja yang sedang dilaksanakan oleh pusat kesehatan masyarakat ini, tetapi juga pelayanan operasi katarak masal yang diikuti sekitar 150 warga ditangani oleh dokter spesialis Rumah Sakit Cicendo yang merupakan Rumah sakit terkenal di Indonesia dengan keahliannya di bidang penyakit mata.

Samin (35) warga Desa Sukarasa  Kabupaten Subang menuturkan demi kesembuhan matanya, ia rela menunggu dan antri sejak subuh tempat pelayanan gratis ini.

 “Abdi geus aya di didieu ti kentong subuh, khawatir teu ka asup (saya sudah ada di sini sejak azan subuh, khawatir tidak kebagian tempat) “ tuturnya kepada “FC”, kemarin.

Ia membawa orang tuanya yang sudah hampir satu tahun  mengidap katarak,  kegiatan operasi katarak ini sangat membantu meringankan beban sebaai warga Subang ,  jika dibandingkan harus langsung ke RS Cicendo  Bandung  belum lagi hal-hal lainnya.

Sementara itu,  Mantri jaga Puskesmas Sukra, Karyanto mengutarakan bahwa kegiatan ini akan berlangsung  selama enam kali dari mulai bulan maret sampai September 2016 nanti, adapun apabila pasien yang memiliki Jamkemas atau Kartu Indonesia Sehat, tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis, tetapi untuk pasien yang tidak memiliki KIS masih bisa dilayani dengan jalur umum dengan tarif Rp.600,000,-  per mata.

“Kegiatan ini mas, akan dilaksanakan setiap bulan selama 6 kali mulai bulan ini sampai dengan bulan September, itu bisa dilihat tanggal- tanggal pelaksanaan nya di papan penumuman” tuturnya

Menurutnya, masalah biaya semua digratiskan terutama peserta dan pemegang Kartu Indonesia Sehat, adapun  yang tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah masuk dalam kategori umum dengan biaya Rp600 ribu.

Pantauan “FC”, papan pengumuman di ketahui bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan lagi pada bulan 12 April, 10 Mei, 19 Juni, 9 Agustus dan 13 September 2016 nanti.  Bagi masyarakat pembaca yang mengetahui ada tetangga yang terinfeksi katarak bisa di bawa langsung dan segera dioperasi pada tanggal – tanggal tersebut di Puskesmas Sukra.

Pelaksanan operasi katarak kali ini yang mendaftarkan diri sebagai peserta baik yan berasal dari wilayah Indramayu Barat bahkan dari tetangga Kabupaten tampak dalam antrian termasuk pasien yan mengidap penyakit katarak dalam berbagai kategori jenis penyakit mata.

Sumber: fajarnews.com
Share:

Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Kroya Indramayu Unjuk Rasa Tolak Uang Perpisahan

Ratusan siswa SMP Negeri 1 Kroya Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu melakukan aksi Unjuk rasa penolakan uang perpisahan Kelas IX, mereka menuntut agar pihak sekolah untuk menghapus Pungutan tersebut.

Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Kroya yang terdiri dari kelas VII dan VIII dan sebagian siswa kelas IX SMP ini, melakukan aksi unjuk rasa pada saat jam istirahat dengan berorasi di sekolahan serta membentangkan famplet dan spanduk yang bertulisan penolakan adanya pungutan.

Dalam orasinya para siswa ini, meminta pihak sekolah untuk tidak terus menerus melakukan pungutan. Hal ini dikarenakan kondisi orang tua mereka yang belum panen sehingga kerap mengeluh bila dimintai uang untuk kebutuhan sekolah.

 “kami minta pihak sekolah untuk menghentikan segala bentuk pungutan termasuk pungutan uang perpisahan yang dinilai memberatkan orang tua kami,” tegas seorang siswa dalam orasinya.

Siswa juga mempertanyakan pungutan uang perpisahan bagi seluruh siswa kelas VII dan VIII yang besarnya 50 ribu rupiah per siswa. Sejumlah siswa menilai pungutan tersebut merupakan beban bagi orang tua terlebih pada saat ini belum memasuki masa panen.

Keluhan beratnya beban uang perpisahan juga disampaikan oleh perwakilan siswa kelas IX yang dikenakan biaya perpisahan sebesar 200 ribu rupiah persiswanya. Menurut mereka, pihak sekolah seharusnya mempetimbangkan besarnya biaya yang akan dibebankan kepada orang tua.

