Jumat, 11 November 2016

Masyarakat di Kabupaten Indramayu Miskin Karena Gaya Hidup Yang Konsumtif

Permasalahan kemiskinan penduduk Indramayu dipicu salah satunya oleh gaya hidup masyarakat yang konsumtif. Kepala Bidang Data Informasi Penelitian dan Analisa Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Indramayu Dadang Oce Iskandar menegaskan pihaknya telah berusaha mengurangi jumlah warga miskin itu.

Oce mengakui data tingkat kemiskinan yang dimiliki Bappeda Indramayu juga bersumber dari sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik Indramayu. Selama ini, ia mempercayai kebenaran data tersebut termasuk tingkat kemiskinan 2015 yang naik sebanyak empat persen dari tahun sebelumnya.

"Dari pengamatan saya, banyak masyarakat Indramayu yang langsung membelanjakan uangnya sekaligus saat mendapatkan uang. Padahal kebutuhan pendidikan anaknya belum terpenuhi, kesehatannya belum terjamin tapi tingkat konsumsi mereka tinggi," kata Oce di kantornya, Jumat 11 November 2016.

Tingkat pengeluaran setiap warga Indramayu dalam data BPS Provinsi Jawa Barat 2015 tercatat sebanyak Rp 8,769 juta per tahun. Sementara rata-rata lama sekolah setiap warga hanya 5,46 tahun atau setara dengan tingkat sekolah dasar. Padahal, harapan lama sekolahnya mencapai 12,09 tahun dan harapan hidup mereka mencapai usia 70,59 tahun.

"Artinya, masyarakat Indramayu cukup puas dengan kondisinya saat ini. Mereka measa tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Pendidikan mungkin masih dianggap sebagai beban karena harus mengeluarkan biaya yang banyak sedangkan mereka juga sangat membutuhkan uang untuk makan sehari-hari," kata Oce menjelaskan.

Oce mengatakan pemerintah daerahnya perlu memotivasi masyarakat untuk merubah pandangan hidupnya. Ia menilai salah satu caranya ialah dengan mendorong masyarakat membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang lain.

Menurut pengamatannya, selama ini masyarakat Indramayu banyak tergantung pada kondisi alam sehingga saat terjadi bencana penghasilannya pun berkurang. Ia mencontohkan petani yang bergantung pada hujan dan nelayan yang berhenti mencari ikan saat terjadi badai di laut.

“Program pengentasan kemiskinan ini ada di setiap SKPD yang terkait seperti di Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan lainnya. Bappeda menghimpun program-program tersebut melalui tim khusus pengendalian kemiskinan tingkat daerah,” kata Oce. Ia meyakinkan tim tersebut sudah bekerja optimal sesuai tugasnya.

Kepala Seksi Perlindungan dan Jaminan Sosial di Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Indramayu Atin Anifah mengakui pihaknya belum pernah melakukan pendataan khusus terkait kemiskinan warga Indramayu. Pihaknya menyadari tidak memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan pendataan tersebut.

Pendataan serupa menurutnya hanya dilakukan apabila ada program dari pemerintah pusat untuk bantuan tertentu seperti Kartu Indonesia Sehat dan Program Keluuarga Harapan. “Untuk penerima KIS yang terdata dari pusat pada 2015 sebanyak 174.002 orang. Tapi sekarang ada penambahan dan sedang kami verifikasi datanya sebanyak 43.225 orang,” kata Atin di ruangan Kepala Bidang Sosial Zulkarnaen.

Sementara penerima bantuan PKH di Indramayu saat ini mencapai 25.504 keluarga dengan tambahan 37.658 keluarga yang sedang diverifikasi datanya. “Tapi angka tersebut tidak bisa dijadikan acuan jumlah warga miskin di Indramayu. Perlu ada pendataan secara khusus berdasarkan 11 kriteria warga miskin dari Permensos Nomor 146/HUK/2013,” kata Zulkarnaen.

Sumber: http://bit.ly/2eQn436
Share:

Kamis, 10 November 2016

Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Indramayu Naik

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2015 naik dibandingkan 2014. Pemerintah Pusat pun terus berupaya mengurangi jumlah penduduk miskin melalui berbagai program bantuan.

Berdasarkan hasil survei ekonomi nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) 2015, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2015 sebanyak 253.120 jiwa. Mereka merupakan warga yang memiliki pengeluaran, baik pengeluaran untuk makanan maupun non konsumsi, kurang dari Rp 379.088 per kapita per bulan.

Sedangkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Indramayu pada 2014 mencapai 240.680 jiwa. Mereka memiliki pengeluaran kurang dari Rp 364.360 per kapita per bulan. "Jumlah penduduk miskin di Indramayu pada 2015 meningkat 4,04 persen dibandingkan jumlah penduduk miskin di 2014," terang Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Indramayu, Jejen Triyatna, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/11).

Jejen menjelaskan, dalam survei tersebut, yang dinilai adalah pengeluaran makanan dan non makanan. Untuk pengeluaran non makanan, diantaranya untuk kebutuhan tempat tinggal, fasilitas listrik, bahan bakar, transportasi, kesehatan dan pendidikan.

Susenas tersebut dilakukan pada September 2016 dan selesai pengolahan datanya pada Oktober 2016. Survei itu hanya menggambarkan tingkat kemiskinan secara makro dan tidak bisa menggambarkan kondisi di tingkat kelurahan ataupun kecamatan. "Penyebab kenaikan (jumlah penduduk miskin) belum tahu, kami belum melakukan analisis. Kami baru dua minggu terima data ini dari BPS (Pusat)," kata Jejen.

Terpisah, Kabid Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu, Zulkarnain, menjelaskan, pihaknya memiliki indikator penilaian angka kemiskinan yang berbeda dengan BPS. Indikator penilaian itu didasarkan pada Kepmensos Nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang tidak Mampu. "Ada 11 indikator berdasarkan kepmensos itu. Hingga saat ini kami memang belum pernah secara khusus mendata angka kemiskinan," tutur Zulkarnain, didampingi Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Atin Anifah.

Namun, untuk mengetahui jumlah warga miskin, salah satunya bisa dilihat dari jumlah keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Untuk penerima PKH di Kabupaten Indramayu, selama ini jumlahnya mencapai 25.504 keluarga penerima manfaat dan penerima KIS sebanyak 174.002 jiwa. "Tapi data penerima PKH dan KIS ini tidak berarti menunjukkan data kemiskinan karena bisa saja ada penerima PKH yang juga menerima KIS," tegas Atin. 

Atin mengakui, jumlah penerima PKH maupun KIS pada tahun ini direncanakan akan bertambah. Untuk PKH, saat ini rencananya ada data tambahan sebanyak 37.658 keluarga penerima manfaat dan tambahan penerima KIS sebesar 43.225 jiwa. "Penambahan itu datanya dari Pusat. Saat ini sedang dilakukan verifikasi. PKH maupun KIs merupakan upaya dari Pemerintah Pusat untuk mengurnagi angka kemiskinan," tandas Atin.

Sumber: http://bit.ly/2fgNZWo
Share:

Desa Kalianyar di Kabupaten Indramayu Jadi Langganan Banjir

Warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng,Kabupaten Indramayu,Jawa Barat, mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera meninggikan ruas jalan Desa Kalianyar yang sering tergenang air saat turun hujan.

Edi,(42) warga Desa Kalianyar mengatakan, ruas Jalan Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu selalu dilanda kesulitan saat musim penghujan karena satu-satunya jalan yang ada di desa itu selalu tergenang air saat musim penghujan. “Hujan sebentar saja airnya sudah menggenangi jalan. Kami bosan melihat Jalan Kalianyar ini tiap hujan banjir melulu,” katanya.

Warga mengharapkan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu segera memperbaiki ruas jalan Desa Kalianyar. “Kalau musim penghujan kasihan anak-anak yang akan berangkat sekolah karena sepatu terkadang pakaiannya basah kuyup karena berjalan kaki di atas genangan air hujan,” ujarnya.
Kepala Desa Kalianyar, Syahroni Agus yang sering mendengarkan keluhan masyarakat mencoba mencari jalan keluar dengan mengusulkan perbaikan kepada Pemkab Indramayu dalam hal hal ini Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu.

Ia sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu dan mendapatkan informasi rencana pembangunan jalan beton pada ruas jalan Kalianyar yang sering tergenang air hujan itu akan dilakukan Pemkab Indramayu pada Tahun Anggaran 2017.

Sebagaimana dimaklumi, hujan besar Selasa (8/11) yang sempat mengguyur Kecamatan Krangkeng dan sekitarnya yang mengakibatkan beberapa ruas jalan diantaranya ruas jalan Desa Kalianyar tergenang air setinggi betis.

Banjir yang terjadi pada ruas jalan Desa Kalianyar dan sejumlah gang itu kata warga merupakan banjir langganan yang terjadi setiap musim hujan. Ini terjadi karena posisi permukaan kali lebih tinggi dibanding badan jalan. Sehingga ketika hujan lebat airnya meluber ke jalan desa. Terlalu dangkalnya kondisi gorong-gorong di Blok Tarsidi juga membuat air tergenang dan sulit mengalir.

