Selasa, 30 Juni 2015

Warga di Desa Kalianyar Gunakan Air Kubangan

Musim kemarau tahun ini mulai dirasakan dampaknya oleh warga di Blok Oyoran, Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Akibat krisis air bersih, mereka terpaksa menggunakan air kubangan yang kotor dan berlumut untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) sehari-hari.

Berdasarkan pantauan, Selasa (30/6), air kubangan tersebut sangat kotor dan berwarna hijau keruh akibat lumut. Dalam kondisi normal, air kubangan tersebut kerap digunakan ternak bebek milik warga untuk berenang.

Setiap pagi dan sore hari, warga di blok tersebut akan beraktifitas di kubangan itu. Di salah satu sisi kubangan, terdapat warga yang mencuci pakaian. Di sisi kubangan yang lain, terdapat warga yang mandi dan menggosok gigi. Di dalam kubangan tersebut, juga terdapat ternak bebek yang sedang berenang. 

Padahal, di sisi kubangan yang lain  adapula warga yang sedang mencuci beras. Akibatnya, air bekas sabun dan deterjen maupun kotoran dari bebek akan tercampur ke dalam beras yang sedang dicuci warga.

"Setiap musim kemarau ya seperti ini," keluh seorang warga di Blok Oyoran, Dawuri (45).

Dawuri mengatakan, warga terpaksa menggunakan air kubangan karena tidak ada lagi air bersih yang bisa mereka gunakan. Pasalnya, air sumur milik warga mulai mengering akibat ketiadaan hujan yang turun dalam sebulan terakhir.

Jikapun ada sumur yang masih menyisakan air, maka air tersebut tetap tak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, air dari sumur itu berasa asin akibat pengaruh interusi air laut. 

Selain menggunakan air di kubangan secara langsung, warga juga akan membawa pulang air kubangan itu dengan menggunakan sejumlah jerigen. Mereka akan membiarkan air tersebut semalaman supaya kotoran yang ada di air akan mengendap di dasar jerigen.

Sumber: republika.co.id
Share:

PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu Siapkan Tanki Keliling Atasi Krisis Air

PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu telah menyiapkan sekitar lima mobil tangki keliling. Direktur Umum (Dirum) PDAM Tirta Darma Ayu, Endang Effendi, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar lima mobil tangki keliling untuk daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih.

Endang meminta masyarakat di suatu daerah yang mengalami krisis air bersih tak ragu untuk meminta bantuan pasokan air bersih dari PDAM. Namun, permintaan itu harus dilakukan secara tertulis dan resmi oleh kuwu (kepala desa) masing-masing.

''Pengajuan secara tertulis itu dimaksudkan untuk tertib administrasi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,'' tandas Endang. 

Sebelumnya, warga mengeluhkan kekeringan melanda desa Kalianyar, Indramayu. Darinih (46 tahun), warga desa tersebut mengaku terpaksa menggunakan air kubangan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Darinih menambahkan, setiap pagi dan sore, dia dan keluarganya akan mandi dan mencuci pakaian di kubangan tersebut. Setelah itu, dia membawa air kubangan itu untuk dibawa pulang ke rumah dengan menggunakan sejumlah jerigen.

Sedangkan untuk minum dan memasak, Darinih mengaku harus membelinya dari warga lain yang sudah memasang ledeng. Untuk setiap satu jeriken kecil, dia harus merogoh uang Rp 500. Namun, air ledeng di rumah warga pun tidak mengalir dengan lancar.

Sumber: republika.co.id
Share:

Dua TKI Asal Kabupaten Indramayu Tewas di Luar Negeri

Dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Indramayu tewas saat bekerja di luar negeri. Kematian kedua korban itu diduga akibat kecelakaan kerja di tempat kerjanya masing-masing.

Kedua TKI itu adalah Sopan Sopiyan (34 tahun), warga Desa Telukagung, Kecamatan/Kabupaten Indramayu dan Solihin (34 tahun), warga Kelurahan Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Sopan tewas saat bekerja di Korsel, sedangkan Solihin tewas di Malaysia.

