Sabtu, 30 Mei 2015

Ada Perbaikan Jembatan, Jalur Pantura Kabupaten Indramayu Macet Panjang

Macet terjadi di dua arah karena kontraktor menutup badan jalan arah Jakarta karena Jembatan Bugel di bongkar. Titik macetnya di Desa Bugel, Patrol ekornya sampai Desa Kebomdanas, Kec.Pusakaratu, Kab.Subang sepanjang belasan kilometer.

Petugas Polantas kewalahan mengatur lalu-lintas karena umumnya pengendara tidak sabar.  H.Soma dari Cirebon menuju Pasar Kamis Tangerang nyeletuk, seharusnya Bina Marga memperbaiki jembatan itu jauh hari sebelumnya. “Sebentar lagi kan mau puasa, lalu lintas tambah padat,” katanya.

Pembangunan Jembatan Bugel memakan waktu sekitar sebulan. Selama sebulan itulah Jalur Pantura berpotensi  macet. Karena kontraktor menutup  salah satu ras jalan. Kemacetan bertambah karena kembali ada libur panjang lantaran Selasa 2 Juni libur nasional Hari Raya Waisak.

Sumber: poskotanews.com
Share:

Tujuh Partai Berkoalisi Hadapi Pilkada Indramayu 2015

Tujuh partai politik di kabupaten Indramayu, berkomitmen untuk berkoalisi bersama dalam bingkai semangat perubahan, untuk menghadapi pemilihan umum kepala daerah 9 Desember 2015 mendatang.

Meski kesepakatan secara formal belum diteken, namun proses koalisi bersama ketujuh parpol yang ada di DPRD Indramayu itu, sepakat untuk dikonsolidasikan atau disampaikan kepada kepengurusan parpol-nya masing-masing, hingga ke pimpinan parpol tingkat pusat.

Deklarasi dan kesepakatan koalisi bersama tersebut, digelar di Hotel Handayani, Indramayu, Sabtu (30/5/2015). Dihadiri oleh perwakilan pengurus parpol masing-masing dari tujuh partai yang berkoalisi, yakni, Partai Nasdem, PKB, PDI-P, Hanura, PKS, Partai Demokrat dan Gerindra.

Ketua Tim Parpol Koalisi, Solihin, mengatakan, bahwa koalisi bersama parpol ini, optimistis akan memenangi pilkada Indramayu 9 Desember 2015 mendatang. Dikatakan Ketua Fraksi PKB DPRD Indramayu itu, kalau koalisi bersama itu terwujud hingga pendaftaran ke KPUD pada Juli 2015 nanti.
“Semangat kami adalah semangat masyarakat kabupaten Indramayu, yang ingin terjadinya perubahan kepemimpinan daerah di Indramayu. Kita optimis, dengan koalisi bersama ini, maka perubahan itu akan pasti terwujud,” tegas Solihin.

Sedangkan terkait siapa saja calon yang akan diusung, Hatta, dari Partai Nasdem menambahkan, bahwa koalisi bersama itu belum memutuskan mengenai calon yang diusung. “Nantinya, masing-masing parpol anggota koalisi, akan mengajukan calon untuk diuji bersama dalam mekanisme koalisi ini. Yang pasti kita pilih yang terbaik,” tegas Hatta.

Sementara, perwakilan pengurus DPD PKS Indramayu, Agung Mardianto, mengatakan, diakui meski proses di koalisi bersama ini masih belum ditandatangani secara formal, namun PKS sepakat dengan semangat perubahan Indramayu bersama koalisi bersama tujuh parpol tersebut.

Disinggung soal  apakah PKS nantinya akan mendapatkan restu dari pengurus pusat atau tidak terkait koalisi ini, Agung, menjelaskan, hal itu urusan lain diluar kewenangannya sebagai pengurus di daerah. “Yang pasti semangat perubahan bersama tujuh parpol ini kita bawa ke pusat. Adapun pengurus pusat itu memberi rekomendasi atau tidak, bukan urusan kami, itu urusannya pusat,” jelas Agung.

Sementara itu, pertemuan koalisi bersama ketujuh parpol itu yang didukung juga oleh Partai Nasdem, H. Eryani Sulam, Sekretaris DPD Nasdem Indramayu,  menambahkan, bahwa ternyata dengan koalisi bersama, semangat kader parpol-parpol cukup menggebu dan antusias. Karena parpol juga sepakat dengan rakyat yang menginginkan perubahan.

“Pasalnya, selama ini yang lama  hasilnya begitu-begitu saja, dan rakyat sudah tidak percaya. Sehingga pertemuan koalisi bersama tujuh parpol di Indramayu ini, telah membuktikan, bahwa tidak hanya Nasdem, tapi partai-partai di Indramayu ini juga memberikan jaminan kepada rakyat, untuk sebuah perubahan yang lebih baik,” imbuh Eryani Sulam, yang juga anggota DPRD Provinsi Jabar ini

Sumber: ciumanuk.com
Share:

Senin, 25 Mei 2015

Grand Seminar Nasional REAMIGAS 2015

Media Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Akamigas Balongan bersinergi bersama BEM, DEPDIK, IMHATEP, HIMAFISA, dan PERMATEK. Dengan bangga mempersembahkan GRAND SEMINAR NASIONAL REAMIGAS 2015 dengan Tema “CONSERVING NATIONAL ENERGY WITH INNOVATIVE MINDSET”