Sumber: http://bit.ly/2elKGhf
Share:

Petani Indramayu Pengguna Pupuk Terbanyak di Jawa Barat

PT Pupuk Kujang mencatat pengguna pupuk terbanyak di Jawa Barat merupakan petani di Kabupaten Indramayu mengingat lahan persawahan di daerah itu yang terluas.

Manajer Humas PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan di Cirebon, Selasa, menuturkan daerah penyerap paling banyak pupuk di Jawa Barat, yaitu petani yang berada di Kabupaten Indramayu dan satu tahun pihaknya menyediakan 72 ribu ton.

"Kebutuhan pupuk terbanyak di Jawa Barat yang terbanyak adalah di Indramayu, kami pada tahun ini saja mengalokasikan 72 ribu ton pupuk," kata Ade.

Ade menuturkan meskipun kebutuhannya banyak, namun pihaknya memastikan tidak ada kekurangan untuk pendistribusian secara menyeluruh dan dipastikan semua terpenuhi.

Untuk masa tanam tahun ini saja di wilayah tanggung jawab PT Pupuk Kujang, yaitu Jawa Barat dan Banten dipastikan ketersediaannya tercukupi.

Baik dari gudang produsen hingga tingkat distributor dan pengecer dan mampu memenuhi kebutuhan petani lebih dari ketentuan dua minggu kedepan.

"Bisa dilihat dari stok pupuk urea bersubsidi pada akhir Oktober 2016 di gudang lini II dan gudang III distributor sebanyak 193.927,24 ton atau 792,26 persen," tuturnya.

"Dibandingkan dengan kebutuhan pupuk urea bersubsidi dua minggu kedepan sebesar 24.477,87 ton sedangkan penyaluran sampai Oktober 2016 sebesar 501.604,85 ton atau 102,66 persen," katanya.

Ia menambahkan, sementara dengan ketentuan pergub sebesar 7488,603 ton. Selain itu pihaknya juga menyiapkan stok pupuk NPK sebanyak 17.630,46 ton dan pupuk organik 8.350,69 ton.

Sumber: http://bit.ly/2fEx3aA
Share:

Polisi Tangkap Penganiaya Kasir Gerbang Tol Palimanan, Pelakunya PNS Warga Indramayu

Polisi telah menangkap pelaku penganiayaan terhadap NZ (22), kasir loket pembayaran Gerbang Tol Palimanan Kabupaten Cirebon.

Pelaku penamparan merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial BF (48). "Pelakunya sudah diketahui, inisialnya BF, seorang PNS warga Indramayu," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus di Markas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (9/11/2016).

Saat ini, lanjut Yusri, kasus tersebut ditangani oleh Polres Cirebon. Polisi masih memeriksa pelaku guna mengetahui motif aksi penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku. "Tersangka, korban, dan saksi sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Rekaman CCTV sudah kami simpan sebagai barang bukti," katanya.

Jumat (4/11/2016), seorang pria tertangkap kamera CCTV melakukan penganiayaan terhadap kasir pintu tol. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat emosi dan menampar perempuan yang merupakan kasir pintu tol. Selain menampar, pria itu pun masuk dan menendang kursi yang sedang digunakan oleh perempuan tersebut.

Sumber: http://bit.ly/2fDiiae
Share:

Selasa, 08 November 2016

70 Makam Pahlawan di Kabupaten Indramayu Tak Beridentitas

Sebanyak 70 makam di taman makam pahlawan (TMP) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat belum terungkap. Hal ini dikarenakan Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu tidak memiliki data pahlawan yang dimakamkan di TMP ini. 

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Zulkarnaen mengatakan, sebanyak 70 dari 201 makam di sana belum terungkap identitasnya. Sebanyak 201 makam itu terdiri atas makam TNI/Polri, pahlawan tak dikenal, dan sipil.

"Untuk makam yang berada di bagian taman makam pahlawan itu merupakan makam para pahlawan, sedangkan makam yang berada di taman bahagia itu makam seseorang yang biasanya mendapatkan penghargaan karena sesuatu dan layak dimakamkan di taman ini," paparnya, Rabu (9/11/2016). 

Zulkarnaen mengaku, pihaknya kesulitan mendapatkan identitas para pahlawan yang dimakamkan karena petugas yang bertanggung jawab dan menyimpan data sudah meninggal dunia. "Kami pun berupaya untuk mengungkap identitas para pahlawan itu dengan mencari tahu ke TNI/Polri dan juga kepada pengunjung yang merupakan keluarga dari para pahlawan itu yang datang ke makam untuk nyekar," terangnya. Para pahlawan yang ada di taman makam ini, lanjut Zulkarnaen, berasal dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. 