Pihak otoritas di Korsel dalam surat pengantarnya menyatakan bahwa korban merupakan seorang tenaga buruh konstruksi yang tewas saat bekerja. Pihak BNP2TKI yang mendampingi keluarga korban kemudian langsung memberikan hak-hak korban seperti asuransi, gaji dan uang pemakaman kepada ahli warisnya.

Sementara itu, untuk korban Solihin, meski sudah bisa menerima nasib yang dialami korban, namun pihak keluarga masih mempertanyakan penyebab pasti kematian korban.

Salah seorang keluarga korban Solihin, H Helmi, mengatakan, pihak keluarga memperoleh informasi kematian korban akibat terjatuh dari sebuah gedung lantai 12 di Malaysia.

Sumber: republika.co.id
Share:

Senin, 29 Juni 2015

Perusahaan di Kabupaten Indramayu Wajib Bayar THR H-7

Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaker) telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang mewajibkan seluruh perusahaan membayar tunjangan hari raya (THR) bagi para karyawannya. Instansi itu juga membuat Posko Pengaduan terkait masalah tersebut.

''THR harus dibayarkan paling lambat  H-7 Idul Fitri,'' ujar Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Daddy Haryadi.

Daddy mengatakan, dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa karyawan yang telah bekerja minimal 12 bulan, berhak menerima THR sebesar 100 persen (1 kali gaji). Sedangkan untuk karyawan yang baru bekerja kurang dari 12 bulan, maka berhak menerima THR sebesar 50 persen dari gaji.

Saat ini SE tersebut telah disebar ke seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Indramayu. Diharapkan, perusahaan menyiapkan pembayaran THR itu sejak sekarang.

Daddy menambahkan, pihaknya juga membuat Posko Pengaduan THR, yang dijaga oleh petugas setiap hari. Pekerja yang merasa tidak menerima THR sesuai ketentuan dari perusahaannya masing-masing bisa mengadukannya ke posko tersebut.

''Di posko itu ada petugas yang berjaga 1X24 jam,'' terang Daddy.
  
Sumber: republika.co.id
Share:

Ini Kawasan Rawan Kejahatan di Wilayah Indramayu

Polres Indramayu bakal menebar personil di sejumlah titik rawan aksi kejahatan di jalur utama Pantura maupun alternatif menjelang arus Mudik Idulfitri 2015.

Pemudik yang akan melintas jalur Pantura maupun jalur alternatif di Kabupaten Indramayu Jawa Barat juga diimbau berhati-hati dan tidak beristirahat di sembarang tempat.

Kapolres Indramayu AKBP Wijonarko mengatakan patroli kepolisian akan ditingkatkan selama musim Mudik 2015 dan pengamanan bakal diberlakukan secara terbuka sampai pengamanan tertutup.

“Target dari pengetatan pengamanan jalur agar pemudik yang melintas di Kabupaten Indramayu bisa nyaman dan aman,” katanya, Senin (29/6/2015).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jalur rawan di Kabupaten Indramayu yang kerap terjadi pencurian, pembegalan dan penjambretan berada di Desa Srengseng Kecamatan Krangkeng, jalur Pantura Widasari-Lohbener, Jalan Soekarno Hatta-Indramayu, Jalan Raya Tambi Sliyeg, jalur Cikamurang, jembatan sewo Kecamatan Sukra hingga Jalan Raya Cadangpinggan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu. 

Sumber: bandung.bisnis.com
Share:

Jumat, 26 Juni 2015

Kabupaten Indramayu Kekurangan Tempat Pembuangan Akhir Sampah

Kabupaten Indramayu dengan kondisi geografis yang cukup luas, ternyata saat ini hanya memiliki dua buah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, yaitu TPA Pecuk di Kecamatan Sindang dan TPA Kertawinangun yang merupakan pindahan dari Haurgeulis.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indramayu, Drs Trisna Hendarin MSi mengatakan, kondisi ini jauh dari ideal. Meskipun demikian pihaknya terus berupaya untuk memaksimalkan kondisi yang ada saat ini.