Seminar ini dinarasumberi oleh pembicara yang ahli dibidangnya,yaitu:

SESI I:
Sub-Judul: Integrated Projects Management for Energy Conservation and Sustainability: Oil & Gas and re-Newable Energy

~Bambang Haskara HS., ST
(Pengamat Energi Merdeka, Tenaga Ahli Pengembangan Lapangan Migas Pertamina Group & Pengurus Pusat IATMI Jakarta Divisi Pengembangan Komisariat Dalam dan Luar Negeri)

~Ir. Uus Supriatna, M.Si 
(HSE and Energy Management System Consultant PT.Indo-Rama Synthetics Tbk,Indorama Polychem Indonesia)

SESI II:
~Ir. Edi Sartono  
(Kasubdit Penyiapan Program Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM)

Seminar ini dimoderatori oleh :
Richo E Mauland,A.Md 
(Corporate HSE Supervisor PT Indorama Polychemical Indonesia dan Dewan Pembina MPPM)

HTM :
PRE-SALE : Rp 60.000 (20-24 MEI 2015)
SALE.         : Rp 65.000 (25-28 MEI 2015)
(Untuk Mahasiswa dan Umum)
*NB:~ TIDAK MEMBUKA PEMBAYARAN ON THE SPOT
        ~ 100 PENDAFTAR PERTAMA AKAN MENDAPATKAN SOUVENIR

DEADLINE PENDAFTRAN:
28 MEI 2015 Pukul 15.00 WIB

PELAKSANAAN SEMINAR:
MINGGU, 31 MEI 2015

JAM:
07.30 – Selesai

TEMPAT:
Gedung PGRI Indramayu (Jl. MT Haryono, Sindang, Indramayu, Jawa Barat 45222 )

FASILITAS:
-Sertifikat Seminar Nasional
-Goodie Bag Seminar KIT
-Choco-Break with Chocoofaza and Snack
-Lunch
-Handout Materi


TATA CARA PENDAFTARAN
LIHAT DISINI : http://reamigas2015.blogspot.com/2015/05/tata-cara-pendaftaran-grand-seminar.html

CONTACT US
CP          : Ida Ayu Mei (08571885873 / ID LINE: idaayumei) //  Agam (081808860513 / ID LINE : setiawan_agam)
Email     : Reamigasbalongan@gmail.com
Twitter    : @Reamigas15
Website : www.Reamigas2015.blogspot.com

“LETS JOIN US AND BE PART OF ENERGY RESCUER!”
Share:

Minggu, 24 Mei 2015

Gedung Kesenian di Kabupaten Indramayu Perlu Perhatian Pemprov Jabar

Gedung Kesenian Indramayu di Jalan Veteran Kecamatan/Kabupaten Indramayu membutuhkan perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembangunan gedung tersebut sudah berlangsung beberapa tahun dengan mengandalkan APBD Kabupaten Indramayu.

"Keinginan seniman lebih cepat lebih baik. Kami berharap gedung itu diselesaikan segera," ucap Siswo Hadi Prayitno (35), pengurus Dewan Kesenian Indramayu, Minggu (24/5/2015).

Namun, seniman pun menyadari hal itu tidak terlepas dari ketersediaan anggaran dan prioritas pembangunan Pemkab Indramayu.

Menurut dia, pemerintah daerah sudah berpihak kepada seniman dengan berupaya membangun gedung kesenian, tetapi pihaknya mempertanyakan penyelesaian pembangunan gedung tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu Didi Supriyadi mengaku berkomitmen menyelesaikan pembangunan Gedung Kesenian Indramayu tersebut. Namun, memang dalam pelaksanaannya tidak berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan.

Didi mengungkapkan, pembangunan gedung itu merupakan inisiasi mantan Bupati Indramayu MS Syafiuddin berdasarkan aspirasi seniman dan masyarakat. Pasalnya, gedung lama dinilai kurang representatif bagi kegiatan seni dan budaya.

Oleh karena itu, Pemkab Indramayu saat itu bersama DPRD Kabupaten Indramayu bersepakat membangun gedung kesenian yang luas dan representatif. Akhirnya, pembangunan pun dimulai pada 2008.

Menurut Didi, total anggaran yang direncanakan Rp 17,5 miliar untuk membangun gedung kesenian modern nan mewah tersebut. Karena besarnya anggaran yang diperlukan, pembangunan pun dilakukan secara bertahap sesuai dengan alokasi dari APBD.

Didi memerinci, pada 2008 dianggarkan Rp 964.100.000 dengan capaian pembangunan sebesar 5,51 persen, pada 2009 sebesar Rp 1.753.000.000 (15,53 persen), pada 2010 sebesar Rp 496.533.000 (18,36 persen), pada 2011 tidak ada pembangunan, pada 2012 sebesar Rp 2.174.928.000 (30,79 persen), pada 2013 sebesar Rp 2.229.889.000 (43,53 persen), dan 2014 sebesar Rp 1.854.611.000 (54,13 persen).

Untuk tahun 2015, ungkap Didi, dianggarkan Rp 2 miliar dengan taget capaian 65,56 persen. Sementara pada 2016 diproyeksikan Rp 6.026.639.000 (100 persen). "Tapi, masih dalam pengajuan ke Pemprov Jabar," ucapnya.