Mereka berjuang dan tewas di Kabupaten Indramayu. Pihaknya pun sudah berinisiatif sejak dua tahun yang lalu untuk memberikan nama-nama pada nisan makam para pahlawan tersebut. "Kami masih sedang berusaha agar makam para pahlawan ini bisa memberikan edukasi bagi para pelajar di Indramayu," ungkapnya.

Sumber: http://bit.ly/2fARWFH
Share:

Gas Melon Dengan Harga Tinggi Masih Ditemukan di Indramayu

PT Pertamina memang melakukan operasi pasar dengan menjual gas melon sesuai harga eceran tertinggi (HET). Namun, hal itu tidak mampu menurunkan harga gas bersubsidi di pasaran.

HET yang yang ditentukan PT Pertamina Rp 16 ribu. Sementara harga gas melon di Kecamatan Sindang tembus Rp 35 ribu. Harga itu jelas sangat memberatkan warga, karena naik lebih dari dua kali lipat.

Namun, karena butuh, warga pun mau tidak mau membelinya. Padahal biasanya, kalaupun naik, harga gas melon dibanderol Rp 18-23 ribu per tabung.

“Memang iya di desa kami, gas elpiji ukuran 3 kilogram sampai Rp 35 ribu per tabung. Tingginya harga itu karena gas susah didapat. Warga tetap membelinya meskipun hatinya keberatan,” ujar Asna, warga Desa Panyindangan.

Menurutnya, kenaikan gas melon sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, warga membeli dengan Rp 25 ribu per tabung.

Warga, kata dia, berharap kepada pihak terkait untuk meninjau kondisi di lapangan dan segera mengambil tindakan untuk mengatasi kenaikan harga gas melon.

Saat ini, harga gas melon yang dijual di Kecamatan Sindang merupakan yang paling tinggi dibandingkan di wilayah lain. Di wilayah Indramayu bagian barat, gas melon paling tinggi dijual Rp 23 ribu per tabung.

Tingginya harga diduga akibat ulah para spekulan yang sengaja ingin meraup keuntungan yang tinggi.

Menanggapi tingginya harga gas melon di Kabupaten Indramayu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Indonesia Cabang Indramayu, Taufik Ambarih, mengatakan, kenaikan harga gas dikarenakan lemahnya pengawasan. Pihak terkait, kata dia, kesulitan memantau alur pendistribusian dari pangkalan ke pengecer.

“Kendati PT Pertamina sering melakukan Operasi Pasar, tetap tidak bisa memberikan solusi. Apalagi Operasi pasar tidak dilakukan secara merata. Memang bagus dan membantu warga, tapi hanya bersifat sementara. Harus ada pengawasan yang lebih ketat dan terstruktur untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan kenaikan gas melon,” ujarnya

Sumber: http://bit.ly/2eBzrMR
Share:

Pemdes Tenajar Lor Dukung Kabupaten Indramayu Swasembada Jagung

Pemdes Tenajar Lor tidak hanya berupaya berkontribusi pada ketahanan pangan di sektor tanaman padi. Namun Pemdes Tenajar Lor berupaya juga untuk mengamankan stok jagung. Menyambut musim gadu dua, Pemdes Tenajar Lor memprogramkan 100 hektare tanam jagung. Hal itu dilakukan bukan tanpa sebab. Ketimbang lahan menganggur karena pasokan air tidak memungkinkan untuk ditanami padi, pemdes pun mengajak petani untuk menanam jagung.

“Program ini bekerja sama dengan BPP Kecamatan Kertasemaya. Selama ini petani di Kecamatan Kertasemaya hanya dapat menanam padi dua kali, dan yang ketiganya adalah palawija. Untuk itu kami programkan 100 hektare tanam jagung,” tutur H Aep Saepudin, Kuwu Tenajar Lor.

Ditambahkan H Aep, dengan program 100 hektare tanam jagung, diharapkan dapat mendorong petani menanam jagung. Sehingga Desa Tenajar Lor tidak hanya sebagai penghasil gabah, tetapi juga penghasil jagung.

“Memang bisa saja gagal karena kondisi cuaca ekstrem. Tapi dengan pasokan air yang ada dan program percepatan tanam, mudah-mudahan semuanya bisa berjalan,” tuturnya. 

Sumber: http://bit.ly/2fAAlha
Share:

Puluhan Perwira Polres Indramayu Dimutasi

Puluhan perwira Polres Indramayu Selasa (8/11) kemarin mendapatkan tugas baru sebagai kapolsek, maupun posisi strategis lainnya di lingkungan polri. Acara sertijab itu berlangsung di Aula Atmani Wedhana Polres Indramayu.