Dikatakan Trisna, idealnya Kabupaten Indramayu yang terdiri dari 31 kecematan dengan geografis yang cukup luas harus memiliki lima buah TPA. Akibat keterbatasan ini, sampah dari wilayah yang cukup jauh seperti Jatibarang dan Karangampel terpaksa harus dibuang ke TPA Pecuk di Kecamatan Sindang.

Trisna mengakui kalau untuk membuat kawasan TPA memang dibutuhkan lahan yang luas dan biaya yang sangat besar. “Untuk sementara kita memang terus memaksimalkan dua TPA yang kita miliki. Meskipun demikian, kedepan kita akan berupaya untuk melakukan perluasan, mengingat volume sampah yang terus meningkat,” ujar Trisna, Kamis (25/6).

Trisna mengatakan, masalah pengelolaan sampah memang merupakan hal penting yang harus diperhatikan, untuk menunjang penilaian Adipura. Untuk itulah ia juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kebersihan lingkungan, dengan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, masyarakat juga akan terus dibina, agar mulai melakukan pemilahan sampah antara sampah organik dan non organik.

Untuk masalah pemilahan sampah, Trisna mengaku bangga karena saat ini sudah ada kelompok masyarakat yang mendirikan Bank Sampah. Diantaranya kelompok masyarakat peduli lingkungan yang ada di Brondong dan Cangkring. “Melalui Bank Sampah inilah, masyarakat bisa menghasilkan uang dari sampah yang mereka setorkan ke bank sampah,” tandasnya.

Di samping itu, tambahnya, saat ini juga mulai dilakukan pemanfaatan sampah organik menjadi biogas. Dari biogas tersebut ternyata bisa dimanfaatkan untuk energy listrik.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Rabu, 24 Juni 2015

Jadi Bandar Judi Kuclak, Lurah Desa di Indramayu Dibekuk

Seorang lurah desa merangkap sebagai bandar judi kuclak (dadu) bersama dua pemainnya ditangkap anggota Unit 1 Satreskrim Polres Indramayu, Rabu (24/6/2015). Dari tangan ketiganya, petugas menyita barang bukti satu set alat permainan judi kuclak, termasuk lima batang lilin serta uang pasangan sebesar Rp 305.000.

Ketiga pejudi itu adalah bandar judi kuclak yang juga sebagai lurah desa berinisial Ras alias Komleng (45), warga Desa Lanjan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, dan dua pemainnya, yakni Ron alias Pitak (31 tahun), asal Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, serta Di alias Cileng (32), penduduk Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Untuk proses selanjutnya, ketiga orang ini masih menjalani pemeriksaan polisi.

Sebelumnya, tiga orang, yaitu Har alias Ato (35) dan MH alias Kamad (17), warga Desa Sliyeglor, Kecamatan Sliyeg dan Sam (31), asal Desa Lemahayu, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu pun diciduk polisi karena tepergok menggelar pemainan judi tersebut dengan menggunakan pasangan uang hingga ratusan ribu rupiah.

Perihal itu dibenarkan oleh Kapolres Indramayu Wijonarko melalui Kasatreskrim Niko N Adi Putra. Menurut Niko, mereka bermain judi jenis kuclak sengaja dilakukan atas kesepakatan bersama dengan menggunakan taruhan uang. Dari pasangan uang itu, mereka berharap akan mendapatkan kemenangan yang pada umumnya bergantung pada untung-untungan dari permainan itu.

Namun, saat mereka menggelar permainan judi kuclak di sebuah pekarangan kosong milik warga, bandar dan dua pemainnya tertangkap tangan oleh jajarannya. Kendati beberapa pemasang lainnya kabur dari sergapan polisi yang datang ke tempat tersebut.