Dia mengaku kedatangan seniman besar yang juga Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar pada 2014 lalu menjadi momentum untuk mendapat perhatian Pemprov Jabar. "Alhamdulillah ketika itu beliau berjanji akan memberikan bantuan sesuai dengan pengajuan kita," tuturnya.

Adapun sejumlah pekerjaan yang belum terselesaikan, kata Didi, adalah ruang auditorium dan finishing-nya, perbaikan kantor depan, pemagaran, dan panggung apung.

"Untuk auditorium dan finishing akan diselesaikan tahun ini, sedangkan sisanya mengharapkan bantuan provinsi," ujarnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Rabu, 20 Mei 2015

Pedagang Pasar di Indramayu Mengaku Pernah Ditawarkan Jual Beras Sintetis

Kabar beredarnya beras sintesis berbahan plastik kini tengah menjadi perhatian masyarakat. Pedagang di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu mengaku pernah ditawarkan untuk menjual beras sintesis tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Wahyudi, salah seorang pemilik toko beras di Pasar Baru Indramayu. Ia mengaku pernah ditawari oleh seseorang untuk menjual beras sintesis yang diduga mengandung bahan plastik.

''(Beras sintetis) langsung saya tolak,'' ujar Wahyudi, Rabu (20/5).

Ia menjelaskan,beras sintetis itu memiliki ciri-ciri berwarna putih jernih dan terasa sangat licin saat dipegang. Beras tersebut ditawarkan dalam bentuk kemasan plastik.
Wahyudi mengaku tidak mengetahui berapa harga beras sintetis tersebut. Sebab ia langsung menolaknya sebelum sempat menanyakan harganya. 

Menurut Wahyudi, orang yang menawarkan beras sintetis itu bukan merupakan pemasok/bandar beras yang biasa memasukkan beras ke kios-kios di Pasar Baru Indramayu. Ia mengaku ditawari beras jenis tersebut sekitar semingguan yang lalu.

''Saya yakin pedagang beras di sini juga pasti menolak beras (sintetis) itu,'' tandasnya.

sumber: republika.co.id
Share:

DPRD Kab Indramayu Akan Awasi Pengeboran Seismik

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indramayu akan mengawasi pelaksanaan pengeboran seismik di Kabupaten Indramayu oleh Pertamina EP. Dewan pun siap memfasilitasi jika ada masyarakat yang mengeluhkan adanya dampak pengeboran.

"Yang penting bagi kami, ketika dilakukan pengeboran, tidak ada masyarakat yang dirugikan. Jika ada lahan warga yang terkena dampaknya, Pertamina EP harus menyiapkan ganti rugi," ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Indramayu, Muhaimin, Selasa (19/5/2015).

Untuk itu, kata Muhaimin, dewan siap mengawal pelaksanaan pengeboran seismik ini mulai dari sosialisasi hingga pelaksanaan pengeboran. Dia pun akan menampung keluhan masyarakat apabila ada yang terdampak oleh aktivitas pengeboran yang dilakukan Pertamina.

Dia menjelaskan, ini merupakan program pemerintah pusat dalam rangka mencari sumber minyak dan gas. Oleh karena itu, tak ada alasan bagi pihaknya untuk menghalang-halangi, justru pihaknya akan mengawal.

"Kami sangat menerima dan mendukung kegiatan tersebut karena tidak hanya dilakukan di Indramayu, tetapi juga melibatkan kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Untuk wilayah III kan dilaksanakan di Indramayu, Majalengka, dan Cirebon,"

Menurut Muhaimin, pihak Pertamina baru melakukan sosialisasi awal kepada masyarakat. Adapun langkah awal adalah melakukan survei di sekitar 200 desa pada 22 kecamatan yang diduga mengandung gas alam.

"Dari titik-titik tersebut, tidak semuanya akan dilakukan pengeboran. Itu tergantung hasil kajian. Hari ini (kemarin) katanya di Kecamatan Tukdana," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Dedi Agus Permadi mengaku tidak dilibatkan oleh Pertamina dalam proses sosialisasi ataupun pelaksanaan pengeboran. Dia pun tidak diberi tahu titik-titik sosialisasi dan yang akan dilakukan pengeboran.

"Saya baru tahu sudah ada sosialisasi. Tapi, biasanya sosialisasi langsung kepada masyarakat yang terkena dampak langsung," ucapnya.

Dia mengaku tidak dilibatkan dalam pelaksanaan, tetapi hanya dilibatkan saat perencanaan sehingga tidak mengetahui perihal pelaksanaan. Menurut dia, ketidakterlibatan Pemkab Indramayu lantaran kewenangannya ada di pemerintah provinsi karena proyek ini lintas wilayah dan berkaitan dengan tiga kabupaten, yaitu Indramayu, Majalengka, dan Cirebon.

Meskipun demikian, ungkap Dedi, pemda akan turut mengawasi lantaran yang terkena dampak adalah warga Kabupaten Indramayu yang menjadi tanggung jawab pihaknya. Sepengetahuan dirinya, dalam proses pengeboran diperlukan dua bulan lebih untuk membuat konstruksinya saja.

"Kami sarankan agar Pertamina atau tim seismik meminimalkan dampak sosial, ekonomi, dan budaya. Jangan sampai merugikan masyarakat," tuturnya.

sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Keluarga Dari TKI Yang Terancam Vonis Mati Datangi Pendopo Indramayu

Dua keluarga dari dua tenaga kerja wanita yang terancam vonis mati di Arab Saudi dan Tiongkok menyambangi Pendopo Indramayu, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Rabu (20/5/2015).