Adapun puluhan perwira yang dimutasi tersebut antara lain Waka Polres Indramayu dari Kompol Edwin Affandi diserahterimakan kepada Kompol Asep Agustoni. Selanjutnya Komisaris Edwin Affandi menduduki jabatan baru Waka Polres Bandung.

Sedangkan Kompol Asep Agustoni sebelumnya Kasubbag Pangkat Ro SDM Polda Jabar.  Jabatan Kabag Ops dari Kompol Agus Dwiyanto kepada Kompol Edwin Parsaoran. Kompol Agus Dwiyanto, sebagai Anjak Bag Ops dan Kompol Edwin Parsaroan sebelumnya Pamen Ro SDM Polda Jabar.

Untuk jabatan Kabag Ren dari Kompol Bendi Ujianto, kepada Kompol Sarjono. Kompol Bendi Ujianto sebagai Anjak dan Kompol Sarjono sebelumnya Anjak Bag Ren Polres Indramayu. Jabatan Kabag Sumda dari Koisaris Oding Sopandi kepada Kompol Encu Junaedi.

Selanjutnya Kompol Oding Sopandi menduduki jabatan Kabag Ren di Polres Bogor Kota. Kompol Encu Junaedi sebelumnya Kapolsek Karangampel. Dan Kapolsek Karangampel dijabat oleh Ajun Komisaris Sunarto yang sebelumnya Kapolsek Juntinyuat.

Kapolsek Juntinyuat kini dijabat Ajun Komisaris Budiyanto yang sebelumnya Kapolsek Indramayu. Dari AKP Budiyanto kepada AKP Karyaman.  Kapolsek Sliyeg dari AKP Sunardi, kepada AKP Alka Nurani. AKP Sunardi selanjutnya menduduki Waka Polsek Patrol.

Sedangkan Kapolsek Tukdana dari AKP Alka Nurani kepada AKP Dewa Gede Suendra yang sebelumnya Kapolsek Arahan. Dan Kapolsek Arahan dijabat oleh AKP Rusdi Hayat sebelumnya Kapolsek Gabuswetan. Dan kini kapolseknya AKP  H. Mashudi yang sebelumnya Waka Polsek Patrol. Untuk Kapolsek Haurgeulis dari AKP Acep Hasbulah kepada AKP Rasja. AKP Acep Hasbulah selanjutnya Waka Polsek Kandanghaur dan AKP Rasja sebelumnya Pama Polres Majalengka.

Dalam kesempatan itu juga, AKP Heriyadi MD, dikukuhkan sebagai Kasubbag Humas. Sedangkan AKP Joni dikukuhkan sebagai Kasubbag Dalops Bag Ops Polres Indramayu. Sementara  Kapolsek Cikedung diserahterimakan dari Inspektur Satu H. Sayidin kepada Inspektur Satu Gusti Indrayana.

Kemudian Inspektur Satu H. Sayidin menduduki Kasubsektor Sukra menggantikan Inspektur Satu H. Agus Priyanto dan Inspektur Satu H. Agus Priyanto sebagai KBO Sat Sabhara Polres Indramayu. Kasat Tahti dari Inspektur Dua Supartono kepada Inspektur Dua Enjang sebelumnya Kanit Reskrim Polsek Balongan.

Sementara itu, acara sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Eko Sulistyo yang dihadiri oleh Waka Polres Komisaris Try Handoko dan para kapolsek  termasuk ketua ranting Bhayangkari serta jajarannya.

Dalam sambutanya, Kapolres Indramayu AKBP Eko mengatakan, mutasi jabatan seperti ini sudah merupakan  hal yang biasa di lingkungan Polri. Hal ini tentunya, dalam rangka meningkatkan kinerja polisi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban. Selain itu juga, kata Eko, proses pergantian ini semata-mata untuk dilakukan penyegaran organisasi sekaligus bagian strategi pengembangan karir personel Polri.

"Proses pergantian ini, semata-mata untuk meningkatkan kinerja Polri dalam melayani masyarakat, dalam menangani permasalahan permasalahan baik di ruang lingkup desa maupun kecamatan agar lebih waspada. Tidak asal asalan tanpa referensi yang akurat, agar tidak terjadi kesalahfahaman antara pejabat dan masyarakat," ungkapnya.