Hanya, seorang bandar yang notabene sebagai lurah desa serta dua pemain lainnya dapat diamankan. Dari tangan mereka pun, disita 1 buah blong warna hitam, 1 buah piringan warna putih, 3 buah dadu yang masing-masing bergambar enam macam binatang, 1 lembar lapak bergambar enam macam binatang yang sama dengan gambar dadu, 7 batang lilin serta uang pasangan judi sebesar Rp 305.000.

Penangkapan itu berawal saat jajarannya melakukan kegiatan rutin berupa operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukum Indramayu pada bulan Ramadan ini. Saat dalam perjalanannya, mendapatkan laporan jika di salah satu pekarangan kosong milik warga di Blok Jemeti Lojok, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea ada sekelompok orang yang sedang menggelar permainan judi kuclak secara sembunyi-sembunyi.

Seusai mendapat informasi berharga itu, kemudian petugas meluncur mendatangi lokasi yang disebutkan untuk mengecek kebenarannya. Tiba di lokasi, petugas melihat ada sekelompok orang tengah asyik bermain judi kuclak dengan taruhan uang dengan diterangi beberapa buah lilin. Polisi pun langsung melakukan penggerebekan hingga akhirnya mengamankan ketiganya, termasuk menyita barang bukti.

Di hadapan polisi, para pemain mengakui perbuatannya. Akibat perbuatannya, mereka terancam Pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun. 

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Lima Belas Desa di Kabupaten Indramayu Tergolong Desa Rawan Pangan

Lima belas desa di Kabupaten Indramayu tergolong desa rawan pangan yang mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, Pemerintah Kabupaten Indramayu diminta lebih peduli dengan rawan pangan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Koordinator Kelompok Program Lingkungan Bebas Rawan Pangan Tingkat Kabupaten Indramayu, Heri Hasan, Rabu (24/6/2015), mengatakan, sebanyak 15 desa di Kabupaten Indramayu yang mendapat bantuan provinsi dari Pemprov Jabar. Sementara jumlah desa yang tergolong rawan pangan diperkirakan lebih dari itu.

Dia menyebutkan, kelima belas desa itu adalah Desa Tegal Girang Kecamatan Bangodua, Desa Nunuk Kecamatan Lelea, Desa Jatisawit Kecamatan Jatibarang, Desa Arahan Kidul Kecamatan Arahan, dan Desa Dermayu Kecamatan Sindang.

Kemudian, Desa Cantigi dan Desa Cantigi Kulon Kecamatan Cantigi, Desa Cangkok dan Desa Lajer Kecamatan Tukdana, serta Desa Tenajar Lor, Desa Lemah Ayu, dan Tenajar Kecamatan Kertasemaya.

Di samping itu, Desa Dukuh Jati Kecamatan Krangkeng, Desa Dukuh Tengah Kecamatan Karangampel, dan Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener. "Ada 15 desa di 11 kecamatan," ucapnya.

Heri menjelaskan, setiap desa itu terdiri satu kelompok. Dengan demikian, terdapat 15 kelompok masyarakat di Kabupaten Indramayu yang menerima program yang beranggotakan 40-45 balita.

Sasaran program ini, menurut dia, adalah balita dan ibu hamil. Namun, untuk tahun 2015, fokus bantuan untuk penanganan balita yang kurang gizi.

Mengenai besaran bantuan, Heri menyebutkan, anggarannya sebesar Rp 25 juta per desa per kelompok masyarakat. Sementara bentuk bantuannya berupa pemberian makanan tambahan dan pemberian bantuan bibit untuk optimalisasi pemanfaatan lahan.

Menurut Heri, keberadaan balita kurang gizi di berbagai seluruh Jabar menjadi perhatian Pemprov Jabar. Oleh karena itu, Pemprov menyasar ratusan desa di Jabar yang tergolong desa rawan pangan, di antaranya 15 desa di Kabupaten Indramayu.