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu proaktif menjembatani ke pemerintah pusat agar hukuman kedua TKW tersebut bisa diringankan dan diekstradisi ke Indonesia.

Seperti diketahui, ada dua warga Kabupaten Indramayu yang terancam hukuman mati di Arab Saudi dan Tiongkok. Mereka adalah Siti Qomariah, warga Desa Kebulen Blok Pinggir Kali RT 6 RW 2 Kecamatan Jatibarang, dan Wanipah, warga Desa Sendang Blok Kartiyah RT 4 RW 2 Kecamatan Karangampel.

Siti Qomariah yang bekerja di Arab Saudi sejak 2009 dituduh membunuh salah seorang warga Kalimantan, pemilik kontrakan di Arab Saudi. Kasus ini baru terungkap ke publik pada April 2015 lalu.

Kemudian, Wanipah ditangkap otoritas Tiongkok karena kedapatan membawa heroin seberat 99,72 gram dan paspor palsu bernama Fazeera Icha pada Desember 2010 lalu. Wanipah pun divonis mati pada April 2011 dengan masa penundaan dua tahun, sedangkan kasus Siti Qomariah belum jelas hingga kini.

Nasriah (55) yang ditemani suaminya, Jayadi (60), mendengar kabar bahwa hukuman anak sulungnya itu diperingan dari hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup.

Mendengar hal itu, dia mengaku gembira di tengah duka lantaran belum mendapat kepastian langsung. "Bingung Mas, entah harus senang atau enggak. Memang jadi lebih ringan hukumannya, tapi kan tetap dipenjara," ucapnya berkaca-kaca.

Kedatangannya ke Pendopo Indramayu adalah untuk memohon bantuan Bupati Indramayu Anna Sophanah agar bisa menjembatani dirinya ke Kementerian Luar Negeri.

Dia pun sangat berharap bisa bertemu dengan anak yang menjadi tulang punggung keluarga itu. "Pengen meluk, pengen cium, Nak. Tolong Ibu Bupati, bantu kami. Kalau bisa, dibebaskan saja karena anak saya enggak tahu apa-apa, dijebak majikannya," tuturnya.

Sementara itu, Rokhmi (49), ibu kandung Siti Qomariah, yang mendengar pula kabar diperingannya hukuman Wanipah, berharap hal serupa terjadi kepada anaknya.

Menurut dia, putrinya itu hanya korban yang diseret-seret oleh TKI asal Cirebon dan Indramayu. "Anak saya tidak terlibat, nama anak saya diseret oleh dua TKI lainnya," ujarnya yang ditemani adik dan keponakannya.

Rokhmi berharap hukuman putrinya itu bisa diperingan oleh pemerintah Arab Saudi, seperti Wanipah. Akan tetapi, keluarga Wanipah dan Siti Qomariah menginginkan selain adanya keringanan hukuman, juga kedua TKW tersebut diekstradisi dan menjalani hukuman di Indonesia. "Kalau bisa diperingan dan dibawa pulang," ucap Nasriah yang diamini pula oleh Rokhmi.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu Daddy Haryadi mengungkapkan, Pemkab Indramayu akan mendatangi Kementerian Luar Negeri untuk mendapat kejelasan nasib dua warganya tersebut.

Pasalnya, dia mengaku sudah mengirimkan surat ke Kemenlu sejak 21 April 2015 lalu, tetapi hingga saat ini belum beroleh jawaban. "Agar segera mendapat kepastian, Ibu Bupati memerintahkan saya supaya ke Kemenlu untuk mencari informasi sejelas-jelasnya. Beliau pun prihatin dengan nasib kedua warganya tersebut," katanya.

Di samping meminta kepastian, ungkap Daddy, pihaknya pun akan meminta Kemenlu agar melakukan negosiasi dengan Arab Saudi agar kedua TKW itu mendapat hukuman seringan-ringannya. Diharapkan, keduanya diekstradisi dan menjalani hukuman di Indonesia saja.

Meskipun demikian, pihaknya memahami sikap kehati-hatian Kemenlu dalam bernegosiasi untuk memperoleh keringanan hukuman warganya. "Apalagi, Indonesia pun menerapkan hukuman mati. Jadi, kita memang harus hati-hati dalam hal ini," katanya.

sumber: pikiran-rakyat.com
Share:

Rata-rata Warga di Kab Indramayu Hanya Lulus SD

Angka rata-rata lama sekolah (RLS) di Kabupaten Indramayu masih rendah. Dinas Pendidikan (Disdik) pun diminta membuat program gerakan sadar berpendidikan.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, Ruswa, Rabu 20 Mei 2015. “Berdasarkan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Indramayu 2014 disebutkan RLS baru di angka 6,32,” kata Ruswa. 

Rata-rata masyarakat Kabupaten Indramayu baru sampai kelas 6 sekolah dasar (SD) atau kelas satu sekolah menengah pertama (SMP). Menurut Ruswa kondisi ini sangat memprihatinkan.

"Namun dibandingkan kondisi lima atau sepuluh tahun yang lalu, angka ini telah mengalami kenaikan," katanya. 