Dia berpesan agar seluruh jajaran Polri di Indramayu tetap selalu waspada dengan situasi dan kondisi yang sedang dialami saat ini. Untuk itu, lanjut Eko, agar terus waspada  fokus terhadap tugas tugas polri  sesuai dengan tugas serta fungsinya, terutama menciptakan  ketertiban di lingkungan masyarakat menjadi hal yang utama di antaranya dalam pilkada. Sehingga, harus tetap menjaga kondusitifitas daerah termasuk cepat bergerak ketika ditemukan hal-hal yang dianggap bisa menjadi pemicu keresahan masyarakat.

Sumber: http://bit.ly/2eK5Rbj
Share:

Tanam Padi tak Serentak Untungkan Petani Indramayu

Tanam rendeng 2016/2017 tak serentak yang dilakukan petani di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuat harga gabah milik mereka akan tetap tinggi. Kondisi itu pun menguntungkan petani. 

"Karena tanamnya tak serentak, jadi tidak ada panen raya. Harga gabah akan tetap tinggi," ujar Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, Selasa (8/11).

Sutatang menyebutkan, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani rata-rata di kisaran Rp 4.000 – Rp 4.200 per kilogram (kg). Harga itu telah berlangsung sejak masa panen gadu sekitar Agustus 2016 lalu. Sedangkan harga gabah kering simpan (GKS) berkisar antara Rp 5.000 – Rp 5.200 per kg dan gabah kering giling (GKG) di kisaran Rp 5.500 per kg.

Harga gabah di tingkat petani itu lebih mahal dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP). Untuk HPP GKP, hanya sebesar Rp 3.700 per kg di tingkat petani. Sedangkan HPP untuk GKG sebesar Rp 4.600 per kg di penggilingan dan Rp 4.650 per kg di gudang Bulog.

Sutatang menjelaskan, tanam tak serentak pada musim rendeng 2016/2017 di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu terjadi akibat mundurnya musim hujan pada akhir 2015 lalu. Saat akhir 2015 lalu, daerah yang lebih dulu mendapat pasokan air, tanamnya lebih awal. Sedangkan daerah yang ketika itu kesulitan air, tanamnya jadi mundur.

Sutatang menambahkan, petani di sejumlah daerah yang melakukan tanam gadu 2016 lebih awal, memilih melakukan tanam gadu II atau tanam ketiga. Hal itu dipicu banyaknya air sepanjang 2016 ini akibat pengaruh fenomena La Nina. "Mereka ini akan panen pada Desember 2016," terang Sutatang.

Namun, adapula petani yang baru melakukan tanam saat musim hujan sudah tiba pada Oktober ini. Tak hanya itu, ada juga sejumlah petani yang hingga kini belum tanam karena menunggu pelaksanaan tradisi adat musim tanam di desanya masing-masing

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu, luas tanam gadu 2016 di Kabupaten Indramayu yang dilakukan sejak April 2016 mencapai 121.573 hektare. Dari jumlah itu, hingga Oktober 2016, luas areal yang sudah panen mencapai 100.283 hektare. Dengan demikian, masih ada tanaman gadu seluas 21.290 hektare yang masih belum panen. 

Sumber: http://bit.ly/2eimCfa
Share:

Kecamatan Patrol Jadi Primadona Bagi Investor

Wilayah Indramayu bagian barat diprediksi akan berkembang pesat dalam lima tahun mendatang. Kondisi itu sudah terlihat dari banyaknya investor yang mulai tertarik berinvestasi di wilayah Patrol. Sejumlah industri tumbuh di Kecamatan Patrol. Bahkan, dalam waktu dekat ini, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan dibangun di wilayah tersebut. Keberadaan PLTU itu dinilai akan menguntungkan warga karena memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat dan menumbuhkan geliat perekonomian.

Tidak hanya itu, investor di bidang properti pun mulai bvermunculan. Menangkap sinyal bila Kecamatan Patrol akan berkembang, tak sedikit developer perumahan dan ruko mengembangkan bisnisnya di Patrol.

Camat Patrol, Teguh Budiarso SSos MSi menjelaskan, di kecamatannya terdapat empat lokasi perumahan. Semuanya pun sukses dan diminati masyarakat. Melihat empat perumahan itu direspons antusias, investor lain pun kini menanamkan modalnya untuk membuka bisnis properti.

“Selain karena banyak industri, Kecamatan Patrol dan SUkra ini lokasinya strategis. Bisnis perumahan pun akhirnya laris manis,” tuturnya.

Apalagi, dalam waktu dekat akan dibangun PLTU 2. Secara otomatis, pembangunan PLTU 2 membuka peluang bisnis lainnya.

