Empat kecamatan di Kabupaten Indramayu ternyata hingga kini belum bisa terlayani air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu. Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Terisi, Cikedung, Kroya dan Gantar.
Selain akibat ketersediaan air baku yang minim, di empat wilayah ini ternyata warga juga masih bisa memanfaatkan air tanah.
Direktur Teknik PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu, Agus Suprihartono menjelaskan, selamaini air baku PDAM hanya diambil dari Sungai Cimanuk. Sementara disisi lain, banyak pula petani di Indramayu yang juga menyedot air dari sungai tersebut.
Akibatnya kerap terjadi “rebutan air” antara PDAM dengan petani. Hal ini terjadi karena banyak petani yang mengubah pola tanam padi-padi-palawija, seperti yang dianjurkan, menjadi padi-padi-padi.
Perubahan pola tanam padi hingga tiga kali dalam setahun itu otomatis membutuhkan pasokan air yang lebih banyak.
Agus menambahkan, tahun 2018 ini Bupati Indramayu, Anna Sophanah, menargetkan layanan PDAM bisa mencapai 60 persen dari jumlah penduduk Indramayu. Seperti diketahui, pelanggan PDAM Indramayu sudah mencapai 106 ribu pelanggan, atau setara dengan 50 persen penduduk Indramayu. Dengan demikian tahun ini mdiharapkan bisa memenuhi target tambahan 10 persen pelanggan.
Agus mengaku optimistis, kekurangan sepuluh persen dari target atau setara dengan sekitar 15 ribu pelanggan baru, bisa terlayani air bersih pada tahun ini.
Karena PDAM Indramayu mendapat bantuan hibah untuk 5.000 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari APBN.
Selain itu, pada tahun ini PDAM Indramayu juga mengupayakan ada pemasangan regular bagi 5.000 pelanggan baru. Sedangkan 5.000 pelanggan sisanya, akan dilayani instansi terkait lainnya.
“Untuk air baku PDAM tentunya kita sangat terbantu dengan adanya Bendungan Jatigede di Sumedang. Karena dari Jatigede siap untuk menyediakan air baku untuk PDAM Indramayu dengan kapasitas 2000 liter/detik.
Sumber: radarcirebon.com