Namun Pemkab Indramayu masih harus bekerja keras lagi agar RLS Indramayu bisa sampai kelas tiga SMP bahkan kelas satu SMA. Hal yang harus dikerjakan diantaranya dengan membuat program gerakan sadar berpendidikan. 

Gerakan itu harus dipelopori pemerintah daerah dan didukung seluruh komponen masyarakat. “Pemkab Indramyau pun harus berupaya menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan,” kata Ruswa.

Hal lain yang bisa dilakukan yaitu upaya pengentasan anak putus sekolah atau masyarakat yang sudah tidak berkesempatan sekolah formal karena factor usia. Hal itu bisa dilakukan dengan mempermudah akses program kejar pake baik A, B maupun C. “Pemkab juga harus betul-betul menggratiskan dan menghilangkan pungutan-pungutan lain terkait program kejar paket ini.” kara Ruswa. Ini dikarenakan sebagian besar mereka berasal dari keluarga tidak mampu.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Ali Hasan, menyatakan munculnya angka RLS itu disebabkan banyaknya masyarakat yang berusia 50 hingga 59 tahun yang belum mengenyam pendidikan. Berdasarkan informasi dari berbagai pihak, kelompok masyarakat tersebut mencapai 30 persen dari jumlah total penduduk Kabupaten Indramayu. “Jadi tidak ada anak putus sekolah di Kabupaten Indramayu,” katanya.

Ali menyebutkan berdasarkan data terakhir 2013/2014, angka partisipasi murni (APM) sudah cukup bagus. Untuk APM dari SD ke SMP mencapai 100 persen. Sedangkan dari SMP ke SMA mencapai 74 persen. “Dari SMP ke SMA memang tidak 100 persen. tapi bukan berarti putus sekolah,” katanya. Mereka menurut Ali melanjutkan sekolah keluar daerah, seperti ke pesantren.

sumber: .tempo.co
Share:

Kamis, 14 Mei 2015

Seminar Pilkada dan Komitmen Membangun Indramayu

Indramayu Institute mengundang anda untuk hadir di seminar dengan tema 'Pilkada dan Komitmen Membangun Indramayu. 

Seminar akan diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2015. Mulai Pkl 08.00 - 12.00 WIB di hotel Handayani Indramayu dengan menghadirkan pembicara:
  • Prof. Dr. Indria Samego (LIPI)
  • Prof. Dr. Ikhwanudin M ( guru besar IPB/BPPT)
  • Prof. Dr. Agus Aris M (guru besar UI)
  • DR. Hasan Hambali (pengusaha/hotel salak Bogor)
  • Para calon bupati

Kami tidak mendapatkan info apakah ada biaya masuk untuk bisa hadir pada seminar ini. Silahkan anda bertanya langsung ke akun twitter dibawah ini

Sumber: akun twitter @Amien39Amien 
Share:

Minggu, 10 Mei 2015

Tujuh Kilometer Jalan di Desa Sukra Wetan Perlu Perbaikan

Sebagian besar jalan di Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra mengalami kerusakan. Sampai mayoritas jalan tersebut belum diperbaiki, kuwu Desa Sukra Wetan, M Rusdi mengatakan kalo kerusakan jalan tersebut disebabkan minimnya perawatan yang dilakukan. Apalagi, beban jalan terus bertambah seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

"Jalan rusak tersebut keseluruhan panjangnya sekitar tujuh kilometer. Kalau tidak segera diperbaiki, nantinya akan bertambah rusak. Kondisi tersebut jelas menghambat aktifitas warga," jelas Rusdi.

Untuk memperbaiki jalan yang rusak itu, pemerintah desa juga kesulitan. Anggaran desa yang ada tidak bisa meng-cover perbaikan keseluruhan jalan tersebut. Alokasi untuk perbaikan dari anggaran desa hanya sekian persennya saja. Bahkan di-support dari hasil pembagian lelang lahan pangonan juga masih belum bisa. 

Dari hasil pembagian lelang pangonan tahun 2014, Pemerintah Desa Sukra Wetan memperbaiki jalan di Blok Karanganyar dan Kedungdawa. Diperbaikinya jalan tersebut karena akses utama masyarakat di dua blok itu.

"Itu juga belum keseluruhan diperbaiki. Rencananya tahun ini akan dilanjutkan perbaikannya dari anggaran hasil pangonan. Untuk jalan lingkungan, kami sangat berharap adanya bantuan pemerintah," harap Rusdi.

Sumber: koran radar
Share:

Kamis, 07 Mei 2015

Saluran Irigasi di Desa Tegal Bangodua Dipenuhi Sampah

Saluran irigasi di Blok Girang Desa Tegal Kecamatan Bangodua tak dapat berfungsi dengan optimal lantaran timbunan sampah. Sampah memenuhi pintu air saluran irigasi dan menimbulkan bau tidak sedap.

"Sudah bertahun-tahun saluran irigasi yang ada di Blok Girang ini selalu dipenuhi sampah. Kami hanya bisa mengambil sampah dari saluran irigasi dan memindahkannya ke pinggir saja. Harusnya ada petugas dari dinas kebersihan yang membersihkan sampah-sampah itu," ujar Castim warga Desa setempat.

Castim mengungkapkan, tumpukan sampah itu berasal dari pembuangan warga yang berada di sepanjang aliran irigasi. Dirinya sangat menyayangkan perilaku tersebut. Sebab, selain menjadi penyebab banjir, tumpukan sampah itu bisa menimbulkan penyakit.