“kalo bisa, pihak sekolah mengurangi biaya untuk perpisahan ini karena bagi orang tua sangat memberatkan,” papar siswa kelas IX.

Para siswa kelas IX mengaku selain pungutan uang perpisahan, siswa juga dikenakan uang pengayaan dan pungutan-pungutan lainnya yang mau tidak mau harus dibayarkan oleh siswa yang akan mengikuti ujian sekolah.

Selain menolak adanya pungutan di sekolah, ratusan siswa juga menolak adanya pemindahan dua orang guru mereka ke sekolah lain. Dalam spanduk tersebut, mereka meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu untuk mempertahankan guru bidang studi bahasa Inggris, dan guru BP pindah ke SMP Negeri IV Gabus Wetan.

Sementara itu, aksi ratusan siswa ini tidak ditemui oleh kepala sekolah. Aksi siswa ini hanya ditemui oleh perwakilan guru dan wakil kepala sekolah di sekolah tersebut.

Sedangkan Menurut informasi dari pihak sekolah, kepala sekolah SMP Negeri 1 Kroya, Drs Setya Budi Utomo MA, sedang ke Dinas Pendidikan di Indramayu untuk suatu keperluan kedinasan, dan ada yang menyebutkan kepala sekolah sedang sakit.

Sumber: fajarnews.com
Share:

Rabu, 16 Maret 2016

Pemilik Warung di Pantura Indramayu Minta Mediasi Sebelum Penggusuran

Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk melakukan penggusuran terhadap warung remang-remang (warem) di sepanjang jalur pantura Indramayu, disayangkan para pemilik warem. Pasalnya, penggusuran tersebut tidak diawali dengan adanya mediasi terlebih dahulu.

Koordinator Komunitas Pengelola Kafe Pantura, Budi Asmara mengatakan, dirinya kecewa atas rencana penggusuran tersebut, untuk itu sebelum dilakukan penggusuran, pihaknya meminta adanya mediasi terlebih dahulu.

"Ya kami minta adanya mediasi dulu, meskipun dalam surat teguran tersebut berisi tiga pelanggaran seperti pelanggaran peraturan daerah (perda) minuman beralkohol (mihol), prostitusi dan menduduki tanah negara," kata dia, Rabu (16/3/2016).

Dia mengaku, jika tujuan penggusuran tersebut untuk penertiban mihol
dan prostitusi, pihaknya meminta adanya pelatihan dan pembinaan, namun jika untuk menertibkan bangunan yang berada di atas tanah negara, pihaknya meminta adanya relokasi dan alih fungsi usaha.

"Memang selama ini tidak ada retribusi, akan tetapi bangunan sepanjang pantura ini tidak semua warem. Kami siap merubah usaha kami jika penggusuran tersebut dilakukan secara baik-baik" paparnya.

Dia menyebutkan, di Kecamatan Patrol ada 70 warem yang sudah mendapatkan tiga kali surat teguran. Namun itu belum secara menyeluruh. "Pokoknya kami meminta mediasi terlebih dahulu sebelum penggusuran" tegasnya.

Sementara, Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Kabupaten Indramayu, Siti Nur Amalia membenarkan, akan adanya pembongkaran warem di sepanjang Pantura, mulai dari Lohbener hingga Sukra, Indramayu. "Insya Allah akan dilaksanakan pada Sabtu 19 Maret mendatang," ucapnya.

Sumber: okezone.com
Share:

Pembongkaran Warem di Indramayu Dilaksanakan Sabtu Ini

Pejabat Pelaksanaan teknis Kegiatan (PPTK) Penegakan Perda di Indramayu Sekaligus Kasubag Umum dan Pegawaian Sat Pol PP Indramayu, Siti Nurmalia menegaskan Bahwa Pembongkaran Warung remang remang di Kabupaten Indramayu Akan di laksanakan Sabtu depan, Perihal itu diungkapkan Situ nurmalia Ketika ditemui FC di ruang kerjanya.

“ untuk pembongkaran Warem di Indramayu ini, kita akan dilaksanakan tanggal 19 mendatang tepatnya hari sabtu depan,” ujarnya.

Menurut Nurmalia, Pihaknya saat ini, masih melakukan tahapan tahapan surat menyurat terkait pembongkaran warung remang remang di kabupaten Indramayu termasuk diantaranya melayangkan surat peringatan kepada para pemilik warung remang remang yang berdri di tanah pemerintah tampa memiliki ijin yang resmi.