Lebih lanjut mantan Camat Sukra dan Karangampel ini mengatakan, selain bisnis perumahan yang laris manis, warga lokal pun membangun rumah kontrakan atau kos-kosan. Mereka melihat banyaknya pendatang yang bekerja di wilayah industri sehingga memunculkan peluang bisnis sewa perumahan.

Terpisah, pengamat sosial dan ekonomi, Tohirin Aji membenarkan bila Indramayu bagian barat sangat strategis untuk menjadi lokasi bisnis. Ia pun memprediksi, wilayah Indramayu bagian barat akan berkembang pesat dalam lima tahun mendatang.

“Khususnya di Kecamatan Patrol. Kini sudah banyak bank. Itu menunjukan di wilayah tersebut perekonomiannya maju pesat, karena ada industri dan sektor usaha lainnya. Jadi pantas saja, jika wilayah Kecamatan Patrol maupun Sukra dilirik banyak investor,” kata Tohirin.

Sumber: http://bit.ly/2eiqH2M
Share:

Pengolahan Ikan di Indramayu Barat Terancam Gulung Tikar

Sejumlah industri pengolahan ikan di wilayah pesisir pantura Kabupaten Indramayu Bagian Barat (Inbar) terancam gulung tikar. Harga garam melonjak ditambah cuaca tidak bersahabat menjadi biang penyebabnya.

“Harga garam naik, ikannya lama kering. Biaya produksi sama upah pekerja jadi membengkak. Lambat laun, kalau terus-terusan begini usaha kami bakalan terpuruk lalu gulung tikar,” ujar Mana, pengusaha pengolahan ikan di Kecamatan Kandanghaur.

Dia mengungkapkan, naiknya harga garam terjadi sejak dua bulan lalu bersamaan dengan semakin intensnya hujan turun. Mula-mula Rp400/kg, lalu naik Rp600 dan terakhir Rp1.000/kg.

Dengan kebutuhan garam mencapai 2 kuintal per hari, modal untuk membeli garam menjadi naik hampir 500 persen dari biasanya. “Dulu kan cuma dua ratus perak sekilo, sekarang seribu. Itupun kitanya ngambil sendiri di gudang. Kalau diantar sampai tempat, bisa dua kali lipatnya. Kena biaya transport,” ujar dia.

Biaya upah kerja saat musim penghujan juga menjadi berlipat-lipat. Sebab jika biasanya pengeringan ikan cukup dua hari, sekarang memakan waktu sampai 4-5 hari.

Bahkan dia mengaku sering mengalami kerugian akibat cuaca mendung dan hujan. Ikan menjadi tak layak konsumsi untuk manusia karena munculnya belatung.  Tak mau merugi besar, dia memilih menjual ikan-ikan tersebut sebagai bahan pembuat pakan ternak dengan harga setengah harga dari biasanya.

Sementara di sisi lain, meskipun  harganya melonjak, sebagian besar petani garam rakyat di wilayah pesisir pantura Kabupaten Indramayu justru gigit jari. Mereka tak bisa menikmati lonjakan harga garam lantaran stok yang dimiliki menipis. “Hampir habis semua. Paling tersisa sekitar 15 persen,” ungkap Darmin, petani garam rakyat asal Kecamatan Kandanghaur.

Kenaikan harga garam, lanjut dia, mulai terjadi secara bertahap sekitar dua bulan lalu. Saat harga Rp600/kg, petani garam mulai ramai-ramai menjual garam simpanannya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, hasil penjualan garam juga dipergunakan untuk membayar utang sampai menyumbang sanak saudara yang menggelar pesta hajatan. Belakangan, ketika stok mulai menipis harganya terus melonjak. Diperkirakan sampai awal tahun depan, harganya bisa menembus Rp2.000/kg. “Untuk kembali produksi gak bisa, hujannya masih intens. Kalau sudah begini kami cuma bisa gigit jari aja,” ucap Darmin.

Bapak tiga orang anak ini mengaku tidak menyangka harga garam bakal naik gila-gilaan. Pasalnya, sampai memasuki pertengahan tahun 2016, harganya relatif stabil dikisaran Rp400/kg. Padahal waktu itu musim penghujan sudah berjalan hampir satu tahun akibat anomali cuaca.

Petani garam asal Kecamatan Losarang, Wandi membenarkan kondisi itu. Sepanjang perubahan cuaca ekstrem, petani petani tak bisa memproduksi garam. Sebab, proses pembuatan garam menggunakan sinar matahari. Jadi, saat musim penghujan petak-petak garam dibiarkan kosong.

Meningkatnya harga ini karena permintaan naik sedangkan produksi garam rakyat sudah tidak ada lagi. Umumnya, petani garam maupun pemilik gudang menjual stok produksi sisa produksi saat musim kemarau tahun 2015 lalu.