"Pengategorian desa rawan itu sendiri dilihat dari faktor ekonomi masyarakatnya serta melihat kondisi bayi dan ibu hamil atau menyusui," katanya. Dengan harapan Pemprov Jabar, kata Heri, agar tak ada bayi dan balita yang menderita gizi buruk di Kabupaten Indramayu.

Untuk itu, lanjut Heri, Pemprov Jabar membuat program Lingkungan Bebas Rawan Pangan (Limbas Serangan). Pada tahun ini ada 15 desa yang masuk program tersebut di Kabupaten Indramayu. Jumlahnya meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 12 desa.

Di samping balita kurang gizi, ungkapnya, program Limbas Serangan juga menyasar ibu hamil, terutama yang perekonomiannya lemah. "Program ini diharapkan dapat menyelamatkan balita dan ibu hamil yang kurang gizi," ucapnya.

Namun, yang tak kalah pentingnya dari tujuan program Limbas Serangan adalah mengubah pola pikir masyarakat Jabar agar gemar mengonsumsi makanan lokal yang beragam dan bergizi seimbang. "Bukan hanya mengatasi kurang gizi. Juga pemanfaatan pekarangan rumah masing-masing untuk tanaman produktif," katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Indramayu, Warjo, mengaku tidak dilibatkan dalam program luncuran Pemprov Jabar tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya tidak mengetahui pasti jumlah desa dan kelompok penerimanya. "Limbas Serangan merupakan program Pemprov Jabar. Tidak pernah ada koordinasi dari pemprov kepada kami," ucapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak bisa memonitor secara akurat kegiatan di lapangan. "Apakah pengalokasiannya tepat sasaran atau tidak,'' kata Warjo.

Sepengetahuan dirinya, program ini berjalan sejak 2010, tetapi baru masuk Kabupaten Indramayu sejak 2013. Sejak mulai berjalan hingga saat ini, pihaknya tidak mengetahui perkembangan dari program tersebut.

"Nama-nama penerima belum menerima data dari provinsi. Karena bantuan langsung dr provinsi. Tidak pernah ada koordinasi dari pemprov dengan pemkab. Tidak seperti program lainnya," katanya.

Dia meminta Pemprov Jabar agar memberikan informasi dan berkoordinasi apabila ada kegiatan-kegiatan untuk masyarakat Kabupaten Indramayu. Dengan demikian, pihaknya bisa ikut memonitor, mengevaluasi, dan melaporkan perkembangannya.

"Kami juga akan ada pendekatan kepada koordinator agar apabila ada program pemerintah provinsi atau pusat agar memberi tahu kami," tuturnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Perlindungan Terhadap Anak di Kab. Indramayu Masih Rendah

Perlindungan anak di Kabupaten Indramayu dinilai masih rendah. Hal itu terlihat dari minimnya anggaran yang dialokasikan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Indramayu.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Indramayu, Azun Mauzun, mengaku kedatangan jajaran BPPKB Kabupaten Indramayu yang meminta tambahan anggaran di APBD Perubahan sebesar Rp 8.752.900.825. Hal ini meningkat dari anggaran sebelumnya sekitar Rp 5.612.381.000.

Menurut Azun, yang menjadi perhatian dirinya dan anggota Komisi B lainnya adalah dari sekitar Rp 5 miliar, anggaran untuk perlindungan anak hanya sekitar Rp 60 juta. Sementara anggaran yang akan dialokasikan dari APBD Perubahan sebesar Rp 200 juta.

"Kalau dengan dana sekian, bagaimana bisa menangani kasus perlindungan anak, seperti seks di bawah umur dan kekerasan di bawah umur. Berarti selama ini perlindungan terhadap anak sangat kurang," ujarnya seusai pertemuan dengan pihak BPPKB.

Ruswa, anggota Komisi B lainnya, memandang alokasi anggaran untuk advokasi perlindungan anak yang sebesar Rp 64 juta dari sekitar Rp 5,6 miliar tidak wajar.