“ Surat peringatan satu, kita sudah layangkan per tanggal 1  sampai tanggal 8 maret kemarin, sedangkan surat peringatan kedua baru kami layangkan terhitung tanggal 14 sampai 17 maret kedepan,” ujarnya.

Dia mengatakan, setelah proses tahapan itu ditempuh, pihaknya pun akan melayangkan surat peringatan ketiga yakni terhitung pada tanggal 18 maret depan, setelah itu jedah  1x24 jam pihaknya akan melakukan pembongkaran.

“ proses pembongkaran warem ini, akan melibatkan kurang lebih 100 personil yang terdiri dari pihak kepolisian setempat dan TNI serta jajajaran Muspika di kabupaten Indramayu untuk meminimalisir gesekan di lapangan,” ungkapnya.

Nurmalia menuturkan, Untuk Zonasi Pembongkaran Ini, akan di lakukan di wilayah sepanjang pantura di kecamatan kandanghaur tepatnya di Desa eretan Kulon kemudian akan diikuti ditempat lainya seperti di kecamatan Patrol.

“kami sudah berkordinasi dengan pemerintah Desa dan kecamatan terkait perihal akan dilakukan pembongkaran  tersebut termasuk kepada dinas terkait yang mempunyai wewenang,” ujarnya.

Namun demikian, kata nurmalia, terkait pembongkaran ratusan warem di Indramayu ini, masih sedikit terkendala dengan minimnya anggaran  sehingga di laksanakanya secara bertahap.

“ karena minimnya anggaran, untuk tahap pertama puluhan warem yang berdiri di sepanjang pantura kecamatan Kandanghaur,” ujarnya.

Sumber: fajarnews.com
Share:

Jembatan Dilebarkan, Dua Desa di Kecamatan Patrol Bebas Banjir

Warga Desa Bugel dan Sukahaji, Kecamatan Patrol, akhirnya bisa terbebas dari banjir. Sejak pelebaran Jembatan Bugel, permukiman warga nyaris tidak terendam meski curah hujan tinggi. “Hanya areal persawahan yang kebanjiran, itu pun hanya sebagian kecil saja,” ujar Slamet Supriyadi, Ketua RT 04 RW 04 Desa Sukahaji, kepada Radar, Selasa (15/3).

Menurut Slamet, sebelum Jembatan Bugel dilebarkan, setiap hujan turun luapan air bisa merendam ribuan rumah warga. Tak hanya itu, ratusan hektare sawah juga terendam. Kondisi itu tentu sangat merugikan masyarakat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bugel, Edi Suwiryo menambahkan, Desa Bugel dan Sukahaji terendam banjir karena saluran pembuangan yang ada tidak berfungsi dengan baik. Kemudian, terjadi penyempitan di Jembatan Bugel.

Setelah jembatan dilebarkan, saluran pembuang berfungsi dengan baik. Sungai Bugel yang menjadi sentral pembuangan dari beberapa anak sungai dan saluran air, tak pernah meluap. “Sungai Bugel itu muara dari beberapa sungai di Kecamatan Patrol dan Anjatan, semua pembuangannya lewat situ,” tuturnya.

Terakhir terjadi banjir parah awal tahun 2014 lalu. Ribuan rumah dan ratusan hektare sawah terendam. Banjir juga merendam sekolah, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya.

“Alhamdulilah, selama dua tahun ini tidak ada banjir besar. Tinggal memperbaiki saluran pembuangan lainnya, seperti Kalen dan Spal,” katanya.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Jelang Panen Padi di Kabupaten Indramayu, Tengkulak Mulai Bermunculan

Menjelang musim panen padi di Kabupaten Indramayu Jawa Barat para tengkulak yang biasa membeli padi milik petani mulai bermunculan dan biasanya mereka membeli padi saat masih di sawah atau belum dipanen.

Sistem tersebut biasa dikenal dengan sistem tebas, para tengkulak biasanya langsung mendatangi petani di sawah yang hendak dipanen dengan hitungan harga perkiraan hasil padi dan sesuai harga yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Ketua Kelompok Tani Desa Plosokerep Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu, Rusdani mengatakan seminggu sebelum panen biasanya para tengkulak mulai berdatangan dan mencari petani yang siap menjual padinya dengan sistem tebas.

