Banjir pasang air laut atau rob kembali terjadi di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Rob mengganggu aktivitas warga di tiga desa di Kecamatan Kandanghaur. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ketiga desa yang diterjang rob masing-masing Eretan Kulon, Eretan Wetan, dan Kertawinangun. "Hari ini merupakan hari keempat," tutur Rosidah, seorang warga Desa Eretan Kulon, Selasa (1/11).
Banjir akibat rob mulai datang di pagi hari. Ketinggian udara semakin meningkat menjelang zuhur dan hingga kini banjir pun belum surut.
Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu, Waminuddin, menjelaskan saat ini masih melakukan pendataan secara keseluruhan terkait dampak banjir rob. Namun khusus untuk Desa Eretan Kulon, banjir pasang air laut berdampak terhadap 1.383 keluarga (KK) atau 4.344 jiwa. Di desa tersebut air menggenangi rumah warga dengan ketinggian 20-60 cm. Dijelaskan Waminuddin, udara biasanya datang pukul 10.00 WIB dan mulai surut pukul 15.30. Saat surut, banjir lumpur dan sampah. (OL-14) banjir pasang air laut berdampak terhadap 1.383 keluarga (KK) atau 4.344 jiwa. Di desa tersebut air menggenangi rumah warga dengan ketinggian 20-60 cm. Dijelaskan Waminuddin, udara biasanya datang pukul 10.00 WIB dan mulai surut pukul 15.30. Saat surut, banjir lumpur dan sampah. (OL-14) banjir pasang air laut berdampak terhadap 1.383 keluarga (KK) atau 4.344 jiwa. Di desa tersebut air menggenangi rumah warga dengan ketinggian 20-60 cm.
Dijelaskan Waminuddin, udara biasanya datang pukul 10.00 WIB dan mulai surut pukul 15.30. Saat surut, banjir lumpur dan sampah. (OL-14)
Sumber: mediaindonesia.com







0 komentar:
Posting Komentar