Kemudian, dari APBD Perubahan untuk advokasi perlindungan anak sekitar Rp 200 juta dari pengajuan sekitar Rp 8,7 miliar. "Tidak wajar, mungkin di bawah 1 persen. Anggaran hanya dialokasikan untuk kasus per kasus. Tidak menyentuh akar masalah," ujarnya

Dia pun menyinggung perihal sosialisasi trafficking, KDRT, dan pornografi dengan sasaran menurunkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak hanya melibatkan 55 orang dalam 1 tahun. Sementara anggaran untuk pengadaan fasilitas mencapai miliaran rupiah.

"Ketika menyentuh sesuatu yang substantif, anggarannya terlalu kecil. Mereka (BPPKB) belum menemukan masalah dan fokus masalah. Kalau sudah menyentuh akar masalah, kami akan perjuangkan minta uang berapa pun," ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Indramayu Muhammad Ali Akbar juga menilai kinerja BPPKB belum berhasil. Kendati jumlah personel BPPKB hanya sekitar 90 orang mencakup 31 kecamatan, kata Ali, mereka harus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait. "Udah tenaga sedikit, enggak ada koordinasi," ucapnya.

Sementara mengenai permintaan penambahan anggaran, pernyataan Ali senada dengan Ruswa bahwa hal itu akan dibahas terlebih dahulu. Sementara anggota Komisi B lainnya, yaitu Azun Mauzun dan Mujani menolak dengan tegas.

"Kalau di APBD 2016 akan saya pertimbangkan. Tapi, kalau di APBD Perubahan, tidak. Karena rentan dalam kondisi jelang pilkada," ujar Mujani.

Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia Kabupaten Indramayu Darwini menambahkan, akar masalahnya adalah pernikahan dini sehingga berdampak terhadap kekerasan seksual, prostisusi, trafficking, juga AKI-AKB. Menurut dia, banyak anak yang belum siap menikah berakhir dengan perceraian.

"Tingginya angka perceraian di Indramayu kan faktor utamanya karena pernikahan di bawah umur. Makanya, angka kematian ibu (AKI) di peringkat ketiga setelah Karawang dan Bogor. Sementara angka kematian bayi (AKB) di peringkat kedua," katanya.

Sementara itu, Kepala BPPKB Wahidin mengaku belum berbicara masalah anggaran, tetapi hanya bertukar pemikiran terkait masalah-masalah yang harus segera dipecahkan melalui program. "Kami kerja dengan Komisi B. Bagaimana Komisi B berpikir untuk Indramayu agar usia perkawinan lebih dewasa," ucapnya.

Menurut Wahidin, salah satu aspek penunjang program masalah tentunya anggaran, tetapi yang terpenting adalah komitmen Komisi B untuk mendukung program penanganan masalah-masalah sosial.

"Terutama menekan laju pertumbuhan penduduk yang saat ini masih tinggi. Saat ini TFR (total fertility rate) sebesar 2,56 atau rata-rata ibu melahirkan 2-3 anak. Kami berharap TFR nya bisa 2,0 atau rata-rata ibu melahirkan 2 anak," tuturnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah kasus kekerasan terhadap anak, Wahidin mengaku tidak ingat. Begitu pula dengan realisasi persentase dari anggaran advokasi perlindungan anak yang sekitar Rp 60 juta pada APBD 2015, dia tidak bisa menyebutkannya. "Ada datanya, lupa. Baru sebagian, saya lupa sampai berapa," ucapnya. 

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Polres Indramayu Imbau Warga Tingkatkan Siskamling Saat Ramadan

Polres Indramayu mengingatkan warga agar meningkatkan siskamling saat Ramadan. Ini lantaran angka kriminalitas selama Ramadan cenderung mengalami peningkata dibanding hari biasa.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijanarko mengatakan, selama Ramadan ini aksi kriminalitas kerap mengalami peningkatan. "Kami mengingatkan warga untuk meningkatkan siskamling. Kami juga di kepolisian terus operasi secara rutin guna mengantisipasi kriminalitas," ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (24/6/2015) siang.