Dia menuturkan dengan sistem tebas, pemilik sawah tidak perlu memikirkan proses panen maupun penjemuran padi sebab hal itu sudah menadi tanggungan pembeli (tengkulak).

“Biarpun jumlah padi yang akan dipanen belum diketahui akan tetapi harganya sudah disepakati,” katanya, Rabu (16/3/2016).

Rusdani mengungkapkan harga gabah dengan sistem tebas berkisar Rp18-Rp21 juta per bau (1 bau = 0,7 Ha) atau tergantung tawar-menawar dan kualitas tanaman padi.

Sumber: bandung.bisnis.com


Share:

Selasa, 15 Maret 2016

Puluhan Bangunan Bersejarah di Kabupaten Indramayu Tidak Terawat

DPRD Kabupaten Indramayu tengah menyiapkan pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang cagar budaya untuk mendukung pelestarian dan perlindungan terhadap bangunan bersejarah.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Indramayu Ali Akbar mengatakan, raperda tentang cagar budaya ini disusun berdasarkan aspirasi dari sejumlah komunitas masyarakat yang peduli terhadap bangunan bersejarah. “Raperda cagar budaya di harapkan mampu mem proteksi bangunan-bangunan bersejarah dan upaya pemeliharaan nya,” jelas dia, kemarin.

Pasalnya, selama ini, perlindungan terhadap bangunan bersejarah di Kabupaten Indramayu dinilainya masih minim. “Kami juga mengundang kembali pemerhati budaya Indramayu untuk hearing hari ini (kemarin). Banyak masukan dari budayawan dan praktisi kebudayaan soal cagar budaya di Indramayu,” tuturnya.

Ali Akbar menambahkan, selain melakukan hearing dengan pemerhati kebudayaan, pihak nya juga akan mengundang pejabat Dinas Pemuda, Olah raga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporabudpar) Kabupaten Indramayu untuk membicarakan konsep peles tarian cagar budaya di Kabupaten Indra mayu. “kami juga akan melakukan kunjungan la pangan ke sejumlah lokasi cagar budaya milik daerah,” katanya.

Sementara itu, pegiat he ritage Indramayu Nang Sadewo me nye butkan, dari 110 bangunan bersejarah di Ka bupaten Indramayu, hanya 20 diantaranya yang benar-benar terawat.

Pasalnya, ke-20 ba ngunan tersebut kini digunakan sebagai kantor pemerintahan maupun BUMD/BUMN. Menurutnya, dengan adanya aktivitas pemerintahan maupun BUMD/BUMN di bangunan bersejarah, otomatis ada dana perawatan bangunan.

Sementara bangunan bersejarah lainnya, kata dia, rentan diubah bentuknya karena dirawat oleh perorangan. “Meski demikian, dari seluruh bangunan yang telah disebutkan, hanya Gedong Duwur yang telah mendapatkan legitimasi sebagai bangunan bersejarah,” sebut dia. Nang Sadewo yang merupakan salah satu pencetus Indramayu Historia Foundation mencatat, terdapat sejumlah bangunan kuno bersejarah, terutama yang berkaitan erat dengan cikal bakal hadirnya Kabupaten Indramayu.

Lokasi bangunan tua di sepanjang Jalan Veteran hingga Paoman Indramayu, ungkap dia, memiliki sejarah yang cukup panjang. Di lokasi se panjang 2 kilometer itu, dulunya merupakan kawasan niaga terbesar. Di lokasi itu pun terdapat Pelabuhan Cimanuk yang menjadi pusat perdagangan kolonial Hindia-Belanja.

Tak heran, di lokasi itu terdapat banyak bangunan kuno bergaya Hindia Belanda yang menggambarkan kejayaan Hindia-Belanja di masa lampau. “Kami meng inginkan aset bersejarah ini dilindungi oleh pemerintah dan menjadi kawasan cagar budaya,” tandasnya.  

Sumber: koran-sindo.com
Share:

Senin, 14 Maret 2016

Ribuan PNS Indramayu Berpendidikan Rendah Terancam Dirasionalisasi

Sebanyak 5.538 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat berpendidikan rendah. Para PNS tersebut memiliki tingkat pendidikan mulai dari lulusan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali menerangkan, rencana rasionalisasi PNS lulusan SD, SMP dan SMA yang akan dilakukan oleh pemerintah pusat mulai tahun 2016 hingga 2019 itu mengancam ribuan PNS di Kabupaten Indramayu.