Tasmin, warga desa setempat lainnya meminta agar dinas kebersihan dan pemerintah desa bekerja sama untuk melakukan pengawasan. Bahkan, bila perlu diberikan sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah di sungai. Sanksi ini diperlukan untuk memberi efek jera.

"Sebenarnya warga sudah tahu dampak buang sampah di saluran irigasi, tapi mereka bingung sampah rumah tangganya mau dibuang kemana. Dan pengawasan dari dinas terkait juga masih minim dan juga jarang mensosialisasikan menjaga lingkungan dari sampah," kata Tasmin

Sumber: koran radar


Share:

Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Indramayu Tinggi

Tingkat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Indramayu, cukup tinggi. Dibutuhkan kesadaran para pengguna kendaraan dan masyarakat untuk mengatasi hal tersebut.

Berdasarkan data dari Polres Indramayu, Kamis (7/5), sepanjang Januari-April 2015, tercatat ada 327 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah kasus itu, menimbulkan korban tewas hingga 89 orang.

"Angka kecelakaan lalu lintas di Indramayu ini memang cukup tinggi," ujar Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko.

Wijonarko menyebutkan, dari jumlah total kecelakaan dalam empat bulan terakhir itu, terdiri dari 91 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Januari 2015. Pada bulan itu, terdapat 37 korban tewas akibat kecelakaan.   

"Jadi setiap hari (pada Januari 2015), ada sekitar tiga kecelakaan, dengan korban tewas satu sampai dua orang," kata Wijonarko.

Pada Februari 2015, terdapat 76 kejadian kecelakaan, dengan jumlah korban tewas mencapai 25 orang. Sedangkan pada Maret, kecelakaan menurun menjadi 67 kejadian, dengan jumlah korban tewas mencapai 11 orang.

Namun, lanjut Wijonarko, kejadian kecelakaan lalu lintas kembali naik pada April menjadi 93 kasus. Dari jumlah itu, korban tewas sebanyak 16 orang.

Wijonarko mengakui, Kabupaten Indramayu memang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, jalur pantura Indramayu sepanjang 68 km, menjadi titik lelah bagi kendaraan dari arah Jakarta menuju Jateng maupun sebaliknya.

Selain itu, kecelakaan lalu lintas juga dipengaruhi ketidakmampuan pengendara dalam mengemudikan kendaraannya. Hal itu terutama kalngan pelajar maupun remaja, yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).

"Untuk berkendara, harus benar-benar siapkan diri. Jangan lupa juga cek kendaraan sebelum berangkat," kata Wijonarko.

Wijonarko menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, maka remaja yang belum cukup umur harus dicegah agar tidak mengendarai kendaraan bermotor. Langkah ini memerlukan kesadaran dari para orang tua agar tidak memberikan sepeda motor kepada  anaknya yang belum cukup umur untuk berkendara.

"Kami juga sudah memberikan pendidikan (mengenai keselamatan dan keamanan berkendara) ke sekolah-sekolah," terang Wijonarko.

Tak hanya itu, para pengendara yang merasa lelah atau mengantuk saat mengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri untuk tetap mengemudi. Mereka sebaiknya beristirahat terlebih dulu.

Ketika disinggung mengenai kondisi jalur pantura Indramayu, Wijonarko mengakui masih ada sejumlah ruas jalan yang berlubang-lubang. Meski lubang-lubangnya kecil, namun hal itu bisa menimbulkan kerawanan terjadinya kecelakaan.

Wijonarko menyatakan, akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi kerusakan jalan tersebut. Dengan demikian, kondisi jalur pantura sudah dalam kondisi baik, terutama saat arus mudik mendatang.

Dari seluruh ruas jalur pantura Indramayu, kondisi jalan berlubang di antaranya terletak di Kecamatan Lohbener, Kandanghaur, dan Widasari. Namun, untuk jalur di daerah Widasari, sedang dilakukan upaya penambalan.

Sumber: republika.co.id
Share:

Pencairan ADD Terus Tertunda, Kuwu di Indramayu Kecewa

Kuwu  di Ka­bupaten Indramayu kecewa karena pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015 terus tertunda. Akibatnya mereka terpaksa harus menggunakan dana talangan untuk membiayai operasional kegiatan pemerintah desa.

Sekretaris Asosiasi Kuwu Se­luruh Indramayu (AKSI), Wartono SPd mengatakan, apa­ratur desa sebagai pelayan ma­syarakat menyesalkan regulasi yang baru yang menyebabkan dana ADD masih molor hingga lima bulan.
“Akibat kondisi ini, banyak kuwu yang menggunakan dana pribadi untuk membiayai operasional desa. Dampaknya banyak kuwu yang tekor karena dana ADD belum juga cair,” kata Wartono.

Adapun yang menjadi penye­bab dana ADD belum dapat di­serap untuk kebutuhan ope­rasional desa, kata War­tono, adalah regulasi yang diatur UU Desa. Regulasi ini terus mengganjal proses pen­cairan. Pihaknya sangat menyesalkan kondisi ini, sebab pembangunan dan pelayanan di desa terganggu karena biaya operasional yang minim.

Sebagai gambaran, di Ka­­bupaten Indramayu ada 309 desa. Dari jumlah itu, ada desa yang telah meng­gunakan dana talangan mencapai Rp200-300 juta untuk pembangunan pendopo desa dan kebutuhan taktis lainnya. “AKSI sudah sering berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pusat, namun hingga saat ini belum ada realisasi,” jelasnya.