“Saat ini, harga garam di pasaran sangat tinggi. Tetapi kami tidak bisa menikmatinya. Lah apa yang mau di jual, produksi saja tidak,” keluhnya.

Menurut Wandi, untung besar justru didapat oleh para bandar garam yang memiliki modal besar. Saat panen garam, mereka membeli dengan harga murah ke petani. Jika panen raya, paling tinggi harga garam hanya Rp200 per kilogram.

Setelah dibeli dengan harga murah, bandar lalu menyimpan garam tersebut di gudang. Ketika harganya mahal seperti saat ini bandar langsung melepasnya ke pasaran. 

Sumber: http://bit.ly/2eRAzgd
Share:

Korban Kasus Pencabulan Pada Anak Meningkat di Kabupaten Indramayu

Korban kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak di Kabupaten Indramayu pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Dibutuhkan pembangunan rumah aman yang bisa menjadi tempat rehabilitasi bagi para korban.

Berdasarkan data dari Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Indramayu, pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Indramayu yang terjadi sejak awal tahun hingga saat ini dilpaorkan sudah dialami 20 anak. Sedangkan sepanjang tahun lalu, anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual ada 15 anak.

"Kasus pelecehan seksual pada anak di Indramayu ini memang cukup tinggi," ujar Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Indramayu, Zulkarnain, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/11).

Zulkarnain mengungkapkan, meningkatnya jumlah korban pelecehan seksual pada anak itu dikarenakan meningkatnya pelaporan yang dilakukan keluarga korban. Selain kasus yang telah dilaporkan, dia meyakini masih banyak korban lainnya yang enggan melaporkannya. "Kasus pelecehan seksual pada anak ini ibarat fenomena gunung es," tutur Zulkarnain.

Pekerja Sosial Perlindungan Anak, Mustofa menyebutkan, kasus pelecehan seksual atau pencabulan anak yang dilaporkan beberapa waktu terakhir ini ada empat kasus. Di antaranya, kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang ustaz berumur 75 tahun di Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Dalam kasus itu, yang menjadi korbannya adalah tiga orang anak yang menjadi muridnya. 

"Kejadiannya sebenarnya saat bulan puasa lalu, tapi anaknya tidak mau cerita. Baru dilaporkan ke Polres Indramayu pada Oktober lalu," kata Mustofa.

Pekerja Sosial Perlindungan Anak lainnya, Hendrik Indra menambahkan, kasus yang lain  dialami seorang balita berumur 4,5 tahun di Desa Cantigi Kulon, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. Pelaku pelecehan seksual pada balita tersebut merupakan kerabat dekatnya.

Hubungan kekerabatan itu menyebabkan orang tua dari balita tersebut tidak curiga saat anaknya sering diajak main oleh pelaku. Kasus itu akhirnya terungkap saat sang balita selalu ketakutan setiap kali melewati rumah pelaku, yang memang tak jauh dari rumahnya. "Kasus ini dilaporkan pada Agustus lalu. Pelakunya kini sudah diamankan polisi," kata Hendrik.

Sementara itu, Zulkarnain menambahkan, selama ini banyak kasus pelecehan seksual pada anak yang tidak dilaporkan. Pasalnya, pihak keluarga korban merasa takut jika harus berurusan dengan hukum. Selain itu, keluarga korban juga akan ditekan dan dicemooh jika pelakunya merupakan orang yang kaya ataupun berpengaruh di lingkungan tempat tinggalnya. 

Zulkarnain mengatakan, meski kasus pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Indramayu tinggi, namun di daerah ini belum ada satupun panti rehabilitasi ataupun rumah aman/rumah perlindungan untuk menampung para korban kasus tersebut. Karenanya, untuk merehabilitasi anak yang menjadi korban pelecehan seksual harus dibawa ke panti yang lokasinya ada di kota lain, seperti Bogor, Bandung dan Jakarta. "Ini ironis," kata Zulkarnain.

Jauhnya jarak panti rehabilitasi itu membuat pihak keluarga memilih proses rehabilitas anak mereka yang menjadi korban pelecehan seksual hanya dilakukan di rumah. Namun, petugas dari Dinsosnakertrans secara rutin mendatangi rumah mereka untuk memberikan upaya konseling bagi korban.

"Kami berharap pada 2017 mendatang minimal kita sudah mempunyai rumah aman/rumah perlindungan bagi para korban," tandas Zulkarnain.

Sumber: http://bit.ly/2fAUMqv
Share:

Definition List

Unordered List

Support