"5.538 orang tersebut terdiri dari 170 orang lulusan SD, 262 orang lulusan SMP dan 5.106 orang lulusan SMA" kata Ahmad, Selasa (15/3/2016).

Namun demikian, lanjutnya, rencana rasionalisasi PNS tersebut bisa terganjal, lantara hingga saat ini belum adanya aturan yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah. Ia menilai jika peraturan pemerintah belum ada, rencana tersebut tidak akan terealisasi.

"Kami hanya mengikuti aturan pemerintah saja. Jika belum ada kemungkinan rencana ini masih jauh," ucapnya.

Dalam meningkatkan SDM PNS, Ahmad mengaku Pemkab Indramayu belum memberikan bantuan pendidikan terhadap SDM PNS yang memiliki tingkat pendidikan rendah.

Di samping adanya rencana itu, kata dia, rencana rasionalisasi PNS sangat berbenturan dengan masalah kurangnya PNS di Kabupaten Indramayu yang mencapai hingga 10 ribu PNS.

"Kebutuhan PNS di Kabupaten Indramayu mencapai sekitar 25 ribu orang. Namun, saat ini jumlah PNS yang tersedia hanya 14.631 orang. Itu berarti, Kabupaten Indramayu masih kekurangan sekitar 10 ribu orang PNS. Kekurangan tersebut terutama terjadi pada tenaga pendidikan (guru) dan tenaga kesehatan," pungkasnya.

Sumber: okezone.com
Share:

Bupati Indramayu Dukung Kegiatan Seismik Pertamina EP

Pemerintah Kabupaten Indramayu mendukung pelaksanaan seismik Akasia Besar yang sedang dilakukan oleh Pertamina di 206 desa. Selain kabupaten Indramayu, kegiatan seismik oleh Pertamina juga digelar di kabupaten Cirebon, dan kabupaten Majalengka.

Hal tersebut disampaikan oleh bupati Indramayu Hj Anna Sopanah, terkait pelaksanaan seismik Akasia besar yang sedang dikerjakan di wilayah kabupaten Indramayu pada Senin (14/03) kemarin.

Bupati Indramayu Anna Sopanah mengatakan, pemerintah kabupaten Indramayu mendukung kegiatan seismik Akasia Besar yang dilakukan diwilayahnya oleh Pertamina. “pemerintah kabupaten Indramayu mendukung kegiatan seismik oleh Pertamina,” jelas Anna Sopanah.

Anna meminta, kegiatan seismik yang digelar di 206 desa di wilayahnya dapat berjalan dengan baik, dan memperhatikan hak-hak masyarakat terkait kegiatan pasca berlangsung seismik tersebut.

“Pertamina sudah sepatutnya memberikan klaim ganti rugi atas kegiatan seismik yang dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. Pihaknya tidak ingin kegiatan seismik ini akan merugikan warga saya,” jelasnya.

Anna Sopanah juga meminta kepada seluruh jajarannya dari mulai camat, kepala desa, hingga ketua RW dan ketua RT yang wilayahnya dilalui kegiatan survei seismik, untuk dapat menjelaskan sosialisasi yang sudah dipaparkan oleh pihak Pertamina kepada masyarakat terkait dengan kegiatan tersebut.

Chief Humas Seismik 3D Akasia Besar Pertamina, Salahudin Achmad, sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten Indramayu, dalam kegiatan survei seismik yang dilakukan oleh Pertamina.

Dijelaskan Salahudin Achmad, kegiatan seismik yang dilakukan di 244 desa di kabupaten Majalengka, Cirebon, dan Indramayu sudah melalui proses pelaksanaan ganti rugi kepada masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Di kabupaten Majalengka dari 22 desa yang kita lakukan survei seismik, sudah seluruhnya diberikan ganti rugi atas kerusakan dan dampak yang diakibatkan oleh aktivitas tersebut. Termasuk desa-desa di kabupaten Cirebon dan kabupaten Indramayu,” jelas Salahudin Achmad.

Sumber: cirebontrust.com
Share:

Pemkab Indramayu Kekurangan 10 Ribu PNS

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu masih kekurangan 10 ribu pegawai negeri sipil (PNS). Namun, hingga kini Pemerintah Pusat masih memberlakukan moratorium atau penghentian sementara pengangkatan PNS.

''Banyak instansi jadi kesulitan karena kekurangan PNS,'' ujar Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/3).