Para kuwu juga mengaku tidak dapat memaksimalkan pelayanan dan pembangunan di desa karena dana alokasi dari pemerintah pusat belum juga turun. Padahal, pelayanan kepada masyarakat tidak bisa berhenti. Imbasnya, kuwu terus menerus nombok.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Indramayu, Ir Joko Pramono me­ngatakan, Pemkab Indra­­mayu terus berupaya mela­kukan sejumlah upaya agar penerapan UU desa dapat di­apli­kasikan dengan baik hing­ga ke daeerah-daerah.

Menurutnya, saat ini ada tujuh pos pendapatan peme­rin­tah desa yakni dari PAD, da­na desa, pajak daerah, ADD, bantuan provinsi, hi­bah atau sumbangan dan pen­dapatan lainnya. ADD dijan­jikan mencapai Rp1,4 miliar untuk setiap desa di seluruh Indonesia.

“ADD tersebut dilihat dari jumlah penduduk, luas wilayah dan angka kemiskinan, nanti setiap desa akan diberikan ADD yang berbeda sesuai dengan tiga kriteria tersebut,” jelasnya.

Joko mengatakan, UU 6 tahun 2014 tentang desa, khususnya di pasal 100 yang menyebutkan pembagian dana ADD tersebut 30 persen untuk tunjangan kepala desa dan 70 persen untuk pembangunan. “Paling sedikit Rp500 juta untuk setiap desa yaitu dari dana desa dan ADD,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Bachtiar SH mengatakan, Pemkab Indramayu tengah melakukan formulasi perce­patan pencairan ADD. Dirinya juga berharap, dana desa bisa segera dicairkan. “Kita sedang proses percepatan pencairan ADD. Yang terpenting hak mereka tidak hilang dengan adanya regulasi baru,” tandasnya.

Sumber: radarcirebon.com
Share:

Rabu, 06 Mei 2015

Warga di Kecamatan Jatibarang dan Sliyeg Dilatih Teknis Pengolahan Hasil Perikanan

DINAS Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, saat ini terus melakukan safari pelatihan teknis pengolahan hasil usaha perikanan, ke beberapa desa di wilayah kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Kegiatan pelatihan yang dihadiri oleh Kepala UPTD Perikanan Kecamatan Jatibarang, Hj Ampera, Kuwu Desa Krasak Wardono, tokoh periknanan setempat Mara Ayi Sumarna dan undangan lainnya tersebut, untuk memberikan informasi, pengetahuan, diversifikasi usaha pengolahan ikan dan ketrampilan, bagi kelompok pengolahan hasil perikanan (Poklahsar),  mengenai pengolahan hasil perikanan.

Seperti yang dilakukannya di Balaidesa Krasak Kecamatan Jatibarang, Rabu (6/5/2015), Diskanla melalui bidang penyuluhan, menyelenggarakan pelatihan teknis pengolahan hasil perikanan. Kegiatan yang dilaksanakan mulai sekira jam 08.30 s/d 14.00 WIB,   tempat di aula balai desa Krasak kec. Jatibarang itu, dengan  jumlah peserta sebanyak 25 orang  dari ibu ibu KWT se kecamatan Jatibarang dan kecamatan Sliyeg.

Adapaun materi yang disajikan, terdiri dari teori dan praktek dengan membuat olahan ikan yang cukup bernilai ekonomis dan disukai banyak orang, yaitu bakso ikan, nugget ikan, dan somay ikan, dan lainnya.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Diskanla Kabupaten Indramayu  H.Ir.Abdurrosyid Hakim melalui Bagian Penyuluhan Diskanla, Maman Suparman,  dalam sambutannya, mengharap kepada para peserta yang merupakan masyarakat pengolah dan pemasar hasil perikanan, untuk meningkatkan ide dan memperluas jaringan dalam pemasaran produk olahan. Selain itu, untuk menjadi pengusaha yang sukses, perlu adanya “ciri khas” produk.

“Keunikan dan ciri khas produk ini, yang banyak dicari orang, keunikan ini termasuk dalam proses produksi, merk, dan packaging sesuai khas daerah masing-masing peserta pelatihan,”katanya.

Sumber: ciumanuk.com
Share:

Angka Kriminalitas di Kabupaten Indramayu Meningkat

Sepanjang Januari - April 2015, tercatat sedikitnya 320 kasus kriminalitas terjadi di Kabupaten Indramayu. Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. 

''Masyarakat harus selalu waspada, terutama saat menjelang puasa dan lebaran,'' ujar Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, Selasa (5/5).

Wijonarko menyebutkan, angka kriminalitas itu tercatat terjadi pada Januari sebanyak 100 kasus, Februari 56 kasus, Maret 70 kasus dan April 95 kasus. Namun, dia mengakui kejadian yang sesungguhnya di lapangan kemungkinan bisa lebih tinggi lagi.

Sementara itu, untuk jenis kasus kriminalitasnya di antaranya berupa pencurian sepeda motor, pencurian mobil, pencurian dengan kekerasan, penipuan dan penggelapan, judi, menyetubuhi anak dibawah umur, pembunuhan, kekerasan dalam rumah tangga dan trafiking. 

''Kasus kriminalitas ini menyebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Indramayu,'' terang Wijonarko.