Menurutnya, percobaan penjambretan di Jalan Raya Krangkeng, Indramayu, Rabu (24/6/2015) sekitar pukul 10.15 harus menjadi pelajaran. Kasus itu pun, kata dia, menunjukkan jika kejahatan terus mengintai, utamanya di daerah-daerah rawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasnudi (35) dan Saekatun (22) terjatuh dari sepeda motor saat mempertahankan tas yang hendak dijambret orang tak dikenal di Jalan Raya Krangkeng, Indramayu, Rabu (24/6/2015) pukul 10.15.

Akibatnya, Kasnudi mengalami luka serius dan kritis di RSUD Indramayu. Sementara Saekatun meninggal dunia di Puskesmas Krangkeng akibat luka serius di kepalanya.

Saat kejadian, keduanya mengendarai Honda Beat dari arah Cirebon menuju Indramayu. Namun saat di Jalan Raya Krangkeng, sepeda motor mereka dipepet dua lelaki tak dikenal yang mengendarai Suzuki Satria FU.

Tas yang dipegang Saekatun diambil paksa pelaku. Namun Saekatun memperahankannya hingga terjatuh mengenai aspal.

Sumber: jabar.tribunnews.com
Share:

Selasa, 23 Juni 2015

Lowongan Kerja di XL Centre Indramayu

XL Center Indramayu saat ini sedang membuka lowongan kerja untuk posisi: Customer service.

Persyaratan:

– Wanita
– Single (belum menikah)
– Usia Maksimal 24 tahun
– Pendidikan D3 semua jurusan
– Penampilan menarik

Penghasilan yg di dapat :

1. Gaji pokok sesuai Umk
2. Insentif/lembur
3. Bonus apresiasi
4. Bonus tahunan

Sistem jam kerja :
Senin-jumat pkl : 08.00-17.30 ,
Sabtu, pkl : 08-15.00

Kirim surat lamaran langsung ke:
XL Center Indramayu
Jl. Di Panjaitan No 44 B Indramayu
(Samping Navagreen facial)

Lamaran paling lambat tgl 13 juli 2015

Sumber: www.lokercirebon.co.id
Share:

Senin, 22 Juni 2015

Kantin SMPN 1 Gabuswetan Ludes Terbakar

Kantin SMPN 1 Gabuswetan Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu, Senin (22/6), ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun ditaksirkan kerugian mencapai Rp 25 juta.

Peristiwa kebakaran kantin yang sempat menggemparkan pihak sekolah diduga akibat percikan api yang berasal dari bakaran sampah yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui penjaga sekolah. Dia melihat gumpalan asap di dalam sekolah yang disertai dengan percikan api. Melihat itu, ia kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat itu dia melihat ada jilatan api yang merembet di antara kayu-katu bangunan kantin.

Seketika itu dirinya langsung berteriak memanggil para guru. Teriakan itu membuat para guru berdatangan, mereka berusaha langsung untuk mematikan jilatan api yang semakin membesar karena angin besar. Hanya saja usahanya tidak membuahkan hasil, kobaran api itu merambat dan membakar barang-barang yang mudah terbakar di kantin.

Kobaran api bisa dipadamkan setelah petugas polisi dari Polsek Gabuswetan dan tiga unit mobil pemadam kebakaran datang ke TKP setelah mendapatkan laporan dari pihak sekolah.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, melalui Kapolsek Gabuswetan, AKP Rusdi Hayat, membenarkan bahwa telah terjadi kebakaran di wilayah hukum Gabuswetan tepatnya di SMPN 1 Gabuswetan.

"Kobaran api berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian. Beruntung kebakaran ini tidak merembet ke gedung sekolah yang persis berada di sampingnya. Karena api dapat dikuasasi," paparnya.

Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan  dan memeinta keteran dari sejumlah saksi saksi di tempat lokasi kejadian guna untuk mengetahui penyebab pastinya. 

Sumber: fajarnews.com
Share:

Lowongan Kerja di LP3I Indramayu

LP3I Indramayu sedang membutuhkan TENAGA MARKETING. Detail info persyaratan bisa lihat pada gambar dibawah ini.


Jika berminat, batas pengiriman lamaran sampe tanggal 26 Juni 2015. Selamat mencoba

Share:

Senin, 08 Juni 2015

Belasan PJU di Kecamatan Anjatan Tidak Berfungsi

Belasan unit penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Jendral Achmad Yani Kecamatan Anjatan tidak berfungsi. Warga pun resah dibuatnya. Pasalnya, minimnya PJU di sepanjang jalan protokol itu bisa membahayakan warga maupun pengguna jalan di malam hari.

Topik, seorang warga disana mengungkapkan matinya belasan unit PJU yang berada di pinggir jalan maupun mulut gang Desa Anjatan Utara, Anjatan dan Anjatan Baru sepanjang sekitar dua kilometer sudah terjadi secara bertahap sejak setahun lalu. Terakhir, PJU di salah satu gang di Desa Anjatan Utara mati belum lama ini. Akibatnya, lokasi setempat menjadi remang-remang karena hanya mengandalkan beberapa lampu yang berada di teras rumah warga. Kondisi ini dinilai cukup rawan dan berbahaya untuk lalu lintas serta dikhawatirkan muncul kriminalitas seperti begal motor yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Topik mendesak pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamana Kab Indramayu secepatnya melakukan perbaikan. Terlebih saat ini menjelang bulan Ramadhan.

Warga lainnya yang bernama Azis mengatakan, matinya PJU sangat membahayakan para pengendara maupun warga yang sedang beraktifitas di jalan raya. Sebab, jalan raya protokol Anjatan termasuk jalur provinsi yang ramai sepeda motor, mobil, bus maupun truk-truk pengangkut material.

Sementara, jalan yang menuju Kecamatan Haurgeulis serta Kecamatan Patrol tersebut hanya tersedia satu jalur dan beberapa titik ruas jalan dalam kondisi rusak berat.

Sumber: koran radar 8 Juni 2015
Share:

Senin, 01 Juni 2015

Ulama di Kecamatan Losarang Desak Razia Pekat Ditingkatkan

Tokoh ulama Kecamatan Losarang, Drs KH Amin Bay MAg mendesak Satpol PP tegas memberantas penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kabupaten Indramayu.

Desakan ini lantaran dia melihat belum ada upaya konkrit dari para aparatur penegak peraturan daerah (perda) itu, untuk menjamin rasa aman dan nyaman kepada umat Islam yang dalam waktu dekat akan menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

"Biasanya, momen menjelang bulan puasa seperti sekarang ini Satpol PP gencar razia pekat. Tapi kok sekarang ngga kelihatan. Mudah-mudahan saya salah duga," kata Amin Bay.

Menurut ketua MUI Kecamatan Losarang ini, razia pekat seperti minuman keras maupun prostitusi perlu terus digencarkan. Selain untuk memberikan rasa nyaman umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa, tindakan refrensif dari Satpol PP diharapkan dapat menghapus niatan ormas maupun sekelompok massa untuk bertindak sembarangan memberantas pekat.

Dosen di STIT Al Amin ini khawatir, alih-alih menjaga kenyamanan umat, tindakan massa itu justru malah akan mengganggu kondusivitas daerah yang saat ini sudah terjaga dengan baik. "Maka kita percayakan aparat untuk melakukan tindakan. Kami sangat mendukung dan siap ikut dilibatkan jika memang dibutuhkan," tegas Amin Bay.

Sumber: koran radar 30 Mei 2015
Share:

Definition List

Unordered List

Support