Syadali menjelaskan, kebutuhan PNS di Kabupaten Indramayu mencapai sekitar 25 ribu orang. Namun, saat ini jumlah PNS yang tersedia hanya 14.631 orang.

Itu berarti, Kabupaten Indramayu masih kekurangan sekitar 10 ribu orang PNS. Kekurangan tersebut terutama terjadi pada tenaga pendidikan (guru) dan tenaga kesehatan.

Kekurangan jumlah PNS itu ditambah dengan banyaknya PNS yang pensiun. Selama 2010 - 2015, terdapat kurang lebih 2.500 PNS yang pensiun. Sedangkan pengangkatan PNS baru dalam kurun waktu lima tahun tersebut, hanya ada
253 orang. ''Jumlah PNS yang masuk dengan PNS yang keluar (pensiun), sangat tidak seimbang,'' tutur Syadali.

Syadali mengungkapkan, kekurangan PNS tersebut sangat menyulitkan instansi-instansi di Kabupaten Indramayu. Apalagi, pemerintah  melarang adanya pengangkatan honorer oleh instansi pemerintah. ''Ini jadi dilematis,'' tutur Syadali.

Di satu sisi, pemerintah melarang pengangkatan honorer. Namun di sisi lain, instansi, seperti misalnya lembaga pendidikan (sekolah), membutuhkan guru untuk mengajar murid-muridnya.

Untuk mengatasi kekurangan guru PNS tersebut, Syadali mengakui banyak sekolah yang akhirnya mengangkat guru honorer. Dia pun tak bisa melarang karena memang para murid membutuhkan guru untuk mengajar mereka.

Pemerintah pun sebenarnya telah membuat kebijakan pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) untuk mengatasi kekurangan PNS di instansi pemerintahan. Namun, hingga kini aturan yang mengatur hal itu masih belum turun.

Syadali menyatakan, untuk mengantisipasi diangkatnya CPNS, P3K maupun honorer K2 menjadi PNS, pihaknya telah menganggarkan dalam APBD sebesar Rp 250 juta. Namun jika pengangkatan tersebut tak kunjung terealisasi, maka anggaran itu akan dikembalikan ke kas daerah.

Salah seorang kepala sekolah di Kecamatan/Kabupaten Indramayu yang enggan disebut namanya mengatakan, sekolah yang dipimpinnya sangat kekurangan guru. Karena itu, dia terpaksa mengangkat guru honorer meski tahu bahwa sekolah negeri dilarang mengangkat guru honorer. ''(Pemerintah) cuma membuat aturannya saja, tapi tidak memberikan fasilitas (penambahan guru PNS),'' tandasnya. 

Sumber: republika.co.id
Share:

Jumat, 12 Februari 2016

Pelajar SD Yang Hanyut di Cikedung Ditemukan Tewas

Seorang pelajar SD bernama Aji Kuswara (12), warga Blok Badak, Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu yang hanyut terbawa arus di sungai Cipanas saat bermain bersama teman-temannya. Jasadnya ditemukan oleh petugas gabungan, Saat ditemukan korban masih mengenakan pakaian tim kesebelasan sepak bola lengkap, berwarna biru, Jumat (12/2/2016). 

Menurut Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Wijonarko melalui Kasubag Humas Ajun Komisaris Ramauli Tampubolon menerangkan, sebelum kejadian, korban bersama teman-temannya yaitu Rian (10), Kevin (10), dan Gilang (8) sedang bermain di pinggir sungai Cipanas sambil main prosotan. Naasnya korban terbawa arus sungai yang saat itu sedang deras.

"Dari empat korban ini, hanya tiga temannya yang dapat diselamatkan. selanjutnya petugas terdiri dari anggota Polsek dan warga melakukan penyusuran di alur sungai tersebut, " kata Ramauli. 

Usaha pencarian korban dalam satu hari sejak korban terseret arus yakni dari hari Rabu (10/2/2016) kemarin tidak menemukan. Hingga esok harinya pencaharian dilakukan kembali dan akhirnya membuahkan hasil, jenazah Aji ditemukan dengan posisi telungkup di aliaran sungai sejauh 700 meter dari lokasi semula. 
“Warga sekitar dengan petugas langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang masih menggenakan kaos olah raga ke daratan, " paparnya. 

Korban kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dikebumikan ditempat pemakaman umum desa setempat.