Wijonarko mengakui, selama rentang waktu Januari - April, sejumlah kasus tercatat mengalami peningkatan pada April. Dia menilai, hal itu dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan tindak kriminalitas kepada kepolisian.

Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi penyebab makin meningkatnya kasus kejahatan di tengah masyarakat. Seperti sempitnya lapangan pekerjaan dan meningkatnya kebutuhan hidup, terutama saat menjelang puasa dan lebaran.

Untuk mengatasi makin meningkatnya kejahatan di tengah masyarakat, Wijonarko pun mengimbau masyarakat makin menggiatkan siskamling. Pasalnya, pihaknya mengalami keterbatasan, baik dari segi jumlah personil maupun kemampuan kendaraan operasional.

Sumber: republika.co.id
Share:

Jalur Pantura Indramayu Kondisinya Masih Berlubang

Arus mudik lebaran sudah di depan mata. Namun, jalur utama pantura Kabupaten Indramayu yang selama ini menjadi penghubung utama Jakarta dan Jateng, hingga kini kondisinya masih berlubang-lubang di sejumlah wilayah.

Hal itu terungkap saat pengecekan jalur pantura yang dilakukan Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko, Rabu (6/5). Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan penggunaan jalur pantura dalam menghadapi arus mudik mendatang.

‘’Untuk jalur pantura (Indramayu), masih ada yang berlubang-lubang, tapi kecil,’’ ujar Wijonarko.

Lubang-lubang pada jalan itu terlihat di tiga wilayah, yakni Kecamatan Lohbener, Kandanghaur dan Widasari. Lubang-lubang itu memiliki diameter sekitar 30 – 40 cm, dengan kedalaman sekitar 20 cm. Namun, untuk wilayah Widasari, sedang dilakukan upaya penambalan pada jalan yang berlubang tersebut.
"(Untuk wilayah yang belum diperbaiki), kami akan koordinasi dengan pihak terkait,’’ tegas Wijonarko.

Wijonarko mengakui, keberadaan jalan tol Cikampek – Palimanan (Cikapali) yang rencananya akan dioperasikan pada arus mudik mendatang, akan mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama pantura. Hal itu terutama kendaraan roda empat.

"Kalau sepeda motor, masih tetap akan melalui jalur pantura,’’ kata Wijonarko.   

Wijonarko menilai, jika lubang-lubang di jalur pantura tidak segera diperbaiki, maka kondisi tersebut bisa menimbulkan kerawanan kecelakaan bagi pengguna sepeda motor. Hal itu terutama bagi pemudik motor yang memacu kendaraannya dengan tinggi dan belum memahami kondisi jalan.

‘’Kalau untuk jalan tol Cikapali di wilayah Indramayu, kondisi jalannya sudah baik. Tinggal lengkapi rambu-rambu dan petunjuk lainnya,’’ tutur Wijonarko.

Sementara itu, pembangunan jalan tol Cikapali saat ini sudah rampung 95 persen. Pembangunan ditargetkan selesai pada Juni 2015.

‘’Pembangunan secara keseluruhan mulai dari Cikampek hingga Palimanan sudah mencapai sekitar 95 persen,’’ ujar Kepala Subbidang Inventarisasi dan Identifikasi Rekayasa Bidang Rekayasa Lalu Lintas Korlantas Polri, Mansyur Slamet saat ditemui di ruas jalan tol Cikapali pada perbatasan Indramayu-Majalengka, Senin (4/5) lalu.

Mansyur pun menjamin, pengerjaan jalan tol Cikapali akan selesai sebelum lebaran yang jatuh pada Juli 2015. Dengan demikian, jalan tol ini dengan panjang sekitar 116,75 km itu bisa dilalui pemudik.

Sumber: republika.co.id
Share:

Senin, 04 Mei 2015

Lomba Desain Maskot Pilkada Kabupaten Indramayu 2015

Dalam meramaikan pilkada Kabupaten Indramayu 2015, KPU Kabupaten Indramayu menyelenggarakan lomba desain maskot pilkada 2015. 

Keikutsertaan diperuntukan untuk seluruh warga Indramayu untuk memeriahkan pesat demokrasi dengan mengirim desain maskot pilkada bupati 2015 meliputi: pelajar, mahasiswa, seniman/seniwati, masyarakat umum yang berdomisili di Kabupaten Indramayu.

Pendaftaran bisa dilakukan sampai tanggal 14 Mei 2015. Pengumuman lomba dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2015 di kantor KPU Kabupaten Indramayu.

Syarat pendaftaran:
1. Mengirim desain maskot manual (hasil tangan)
2. Ukuran kertas A3 warna putih (kertas manila atau sejenis)
3. Desain maskot bewarna menggunakan: cat air, cat poster, pensil warna, spidol, cat akrilik
4. Desain maskot mewakili simbol budaya Indramayu dan semangat kedaerahan
5. Mencerminkan tentang penyelenggaraan pilkada bupati 2015
6. Desain maskot dilampirkan fotocopy KTP / kartu pelajar / kartu mahasiswa
7. Peserta boleh mengirim maksimal 3 desain

Tempat pendaftaran di: Kantor KPU Indramayu, Jl. Soekarno Hatta No. 1 Desa Pekandangan. Telp (0234) 275482, 08179085488 (dekat monumen perjuangan simpang 5) Indramayu
Share:

Definition List

Unordered List

Support