Sumber: http://bit.ly/1mwjBqE
Share:

Senin, 08 Februari 2016

Lowongan Kerja Posisi Dokter Umum di Rumah Sakit MM Indramayu

Berikut adalah informasi lowongan kerja untuk posisi DOKTER UMUM di Rumah Sakit MM Indramayu.

Tanggung Jawab Pekerjaan:

Sanggup untuk Stand by dan Praktek sesuai jadwal yang disetujui bersama :
Hari praktek: Senin – Sabtu
Jam Praktek:
* shift 1 : 07.00 - 15.00
* shift 2 : 15.00 - 23.00
* shift 3 : 23.00 - 07.00

Persyaratan Pengalaman:

* Berpengalaman di bidangnya / fresh graduates are welcome
Keahlian :
* Sesuai kompetensi sebagai Dokter Umum

Kualifikasi :
* Pria / Wanita
* Lulus sebagai Dokter Umum dan memiliki STR
* Jujur, bertanggung jawab, berkomitmen dan berdedikasi tinggi terhadap profesi.

Tidak dijelaskan pada sumber harus dikirim kemana lamaran ini, kami sarankan agar langsung mendatangi Rumah Sakit MM Indramayu yang beralamat di Jl. Letjend Suprapto No 292, Kepandean - Indramayu, No telp yang bisa dihubungi: (0234) 277 632 / 277 634.

LAMARAN PALING LAMBAT SAMPE TANGGAL 29 FEBRUARI 2016

Sumber: https://www.facebook.com/Rumah-Sakit-MM-Indramayu
Share:

Sabtu, 09 Januari 2016

Warga di Kecamatan Bangodua Minta pemkab Bangun Jembatan Permanen

Warga yang tinggal di Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu berharap pemkab membuat jembatan permanen di wilayah tersebut yang menghubungkan Kecamatan Tukdana, Kecamatan Kertasmaya dan juga Kecamatan Sukagumiwang.

Berdasarkan pantauan, masyarakat yang akan menuju ke empat kecamatan tersebut harus menyeberang menggunakan perahu tambang dan harus membayar Rp 2.000 sekali menyeberang. Meski terbilang mahal, masyarakat pun yang melintas harus ekstra hati-hati. Selain memprihatinkan, juga berbahaya dengan resiko tercebur ke sungai Cimanuk tersebut.

Trisno, salah satu warga mengatakan dirinya sudah puluhan tahun menggunakan jasa perahu tambangan untuk menyeberang. Pasalnya, jika tidak menyeberang meraka harus memutar dan menempuh jalan yang lebih jauh agar sampai ke tempat tujuan.

Sementara itu, sekdes Bangodua Zaenudin mengaku sudah meminta pemkab Indramayu hingga pemprov Jabar untuk membuat jembatan permanen di sungai tersebut. "Kabar terakhir yang kami terima bahwa pengajuan pembuatan jembatan itu sudah disetejui dan segera direalisasikan oleh pemprov Jabar. Kami mohon warga untuk bersabar," jelas Zaenudin.

Sumber: koran radar 8 Januari 2016
Share:

Kabupaten Indramayu Masih Kekurangan Ratusan Guru

Kabupaten Indramayu masih kekurangan guru. Banyaknya guru yang akan pensiun, ditambah adanya moratorium rekrutmen CPNS membuat Indramayu akan mengalami kekurangan guru yang lebih parah. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Drs H Eddy Mulyadi MM mengatakan "Kekurangan PNS di Indramayu memang paling banyak untuk tenaga kependidikan (guru) yang kurang sekitar 2000 orang, jika mengacu kepada standar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan). Paling banyak adalah kekurangan guru SD, yaitu sekitar 800 orang. Kekurangan guru akan semakin parah dengan adanya moratorium penerimaan CPNS. Karena setiap tahun terdapat sekitar 200 hingga 300 orang guru yang pensiun," terang Eddy.

Eddy mengaku sudah mengajukan ke BKN, dengan harapan bisa mendapatkan prioritas. Namun lagi-lagi terganjal dengan adanya moratorium CPNS. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Dr HM Ali Hasan menjelaskan, Kabupaten Indramayu masih kekurangan guru untuk semua tingkat satuan pendidikan, Mulai dari SD, SMP, SMA juga SMK. Untuk mengatasi masalah itu, Ali berharap pemerintah pusat mengadakan pengangkatan guru PNS. Selama ini, sekolah-sekolah yang kekurangan guru PNS banyak dibantu oleh guru honorer.

Sumber: koran radar 8 Januari 2016


Share:

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support